Mengandung Bayi Titipan

Mengandung Bayi Titipan
Sebuah Permohonan


__ADS_3

"Putri."


Ibu Adnan tiba dan langsung menghampiri Putri yang baru keluar dari kantor. Para biang gosip yang tanpa sengaja melihat hal tersebut, langsung bersembunyi di balik tembok untuk mengintip.


"Ibu?"


Putri terkejut, apalagi ketika melihat ibu Adnan tampak menangis di hadapannya.


"Ibu kenapa bu?" tanya Putri heran sekaligus panik.


Perempuan itu segera menarik ibu Adnan dan membawanya ke sebuah area yang sepi. Kebetulan di tempat itu ada sebuah bangku panjang, lalu mereka pun duduk dan mengobrol disana.


Para biang gosip tentu saja tak ketinggalan. Mereka kini berada dalam persembunyian yang tak jauh dari Putri dan juga ibu Adnan.


"Bu, ibu kenapa?" tanya Putri sekali lagi.


"Tolong jangan gugurkan anak ini putri, ibu mohon sama kamu. Ibu sudah tau permasalahan antara kamu dan Adnan. Tapi ibu mohon jangan bunuh anak ini, ibu mohon Putri."


Para biang gosip menutup mulut tanda kaget. Mereka langsung bergerak cepat mengeluarkan handphone dan merekam semua itu.


"Bu, saya sama pak Adnan sudah sepakat bahwa anak ini akan saya lahirkan."


Ibu Adnan menatap Putri dengan penuh keterkejutan, namun sekaligus senang. Para biang gosip makin menganga mulutnya karena mengetahui hal tersebut. Apa yang menjadi dugaan mereka memanglah benar adanya.


"Bener kan hamil anaknya pak Adnan." ujar salah satu dari mereka sambil berbisik.


"Ibu jangan nangis lagi ya."


Putri mengeluarkan tissue dari dalam tasnya. Kebetulan memang ia selalu membawa setiap hari. Maka ibu Adnan pun menyeka air mata yang keluar.


"Kamu serius kan, nggak cuma mau menyenangkan hati ibu saja?"


"Nggak bu, saya serius. Ibu tanya aja sama pak Adnan."


"Dia manggilnya masih pak, apa si Putri ini diperkosa sama pak Adnan?" bisik salah seorang biang gosip lagi.


"Halah nggak mungkin, pasti di rayu-rayu terus ngangkang. Keliatan tuh si Putri, sama Aaron aja sering jalan liburan berdua kan kemana-mana. Bikin insta story' lagi di resort mana, hotel mana, berdua pula." celetuk yang lainnya.


"Iya, mustahil nggak satu kamar dan nggak ah, oh, ah, oh sama si Aaron." timpal yang lainnya lagi.


Mereka memang telah lama menjadi stalker dari hidup orang-orang yang bekerja di kantor itu. Mereka sangat-sangat kepo dan suka mengurusi hidup orang lain. Terutama dosa orang lain.


"Ya sudah, ibu minta kamu menikah ya sama Adnan."

__ADS_1


Putri terkejut mendengar permintaan itu, para biang gosip juga tak kalah kagetnya dengan Putri.


"Nikah?" ujar mereka secara serentak, namun dengan suara yang sangat pelan.


"Iya Putri, anak ini harus jelas statusnya. Dia harus punya ibu dan ayah yang menikah. Ibu nggak mau nanti hidup dia jadi bahan gunjingan orang, kalau sampai orang-orang tau anak ini terlahir tanpa pernikahan."


"Tapi bu, saya nggak bisa."


"Kenapa?"


"Pak Adnan itu sudah punya istri, dan saya masih punya pacar. Ibu pernah ketemu kan sama Aaron?"


"Gila ya si Putri maruk banget anjir." Salah satu biang gosip kembali berujar.


"Udah bunting anak pak Adnan, masih mau Aaron juga. Hyper dasar!"


"Paling tidak menikahlah sampai anak ini lahir Putri." Ibu Adnan kembali berujar.


"Bu."


"Putri, sekali ini saja ibu mohon sama kamu. Kita memang tidak saling kenal sebelumnya. Tapi ibu mohon sama kamu, sebagai seorang ibu yang menginginkan kebahagiaan untuk anaknya. Ibu ingin melihat Adnan punya anak dari sebuah pernikahan, itu saja. Ibu nggak tau seberapa lama lagi umur ibu, ibu cuma mau memastikan cucu ibu lahir dengan orang tua yang menikah. Setelah itu kalau kamu mau meninggalkan Adnan, ibu tidak akan menghalangi. Karena ibu juga tau Adnan tidak akan meninggalkan Anita. Dia cinta mati sama perempuan tidak berguna itu."


Putri agak tak enak mendengar hal tersebut. Para biang gosip kembali meradang.


Salah seorang dari mereka tampak sangat kesal pada Putri dan juga ibu Adnan.


"Pikirkan sekali lagi Putri, ibu akan bicara sama Adnan dan Anita. Ibu mau Adnan menikahi kamu segera."


Putri diam, ia tak bisa berkata apa-apa lagi. Dalam hatinya kini seperti ada dua sisi. Satu ia menerima hal tersebut, dan sisi lainnya menentang. Sebab Adnan itu adalah suami orang.


***


Putri akhirnya pulang naik taxi. Sementara ibu Adnan kini terpaku di bagian tengah mobilnya yang berjalan. Wanita itu terdiam dan berpikir, sama halnya seperti Putri.


Dilain pihak, gosip pun mulai di forward oleh para biangnya dan menuju ke handphone masing-masing pekerja di kantor mereka. Laki-laki, perempuan, tulen maupun setengah-setengah, semuanya menerima gosip tersebut.


Semua orang syok dan tak percaya. Bagaimana mungkin Putri memiliki affair dengan bos yang bahkan baru memimpin perusahaan mereka selama beberapa waktu.


Seluruh pandangan orang-orang yang kenal dengan Putri pun mendadak berubah, Sita misalnya. Gadis itu kini seperti mulai membenci sikap Putri. Ia sangat menyayangkan mengapa Putri melakukan tindak pelakoran atau merebut suami orang.


Padahal dulu-dulu, setiap ada berita mengenai perempuan yang merusak rumah tangga orang. Putri selalu kesal dan marah paling depan. Ia akan menghujat dan mencaci perbuatan itu.


Tapi sekarang, justru Putri sendiri menjadi selingkuhan Adnan di mata mereka semua. Dan Putri telah dianggap atau dicap sebagai perempuan yang munafik.

__ADS_1


***


"Mi, Aaron mau minta maaf sama Putri. Aaron salah mi."


Aaron yang saat ini masih berada di rumah sakit, berbicara pada ibunya. Sang ibu pun tersenyum lalu mengusap kepala anak laki-lakinya itu.


"Ya sudah, minta maaf dan perbaiki hubungan kalian. Kalau kamu masih cinta, terima Putri apa adanya. Bahkan di luar sana banyak laki-laki yang menikahi janda beranak. Hidup mereka bahagia-bahagia saja. Lagipula mau berasal dari benihmu atau bukan, anak tetaplah seorang anak. Semuanya adalah titipan, yang harus di jaga."


Aaron mengangguk, lalu sang ibu memeluk pemuda itu dengan erat. Tak lama seorang perawat datang, dan memberikan obat untuk Aaron.


Usai minum obat ia pun diserang kantuk yang amat hebat. Aaron tertidur, lalu sang ibu meninggalkannya sendirian di ruangan.


"Selamat sore."


Seorang wanita yang kira-kira lebih tua menyapa ibu Aaron.


"Iya, ada apa ya mbak?" tanya ibu Aaron pada wanita itu.


"Apa benar, Aaron pacarnya Putri sedang dirawat disini?" tanya perempuan itu.


"Benar, mbak siapa ya?" tanya ibu Aaron lagi.


"Saya Rianti, ibunya Adnan. Yang ada masalah dengan Putri."


"Oh Adnan." ujar ibu Aaron.


"Ibu kenal anak saya?" tanya ibu Adnan pada ibu Aaron.


"Iya, kebetulan saya pernah ketemu dia." jawab ibu Aaron.


"Ada apa ya bu, ibu sampai datang kesini?" ibu Aaron lanjut bertanya.


"Saya ingin bertemu Aaron, ada hal yang mau saya bicarakan." jawabnya.


"Oh, Aaron nya baru saja tidur bu. Ibu mau menunggu atau mau bicara saja sama saya. Nanti saya sampaikan kepada Aaron."


"Baik, saya mau menyampaikan soal Putri." ujar ibu Adnan.


"Putri?"


"Iya, bisa kita bicara di tempat lain?" tanya ibu Adnan.


"Oh tentu."

__ADS_1


Ibu Aaron mempersilahkan sebuah jalan bagi ibu Adnan. Kini mereka menuju ke kafe yang ada di sebelah rumah sakit tersebut.


__ADS_2