Menemukan Cinta

Menemukan Cinta
Episode 44


__ADS_3

Ia memeluk Denna yang tetap di pangkuannya itu, dengan gerakan tangannya berhasil berada di titik kedua kaitan bra yang dikenakkan Denna


Tak perlu lama bende sudah berhasil melepaskan kaitan itu


Keduanya sama-sama diam, Bende tetap memeluk tubuh gadisnya dan mengusap di bagian belakang tubuh Denna, bercak merah itu menghiasi punggung belakangnya


" Apa lebih baik? apa hal ini yang membuatmu sesak? " tanyanya namun Denna tak bergeming


" Sayang hei.. " panggilnya lembut


Denna semakin erat memeluk tubuh pria di hadapannya itu, pria pertama yang membuka aset atas berharganya


" Apa masih sesak? " tanya Bende dan di balas gelengan kepala dari gadisnya


" Bra sialan! " umpatnya lalu merobek bra yang masih melekat pada tubuh Denna dengan mudah lalu membuangnya asal


Kini bagian tubuh atas Denna polos, Bende berhasil membuka aset yang selama ini Denna jaga


Jelas kini kedua bukit kembar itu terpampang menantang di hadapan Bende


Bersamaan hal itu pintu kamarnya terbuka dengan Dava yang memegang gagang pintu


Bende buru-buru menarik tubuh atas gadisnya dan memeluknya mencoba untuk menutupinya


" Palingkan wajahmu!! " bentak Bende pada Dava yang menoleh pada keduanya, ia menarik selimut yang ada di atas kasurnya dan menutupi tubuh Denna yang masih dalam pelukannya


" Ada apa?! " tanya Bende


Dava yang mematung di depan pintu mendongakkan kepalanya dan berani menatap kedua makhluk hidup yang entah sedang apa


" Tidak tuan, saya hanya ingin memastikan jika- "


" Pergilah! " Bende segera memotong ucapan Dava dan tanpa membantah dava langsung pergi dan menutup kembali pintunya


Bende merasakan kedua bukit kembar itu menempel pada dadanya, ia menahan diri mati-matian dalam posisi itu


" Maafkan aku.. Cup " ia mengecup pucuk kepala Denna


Denna yang tak lagi merasakan sesak hanya diam dan memejamkan matanya

__ADS_1


Sudah hampir jam 11 malam, Bende sedikitpun tak beranjak dari sisi Denna


" Aku akan menggantinya dengan yang baru besok. Sekarang tidurlah " ucapnya lembut


" Aku ingin memakai baju " balas Denna


Bende berdiri dan mengambil baju kaos miliknya, dan ingin memakaikannya pada Denna


" Aku bisa memakainya sendiri " bantah Denna sambil menyilangkan kedua tangannya menutupi tubuh polos atasnya


" Untuk apa di tutup, aku sudah melihatnya " jawab bende enteng


Denna melotot kan matanya, bagaimana bisa pria itu bicara sevulgar itu


" Buang semua bra mu, besok aku akan membelikan yang baru " perintah Bende sambil memakaikan kaosnya pada Denna


" Kenapa? " tanyanya heran


" Oh God! itu kecil sayang, tidak seukuran dengan payudaramu, kau ingin sesak lagi? " jawabnya tanpa rasa malu


Blush, pipi Denna seketika memerah dengan ucapan vulgar yang lelaki itu katakan barusan


" Bendefidh! " ucapnya lalu memukul dada Bende


" Bendefidh " lirih Denna


" Ya? " Bende menatap lekat manik mata Denna


" Aku yang ke berapa? " tanya Denna


" Maksudmu? "


" Aku yang ke berapa yang sudah hampir kau telanjangi " tanyanya dengan menatap Bende


" Hanya kau " jawabnya


" Aku tidak mempercayainya "


" Sungguh, hanya kau. No other woman " jawabnya lagi

__ADS_1


" Peluk aku, aku ingin tidur " balas Denna


" Kau memiliki kebiasaan baru sekarang, yaitu tak bisa tidur tanpa ku peluk " jawabnya enteng


Bende mulai beringsut dan memeluk tubuh gadisnya membenahi posisinya


" Kau tahu yang ku rasakan sekarang? " tanya Bende pada Denna yang mulai memejamkan matanya


" Ya, kau tengah menahan hasratmu " jawabnya tanpa dosa dengan mata tertutup


" Kenyal, dan aku beruntung dapat melihat benda kembar itu " balas Bende


Denna malu dan semakin menyembunyikan wajahnya di dada bidang Bende


" Apa kau selalu tidur tanpa menggunakan bra? " tanya Bende


" Apa kau tidak malu menanyakan itu? " jawab Denna enggan membuka mata


" Aku penasaran "


" Rasanya tidak nyaman jika tidur menggunakan bra " balasnya


" Benarkah? kenapa? " tanya Bende lagi


Denna tak menjawab, mungkin ia sudah di alam bawah sadar dan sedang menjemput mimpinya


Merasa tak dapat jawaban, Bende melihat ke wajah Denna, gadisnya kini tengah tertidur lelap


" Aku mencintaimu " ucapnya pelan dan mencium kening Denna


Bende yang belum tertidur lantas menggerakkan jari telunjuknya untuk mengelus pipi gadisnya


" Aku tak pernah membayangkan hidupku tanpamu " lirihnya


Ia terus bergumam pelan sembari menatap gadisnya yang tertidur lelap.


" Oh yeah sepertinya aku harus ke kamar mandi, gadisku ini sangat menggoda dan tidak mungkin aku melakukannya sekarang "


Bende beranjak pelan dari ranjang miliknya dan membenahi posisi tidur Denna lalu mulai beranjak ke kamar mandi

__ADS_1


" Bun.. Sabuunnn " teriaknya saat berada di kamar mandi dan melakukan aktifitasnya. Hmm you know lah ygy


Jangan lupa tinggalkan jejak ygy


__ADS_2