
Usai dari kediaman Ghea, Putri pun pamit pulang. Saat itu sudah pukul 23:23. Nyaris tengah malam.
Ghea bilang besok pagi saja. Tetapi Putri ngotot ingin pulang malam itu juga. Karena besok ia ada shift pagi.
Putri yang tak bisa dipaksa tinggal, akhirnya mengharuskan Ghea untuk mengorder taksi online.
Putri pulang malam itu juga. Sementara Ghea percaya saja pada si driver. Putri juga sudah ngantuk saat masuk ke dalam mobil tersebut.
"Mau lewat mana mbak?" tanya si driver tersebut padanya.
"Terserah bapak aja pak, saya nggak tau jalan." ujar Putri.
Maka tak lama setelah itu Putri pun memejamkan mata. Di kediamannya kini Ghea juga sudah merebahkan diri ke atas tempat tidur. Lantaran ia juga sudah di serang kantuk.
***
Waktu terus berlalu.
Putri kemudian terbangun dan menyadari ini bukan jalan yang mengarah ke kosannya. Malah semakin menjauh dari kawasan tempat dimana ia tinggal.
"Pak, ini kita mau kemana?" tanya Putri mulai panik.
"Si supir diam."
__ADS_1
"Pak, ini kita mau kemana?." tanya nya sekali lagi.
"Ini bukan arah ke kosan saya loh." lanjutnya kemudian.
Si supir malah menaikkan kecepatan.
"Pak jangan main-main ya. Saya mau pulang, saya bisa laporkan bapak."
Putri lalu mengirim chat pada Ghea, bahwa ia dibawa oleh driver taksi entah kemana.
Ia juga langsung cepat mengadakan live Instagram merekam wajah si driver. Driver itu lalu menepis handphone Putri dan menaikkan kecepatan.
Handphone Putri terjatuh, dan kini Putri berteriak-teriak. Ia lalu di bawa ke sebuah jalan yang sepi, dimana ada dua pria yang sudah menunggu disana.
Namun si driver memukul kepalanya, hingga Putri nyaris mau pingsan rasanya. Tapi ia tetap berusaha keras meminta tolong. Meski ketiga orang itu terus menahan tubuhnya.
"Tolong, lepaskan saya!"
"Tolong!"
Ketiga pria itu tertawa menyeringai, bahkan ada yang sudah siap melakukan aksinya. Sampai kemudian,
"Buuuk"
__ADS_1
Seseorang muncul dan langsung menendang si driver dan komplotannya. Orang tersebut dibantu oleh satu orang lainnya.
"Pak Adnan."
Putri berteriak, karena ternyata orang yang menolongnya tersebut adalah Adnan. Entah secara kebetulan atau apa, yang jelas ini pertolongan dari sang pencipta alam semesta untuk Putri.
Adnan terus menghajar para calon pelaku pemerkosaan tersebut, hingga mereka babak belur dan berhasil di lumpuhkan.
Tak lama teman Adnan menelpon polisi. Dan selang beberapa saat kemudian para polisi itu datang, lalu mengamankan para pelaku.
Pada saat yang bersamaan Ghea tiba dengan masih memakai pakaian tidur. Adnan dan Ghea mendekat ke arah Putri, lalu Putri pun menangis.
"Kamu nggak apa-apa?" tanya Adnan.
Putri menggelengkan kepala, namun masih tersedu-sedu. Adnan menggendong gadis itu dan membawanya ke mobil.
Ia dan Ghea membawa Putri ke rumah sakit terdekat. Sementara teman Adnan ikut ke kantor polisi untuk memberikan keterangan.
Dokter di bagian emergency langsung menangani Putri. Sementara kini Adnan bertanya pada Ghea mengenai apa yang sebenarnya telah terjadi.
Ghea mengatakan jika tadi putri main ke rumahnya. Tapi kemudian ia memaksa untuk pulang.
Ghea awalnya ragu, tapi karena Putri mengatakan besok ia ada shift pagi. Maka mau tidak mau Ghea harus menuruti keinginan temannya itu.
__ADS_1
***