Menemukan Cinta

Menemukan Cinta
Episode 42


__ADS_3

"No no no no no" bantah Bende ingin marah


"Kau harus menurut! Kau mulai hari ini sampai selesai acara harus menurut, tahan emosi dan kendalikan diri. Mengerti Bend? tutur Raffi


"Up to you, I don't care dengan aturan konyol seperti itu" jawab Bende meninggalkan mereka semua


Saat ini semua teman-teman dan sepupu Bende tengah berkumpul di kediamannya, menikmati hari menjelang hari pernikahan Bende & Denna


"Dimana gadismu bung, perlihatkan pada kami " ujar para teman-temannya Bende


"Kau akan lihat saat resepsi nanti" balas Bende dan berlalu meninggalkan teman-temannya


.


Saat ini Bende tengah bersama Denna, Bende bercerita tentang semua keluarganya, dia adalah anak paling bungsu di keluarga Wilson dan seluruh para saudara-saudara sepupunya laki-laki semua, satupun tidak ada perempuan. Hal itu membuat Denna sangat terkejut


"Jadi, semua saudaramu tidak ada laki-laki hm?" tanya Denna


"Tidak ada sayang, nanti kita akan buat anak perempuan yang banyak" goda Bende, hal itu membuat Denna salah tingkah


"Bendefidh!!" pukulnya pada lengan Bende


Saat sedang asyik mengobrol, mereka di kejutkan dengan kedatangan seorang perempuan


"Halloo.. Boleh masuk?" sapa seorang perempuan


"Kak Nayla" ujar Bende


"Kak Nay" Denna terkejut dan beranjak memeluk Nayla


"Apa kabarmu hm?" tanya Nayla dengan membalas pelukan Denna


"Baikk kak, ohya dimana baby boy?" tanya Denna kepada Nayla


"Aska sedang bersama Bendi, Bende kau keluarlah kami mau mengobrol"


"Aku di usir? Oh ayolah kakak yang keluar biarkan aku bermanja pada gadisku" tawarnya


"No! Tidak ada bantahan" balas Nayla

__ADS_1


"Kapan kalian datang?" tanya Denna


"Baru saja, bersama Oma, Bendri & Ken juga. Mereka sedang ada di bawah" tutur Nayla lalu mereka berdua mengobrol


"Kau beetambah cantik" puji Nayla, dan Denna hanya membalasnya dengan senyuman


Mereka berdua turun ke bawah, baru menginjakkan kaki di tangga sudah banyak pasang mata yang terpesona oleh keanggunan Denna


"Wow"


"Oh God, cantik sekali"


"So beautiful"


"Perfect"


"Cantiknya, manis dan imut juga"


"Sangat cantik"


"Ademnyaa"


Seketika semua para perkumpulan saudara sepupu bende satu persatu beranjak dari tempat duduk dan menghampiri Denna


"Bendee, kau menemukannya dimana?" ujar salah satu dari mereka


"Jangan sentuh dia!" ujar Bende yang ingin marah


Semua keluarga tertawa karena tingkah Bende yang cemburu, ia menunjukkan sisi lain dalam dirinya. Padahal dulu Bende di kenal sangat dingin kepada wanita


Seusainya acara itu. Mereka semua kembali ke kamar masing-masing karena merasa sangat lelah


"Bend, kau lihat kakakmu tidak?" ujar Bendi sambil menggendong bayi berusia 6 bulan


"Di bawah bersama Oma. Kak, sini biarkan aku yang menggendong Aska" tawar Bende, lalu Bendi menyerahkan anaknya pada Bende


Di ruang tamu semua orang menatap bende dengan tersenyum, ia sangat berhati-hati dalam menggendong Aska, semua saudaranya tersenyum melihat Bende yang memainkan tubuhnya lihai menepok pantat bayi mungil menggemaskan itu.


"Wahh wahh ada yang latihan jadi ayah nih" goda Sean

__ADS_1


"Malam pertama langsung buat bung, siapa tahu besoknya langsung jadi"


"Ah ya, berikan keturunan perempuan di keluarga ini"


"Pesen kembar empat perempuan"


"Berhenti menggodaku, ya Tuhan" jawab Bende salah tingkah, lalu berlalu meninggalkan semua orang yang tertawa bergurau menggodanya


"Cup..cup..cupp jangan menangis Aska" ujar Bende menenangkan Aska yang di gendongannya


"Bendefidh.. Kenapa?" tanya Denna yang baru datang dari arah belakang


"Tidak tahu sayang, padahal sudah di beri susu tapi dia tak mau diam" jawabnya


"Sini, aku yang menggendongnya" pintanya. Lalu Bende memberikan Aska ke gendongan Denna


"Hallooo.. Hey jagoan, jangan menangis ya" seketika tangisnya berhenti saat berada di gendongan Denna


Denna berlalu dan membawa Aska ke kamarnya, Bende memperhatikan Denna dengan sangat serius, dia menyungging senyum dan merasa bahwa kini tengah melihat gambaran dirinya di masa depan


"Apa sayang? Aska lapar ya" tanya Denna yang melihat Aska memainkan bibir dengan jarinya dan menyeloteh sendiri


Bende melihat Aska yang tangannya dari tadi menempel pada kedua bukit kembar milik Denna


"Aska, itu milik om Bende ya" ucap Bende menjauhkan tangan Aska dari benda kenyal itu wkwk


"Bendefidh stttt, diamlah dia ingin tidur" bantah Denna


"Sayang aku belum memegangnya, jangan biarkan Aska mendahuluinya" ucap Bende dengan mimik muka sok imutnya


"Uuuu Aska, liat ada yang cemburu" ucap Denna dengan menciumi pipi gembul Aska


Hingga akhirnya mereka bertiga tertidur seranjang dengan Aska berada di tengah-tengah mereka


Bendi yang tak sengaja melewati kamar Denna pun melihat ke dalam karena keadaan pintu yang terbuka, dia melihat mereka bertiga tertidur hanya menggelengkan kepala dan tersenyum, kemudian berlalu kembali turun ke bawah


"Bendi, dimana Aska? jangan ceroboh meninggalkan anak sendirian" celoteh Nayla pada suaminya itu


"Aska tidur bersama Denna dan Bende di kamar Denna, tenanglah kau selesaikan saja pekerjaanmu sayang" dan Nayla bernafas lega setelah mendengarnya

__ADS_1


__ADS_2