Mengandung Bayi Titipan

Mengandung Bayi Titipan
Viral


__ADS_3

Dira dan Adnan bangun di pagi hari dengan perasaan yang bahagia. Usai saling menyapa satu sama lain, keduanya pergi untuk joging selama kurang lebih satu jam.


Setelah itu mereka pulang dan beristirahat. Adnan lalu mandi dan bersiap-siap untuk berangkat ke kantor. Sedang Dira bersiap untuk mengurus bisnis online miliknya.


Mereka sempat sarapan bersama dan mengobrol banyak hal di meja makan. Sampai kemudian Adnan pamit, dan Dira mengantarnya hingga ke mobil.


Adnan lalu pergi dan Dira berkutat dengan urusannya. Tak ada hal yang begitu istimewa pagi itu. Sampai kemudian Adnan tiba di kantor dan seisi kantor menatapnya.


"Kalian kenapa?" tanya Adnan pada para karyawannya.


"Ah, nggak apa-apa koq pak." jawab salah seorang dari mereka.


"Tadi kita habis melihat istri bapak yang viral di media sosial." lanjutnya lagi.


"Istri saya?. viral?"


Adnan mengerutkan dahi, karena memang ia tak mengerti akan hal tersebut.


"Maksudnya?" Lagi-lagi Adnan bertanya dengan nada heran.


"Loh, bapak nggak tau?" Si karyawan balik bertanya.


Adnan terlihat makin bingung. Lalu si karyawan memperlihat rekaman video, dimana Dira tengah memarahi seorang bapak-bapak di kasir.


Adnan kaget, mungkin inilah yang diceritakan istrinya semalam. Mengenai bapak-bapak yang memarahi kasir dan balas dimarahi oleh sang istri.


"Degh."


Batin Adnan mendadak berdetak. Sebab sepertinya ia mengenal kasir yang tengah dibela oleh istrinya tersebut.

__ADS_1


Ya, orang yang sama dengan yang ia antar ke minimarket tempo hari. Akibat nyaris tertabrak mobilnya di sebuah jalan.


"Putri." gumam pria itu.


"Putri siapa pak?" tanya karyawan Adnan.


"Mmm, nggak. Makasih ya udah nunjukin video ini ke saya. Saya jadi lega karena istri saya ternyata masih barbar kayak dulu." ucap Adnan sambil tertawa.


"Iya pak." jawab karyawan tersebut, kemudian pamit berlalu.


Ia kembali ke meja kerjanya. Sedang Adnan masuk ke ruangan. Tak lama ia kemudian meraih handphone dan menghubungi sang istri via WhatsApp.


"Aku udah lihat videonya. Kamu wanita hebat." ucap Adnan.


"Video apaan mas?" tanya Dira heran.


Adnan lalu mencari video itu di Instagram dan mengirimkan linknya pada Dira.


Dira kaget, karena ia juga tak tahu jika ada udah merekam.


"Siapa yang rekam coba?. Malu tau aku."


"Wkwkwkwk, aku aja tau dari orang kantor tadi." jawab Adnan.


"Duh, jadi viral deh. Pantes banyak banget notifikasi di Instagram aku. Tapi belum aku buka." ujat Dira.


Followers atau teman kamu ngetag-ngetag in ke kamu kali." tulis Adnan.


"Iya kali ya. Gimana dong mas?" rengek Dira.

__ADS_1


Meski hanya berupa tulisan, namun Adnan selalu membaca pesan Dira seolah Dira sendiri yang bicara.


"Ya nggak gimana-gimana. Palingan bentar lagi kamu di undang ke TV." ledek Adnan.


"Ih, nggak mau. Malu aku tuh." ujar Dira lagi.


"Wkwkwkwk, udah nggak apa-apa. Kamu udah melakukan apa yang seharusnya kamu lakukan. Kamu hebat bisa ngomong tenang dan stabil kayak gitu, meski konsepnya adalah marah. Aku bisa baca kemarahan kamu yang sebenarnya loh. Tapi berusaha keras kamu tahan saay itu." ujar Adnan.


"Kalau mau nurutin hati mah, itu bapak-bapak udah aku jedotin tembok mas." ucap Dira.


"Wkwkwkwk." balas Adnan.


"Lain kali jedotin aja, kalau emang nggak sopan." lanjutnya kemudian.


"Iya mas, nanti aku nyari perkara lagi. Kamu tenang aja." jawab Dira.


"Hahaha."


Adnan kembali membalas dengan tawa.


"Ya udah, aku balik kerja dulu." ujarnya.


"Selamat bekerja mas Adnan."


"Iya sayang, makasih ya.


Semoga hari kamu memenangkan."


"Iya mas, bye."

__ADS_1


"Bye, sayang.".


Pesan berbalas itu pun kemudian di sudahi.


__ADS_2