
Kini di Bandara, seluruh saudara Bende berkumpul untuk terbang kembali ke negara yang mereka tinggali dengan jadwal penerbangan yang berselisih tak jauh berbeda
Sudah cukup waktu satu minggu mereka berkumpul menemani sang adik bungsu yang baru menjalani pernikahan seumur jagung
" Hati-hati, sampaikan salamku untuk semua " ucap Bendriko saat Bendi dan Nayla sudah akan memasuki pesawat
" Seeyou Dad.. " ucap Ken melambaikan tangannya
" Sampai bertemu lagi boy " jawab Bendi kemudian bergegas masuk kedalam pesawat
Sepeninggal Bendi, disusul yang lain kini mereka telah terbang menuju negara yang di tinggalinya
Sementara Bende dan Denna pun telah kembali ke apartemen mereka sebelumnya.
Suasana menjadi sepi, tak seramai seperti biasanya. Hal itu membuat Denna sedikit suntuk
" Bendefidh kau mau kemana? " tanyanya saat melihat Bende telah rapi dengan setelan jas nya
" Aku harus ke kantor mengecek keadaan, kau mau ikut? " tawar Bende
Dengan cepat Denna menggelengkan kepalanya " Tidak.. "
Bende membawa istrinya dalam dekapannya, ia sedikit bingung sejak tadi Denna tampak diam " Kenapa? kenapa kau diam dan kelihatan murung? "
" Tidak, aku hanya merasa kesepian karena Kak Nay, Racia dan Auryn sudah pulang " jawab Denna
Bende tak bisa mengatakan apapun ia hanya memilih memeluk dan mengelus rambut panjang Denna mencoba memberikan ketenangan
" Bendefidh.. "
__ADS_1
" Ya? " jawabnya
Denna melepaskan pelukan Bende dan menatap wajahnya " Apa Papa & Mamamu tahu kalau kita menikah? " tanya Denna
" Tidak, hanya Oma yang tahu " jawabnya
" Akan sangat sulit menyakinkan keduanya bukan? " tanya Denna
" Jangan di pikirkan, aku tidak peduli mereka akan menanggapi apa " jawab Bende
Denna tak membalas apapun yang di ucapkan Bende, melihat hal itupun Bende kembali menegur lebih dulu
" Ayo ikut ke kantor setelah itu kita jalan-jalan " tawar Bende namun tetap saja Denna tidak mau, bukan tanpa alasan itu karena area sensitifnya masih terasa sakit saat ingin berjalan
" Baiklah aku akan pulang cepat " Bende mengalah kemudian ia bergegas berangkat ke kantor
Denna kemudian menutup pintu rapat saat Bende meninggalkan apart " Awhh.. " ringisnya saat merasakan area pribadinya terasa sakit
" Huhh nyeri sekali " gumamnya pelan
Kemudian ia berjalan dengan hati-hati dan merebahkan dirinya di kasur
...***...
Sementara di kantor Bende yang di dampingi Sekretaris Pradift yang menjadi tangan kanannya di perusahaan miliknya di kota Roma, Italia
" Kau selalu bisa di andalkan " ujar Bende
" Terimakasih tuan, ah ya selamat untuk pernikahan anda "
__ADS_1
" Terimakasih kembali " balas Bende
" Ah ya Dift, suruh manager keuangan mengatasi masalah gaji karyawan bulan ini. Kau lihat ada sedikit masalah disini? " perintahnya yang langsung di turuti Sekretaris Dift
Tak lama seorang wanita berpakaian minim masuk ke ruangan Bende tanpa permisi
" Selamat siang, Pak " ucap wanita itu berbahasa Indonesia
Seketika Bende paham bahwa wanita di hadapannya ini adalah perempuan Indonesia
" Mohon maaf silahkan keluar ini ruangan CEO utama " ucap Sekretaris Dift
" Kau tidak mengunci pintu saat masuk? " tanya Bende pada Sekretarisnya dengan tatapan tajam
" Maafkan saya tuan, saya lalai " jawabnya
" Siapa kau? " tanya Bende kepada wanita di depannya
" Saya Vina datang untuk interview tuan " ucap nya memperkenalkan diri dengan centil dan sedikit menyingkap baju atasnya
" Keluarlah, kau di tolak! "
Mendengar suara yang terdengar pelan namun menakutkan itu Sekretaris Dift sedikit takut dan wanita bernama Vina itu kaget
" Tapi tuan saya belum melakukan apa-apa " kini Vina mencoba menjulurkan belahan dadanya supaya menyembul supaya Bende tergoda
Namun nyatanya Bende sangat muak " Jangan tanggung-tanggung, bertelanjang saja disini jika tidak punya malu, murahan sekali kau " ucap Bende?
Sementara Sekretaris Dift bingung harus melakukan apa karena perempuan itu sendiri cukup berani bersikap tidak pantas.
__ADS_1
Bersambung...