
Melihat Bende yang datang mengunjungi mereka, semua pekerja merasa takjub dengan pria yang semakin tampan itu.
Di usia 25 tahun, ia sudah memiliki berbagai perusahaan besar yang tersebar di beberapa Negara
Tak lama kemudian handphonenya berdering menandakan panggilan masuk dengan segera ia mengangkatnya menjauh dari semua orang disana
" Hallo wife "
" Kapan kau pulang? perutku sakit hikss.. " ujar Denna dari seberang telepon
Raut wajah Bende seketika berubah menjadi panik mendengar rintihan sang istri " Aku pulang sekarang, tunggu ya.. " balasnya dengan kepanikan yang sulit dijelaskan
" Cepat hikss.. sakit huhuu " keluh Denna
Bende berlari meninggalkan lokasi bergegas mencari mobil " Dava kunci mobil!! " teriak Bende dengan suara baritonnya
Asisten Dava yang kaget pun sontak melempar kunci mobilnya kepada Bende dan bergegas pamit pada semuanya.
Ia kini bahkan tertinggal bersama supirnya karena Bende membawa mobilnya sendirian
" Hallo sayang.. " ucap Bende dengan memakai earphone yang terpasang ditelinganya
" Hikss.. Bendefidh huhh.. "
Mendengar rintihan yang menyedihkan itu membuat emosi Bende terasa di udak-aduk, ia sangat Benci mendengar suara Denna kesakitan seperti itu
" Tenangkan dirimu okey, tarik nafas dengan pelan "
Denna menuruti yang dikatakan Bende, menarik nafas perlahan yang ia lakukan berulang-ulang
" Sayang kau dengar aku? Denna.. " seru Bende
__ADS_1
" Hikss sakitthh.. " hanya suara rintihan kesakitan yang Bende dengar sejak tadi, ia melajukan mobilnya dengan kecepatan tinggi menyalip mobil-mobil didepannya dengan cepat
Hingga sekitar 20 menit kemudian ia tiba di apartement dan segera memasuki lift menuju lantai 3
" Denna, wife! " serunya melalui panggilan yang masih tersambung
Tak ada jawaban apapun hingga Bende semakin panik, saat lift terbuka buru-buru ia membuka password pintu dan mencari keberadaan Denna
Melihat Denna yang duduk sembari meremas perutnya dengan berlinang air mata membuatnya semakin panik tak karuan
Ia melempar jas nya asal, membanting handphone juga earphonenya ke sembarang arah lalu mendekati sang istri
" Wife.. " seru Bende mendekat
" Hikss.. sakitt huhuuu " keluh Denna memeluk erat tubuh Bende
Bende mencoba membantu Denna berdiri " Awhh Bendefidh.. tidak bisa hiksss.. sakitt hikss.. "
Sepanjang perjalanan Denna terus merintih kesakitan, Bende menggenggam tangannya erat mencoba memberinya kekuatan.
Sesampainya disana ia langsung dibawa menuju ruang VVIP dengan Dr. Shima yang telah siap menunggu di depan
Di dalam sana Denna terus merintih kesakitan, Bende terus mencoba memberikan semangat pada sang istri dan mengajaknya bercerita supaya Denna tidak terlalu fokus ke rasa sakitnya
" Sudah pembukaan 7, kita harus menunggu 3 lagi Tuan " ujar Dr. Shima
" Apa tidak bisa langsung melahirkan? istriku sudah sangat kesakitan! " bentak Bende
Dr. Shima mengerti, karena ini adalah hal pertama bagi Bende jadi ia belum paham mengenai ini dan menjelaskannya dengan sabar terhadap pria arogan didepannya itu
" Bayi belum bisa di lahirkan karena pembukaannya belum lengkap Tuan "
__ADS_1
Bende mengabaikan ucapan itu dan beralih kepada Denna, dengan rintihan dan mata terpejam Denna membuat Bende sedikit takut
" Wife buka matamu, sayang.. " panggilnya
" Sakit hikss.. "
Bende memberikan usapan pada pinggang Denna dengan pelan, berharap rasa sakitnya sedikit berkurang. Sungguh ia benar-benar tidak menyukai Denna kesakitan
" Awhhh.. " jerit Denna saat air ketuban itu telah pecah
Dokter kembali mengecek pembukaannya dan ternyata sudah lengkap
" Nyonya, jika kontraksi datang tarik nafas dan lepaskan perlahan ya " ucap Dr. Shima
Kemudian Denna mulai mengejan berusaha mengeluarkan bayinya dengan sekuat tenaga, bahkan genggamannya pada Bende sangatlah erat
Bende mencium kening istrinya yang tengah berjuang melahirkan anak mereka, juga terus memberi ucapan semangat
" Bendefidh huhhh.. " keluhnya
" Kau pasti bisa wife, ayo ikuti instruksi Dokter. Bagi rasa sakitmu padaku " ujarnya
Denna terus mengejan dengan Bende yang setia mendampinginya, hingga kemudian terdengar suara tangisan bayi yang berhasil keluar dari dalam rahimnya
" Oeekkk.. Oeekk.. " suara itu terdengar begitu lantang hingga membuat Denna juga Bende menitikan air matanya
Bende menghujani ciuman pada wajah istrinya yang telah berjuang untuk anak mereka " I love you "
" Selamat Tuan & Nyonya, bayinya laki-laki dan sangat tampan " ucap Dokter Shima lalu meletakkan bayi tampan itu di atas tubuh Denna
Bende mengecup bibir istrinya singkat mencoba mengungkapkan betapa bahagianya ia hari ini
__ADS_1
" Wellcome to the world jagoan " ucap Bende dengan mata berbinar bahagia