Mengandung Bayi Titipan

Mengandung Bayi Titipan
Kaget


__ADS_3

Putri teringat pada Adnan, ketika pria itu sudah pulang. Hal yang paling melekat dalam benaknya adalah ketika tadi ia merasakan tangan Adnan memegang bagian-bagian sensitif di tubuhnya, saat mereka sedang berciuman.


Entah mengapa Putri menginginkan hal itu lagi. Rasanya begitu nikmat dan memberikan sensasi yang berbeda. Meski sejatinya itu adalah perbuatan yang sangat salah.


Putri lalu meraih handphone dan ingin curhat pada Shanin serta Tari. Namun mendadak ia mengurungkan niatnya itu. Pasalnya kini ia takut, jika teman-temannya akan menanggapi dengan cara yang berbeda.


Sebab Shanin dan Tari tak menyukai, apabila Putri menjadi perusak rumah tangga orang. Sekalipun keadaan Putri kini tengah mengandung anak dari Adnan. Walau sejatinya mereka juga suka berkhayal jika Adnan adalah benar suami Putri.


Tetapi mereka masih memikirkan Anita, dan bagaimana rasanya apabila mereka berada di posisi perempuan itu.


Mungkin dewasa ini banyak perempuan yang tak punya hati. Sebagian besar dari mereka masih banyak yang menganggap, jika perempuan yang tak bisa memiliki anak itu adalah perempuan sisa atau buangan.


Hal tersebut didukung pula dengan banyaknya cerita atau novel-novel online yang tersebar. Dimana kadang digambarkan ada tokoh laki-laki yang istrinya mandul. Lalu si laki-laki berselingkuh hingga selingkuhannya hamil.


Dan para pembaca merasa itu adalah sesuatu yang romantis. Rata-rata dari mereka yang juga perempuan, mendukung praktek pelakoran. Dengan berharap si tokoh laki-laki menceraikan istri sah dan menikahi selingkuhannya.


Sungguh fenomena yang begitu miris. Perselingkuhan di manipulasi sedemikian rupa dengan bumbu-bumbu romantis, sehingga dianggap benar di mata para pembaca. Bahkan si tokoh laki-laki dan si selingkuhan sama sekali tak merasa bersalah pada istri yang tersakiti.


Putri tak ingin menjadi seperti itu, ia sadar betul diri dan posisinya sangatlah salah. Namun bayi di dalam perut wanita itu terus menumbuhkan rasa-rasa, yang membuatnya semakin terikat pada Adnan. Putri diam, sambil memeluk bantal guling. Pikirannya kini melayang kemana-mana.


Tak jauh berbeda dengan Putri, Adnan pun mengalami hal demikian. Ia tengah berbaring di atas tempat tidur, dengan Anita yang memeluk tubuhnya dari belakang. Namun pikiran pria itu tertuju pada Putri.


Semakin hari perasaannya semakin emosional terhadap perempuan itu. Bayi di perut Putri seakan membuat rasa sayang di hatinya terus tumbuh.


***


"Itu kehamilan simpatik, bro. Kayaknya hampir semua laki-laki yang istrinya hamil, juga mengalami hal kayak gitu." ucap Tristan pada Adnan ketika lagi-lagi Adnan bercerita tentang apa yang tengah ia hadapi.


Ini terjadi pada keesokan harinya, saat jam makan siang kantor. Mereka sengaja bertemu di sebuah restoran.


Berbeda dengan Putri, Adnan justru lebih leluasa menceritakan apapun pada Tristan. Sebab dalam hal ini Adnan tidak sedang merebut istri orang. Sebaliknya posisi Putri adalah orang ketiga dalam rumah tangga Adnan dan juga Anita. Apabila ia menuruti keinginannya untuk memiliki Adnan.


"Emang efeknya, kita jadi kayak punya perasaan sayang berlebih gitu sama si perempuan yang hamil anak kita?" Adnan bertanya lagi pada Tristan.


"Iya, gue juga dulu gitu. Waktu Lidya hamil Aksara." Tristan menyebut nama anak dan mantan istrinya.


"Tapi setelah Aksara lahir, jadi biasa aja." ujar pria itu lagi.

__ADS_1


"Oh ya?"


"Iya, tapi ada juga yang rasanya bertahan selama seumur hidup. Beberapa orang bisa memupuk rasa itu menjadi lebih besar. Kalau gue memudar gitu aja, makanya cerai."


Adnan menghela nafas. Berarti akan ada dua kemungkinan yang ia akan rasakan nanti. Berlanjut atau berakhir ketika anak mereka telah lahir.


"Makanya saran gue, jangan buru-buru mengambil keputusan. Jangan terlalu terbawa perasaan juga. Sebab sepersekian detik kita bisa aja berubah." ucap Tristan lagi.


Dan lagi-lagi Adnan menghela nafas, lalu ia pria itu pun mengangguk.


***


"Jadi kejadiannya seperti itu?"


Ibu Adnan kaget mendengar pernyataan dari Aldila, kakak perempuan Adnan. Mengenai kasus inseminasi salah sasaran yang di lakukan pihak rumah sakit terhadap Adnan, Anita, dan juga Putri.


"Iya bu, Putri itu nggak sengaja mengandung anaknya Adnan. Karena kesalahan dari pihak rumah sakit." Aldila kembali berujar.


Sementara ibu Adnan kini mencoba mengambil nafas, dadanya sungguh terasa sesak dan jantungnya berdegup kencang. Bagaimana mungkin hal seperti ini bisa terjadi. Ia sudah mengira jika Putri merupakan selingkuhan Adnan yang sangat dicintai oleh Adnan selain Anita, namun ternyata bukan.


"Apaaa?"


Ibu Adnan nyaris terjatuh, Aldila dengan sigap menangkap tubuh ibunya tersebut dan menyuruhnya duduk di sofa. Mereka sejatinya belum mengetahui jika saat ini Putri sudah berubah pikiran mengenai perkara nasib bayi Adnan.


"Ibu nggak mau, Dilla. Ibu nggak mau kalau bayi itu sampai di gugurkan oleh Putri. Kita harus bicara dengan Adnan dan juga Putri. Itu bayi tidak berdosa dan kalau dibunuh, belum tentu Adnan akan bisa mendapatkannya lagi."


"Iya bu, ibu tenang dulu. Nanti Dilla akan bantu bicara sama Adnan."


"Ibu harus cari Putri."


Sang ibu bergerak, namun ia terlihat oleng karena saking syoknya menghadapi berita tersebut.


"Bu, nanti jantung ibu kumat. Tenang dulu!"


Aldilla berusaha keras menenangkan ibunya tersebut. Kemudian sang asisten rumah tangga buru-buru ke dapur, lalu datang kembali dengan membawakan segelas air putih untuk sang majikan.


"Nih bu, minum dulu!" ujar Aldilla.

__ADS_1


Wanita itu pun meminum air yang diberikan, lalu mencoba menarik nafas dalam-dalam.


"Tenang bu, Dilla akan temui Adnan siang ini." ujar Aldilla lagi.


"Yang terpenting itu temui Putri juga, minta sama dia jangan gugurkan anak itu. Ibu akan bayar berapapun yang dia minta."


"Iya bu, nanti Dilla juga akan bicara dengan Putri."


"Jangan ditunda-tunda sampai besok, Dilla. Kita harus bergerak cepat, sebelum terlambat. Kalau tidak kita akan menyesal nantinya."


"Iya bu, hari ini akan Dilla laksanakan semuanya. Ibu tenang ya, minum lagi."


Ibu Adnan mengangguk dan meminum kembali sisa air putih di dalam gelas. Kini hati perempuan itu benar-benar resah. Ia masih takut jika Putri sampai nekat menggugurkan bayi yang tengah ia kandung.


***


"Say, gimana nih. Mau menjalankan misi kedua?. Biar makin bertambah buktinya?"


Salah satu anggota grup WhatsApp geng gosip, mulai memancing anggotanya dengan aroma dosa yang begitu wangi.


Satu persatu dari mereka mengambil handphone dan membaca pesan tersebut. Lalu mereka sama-sama tersenyum jumawa. Seakan mendapat makanan yang begitu lezat.


"Siapa nih yang akan jadi pelaksana hari ini?" tanya yang lainnya lagi.


"Biar gue aja gimana?"


Yang pertama mengetik pesan tadi kembali bersuara.


"Laksanakan mak!"


"Ciayo!"


"Ayo mak!"


"let's Go!"


Masing-masing dari mereka pun mendadak menjadi team penyemangat.

__ADS_1


__ADS_2