
Adnan menutup mata sang istri dengan menggunakan kain merah. Dira pun jadi makin penasaran, akan dibawa kemana ia oleh suaminya tersebut.
Saat ini mobil mereka telah diparkir di depan sebuah tempat. Adnan keluar duluan kemudian membuka pintu dan menggandeng tangan Dira.
Mereka berjalan memasuki ruang yang keadaan dalamnya Dira tak tau. Sebab kini matanya telah tertutup.
"Mas, aku deg-degan." ujar Dira.
Adnan tersenyum. Mereka terus melangkah kemudian memasuki sebuah lift. Dira bisa merasakan kalau mereka sedang naik ke atas saat ini.
Setelah menunggu beberapa saat, lift pun berhenti. Kemudian pintunya terbuka dan mereka sama-sama melangkah keluar. Adnan masih menggenggam tangan istrinya itu dengan erat.
Mereka berjalan sedikit lalu kemudian Adnan berhenti. Praktis Dira pun turut menghentikan langkahnya. Adnan membuka penutup mata istrinya itu, dan terlihatlah sebuah pemandangan yang indah.
Dimana dua buah kursi dan juga meja terlihat menghias di suatu sudut. Sementara di sekeliling terdapat lampu-lampu kecil, dengan dekorasi bunga mawar berwarna merah.
Dira tersenyum dan hampir saja menangis saking takjubnya melihat semua itu.
Adnan kemudian menarik Dira dan mengajaknya untuk duduk. Mereka kini berada di ata roof top sebuah gedung. Dan disana hanya ada mereka berdua.
"Mas, ini bagus banget. So magical." ucap Dira.
__ADS_1
Adnan lagi-lagi tersenyum.
"Kamu suka?" tanya nya kemudian.
"Suka banget." ucap Dira.
"Makasih ya." lanjutnya kemudian.
"Sama-sama, sayang."
Tak lama seorang chef dan asistennya masuk membawakan makan malam mewah untuk mereka.
Mereka mengawali semua itu dengan sampanye. Mereka bersulang, kemudian minum bersama. Tak lama setelahnya mereka mulai makan.
Adnan dan Dira sendiri lanjut maka sambil berbincang. Adnan mendengarkan segala yang Dira katakan sambil tak henti menatap mata wanita itu.
Jiwa Dira menjadi teduh atas perlakuan manis sang suami. Setelah makan musik pun terasa makin syahdu.
Sedari tadi mereka memang mendengarkan musik yang romantis. Adnan mengulurkan tangan dan Dira pun menyambutnya.
Kemudian pasangan suami-istri itu sama-sama berdiri lalu mereka berdansa.
__ADS_1
***
Kembali ke kamar kos, Putri menonton adegan diner yang diakhiri dengan dansa romantis.
Ia makin senyum-senyum sendiri dan di kepalanya muncul lagi khayalan. Bagaimana jika yang berdansa itu adalah dirinya dan juga Adnan.
"Ah."
Putri benar-benar serasa melayang di udara. Ia terbang bagai menembus lapisan awan. Belum pernah ia sesuka ini terhadap seorang pria.
"Ya."
Sekalipun ia belum pernah mengalami. Baru kali ini saja dan ia sangat menikmati semuanya.
Malam beranjak naik, semilir angin berhembus melewati Adnan dan Dira yang masih berdansa. Sesekali mereka berciuman dan tersenyum satu sama lain.
"Kamu cantik banget sayang."
Adnan memuji seraya mengelus tangan Dira dan menatap wajah perempuan itu. Sementara Putri berkhayal di perlakukan demikian oleh Adnan.
Ia juga berkhayal di peluk, kemudian mereka berciuman. Pada kenyataannya Adnan kini kembali mencium bibir sang istri. Dan tiba-tiba saja tongkat miliknya mencuat.
__ADS_1
Adnan mengajak Dira ke dalam, ternyata gedung itu adalah hotel dan Adnan sudah menyewa sebuah kamar.
Ia menarik sang istri untuk masuk ke dalam sana, seiring dengan Putri yang kini menghempaskan diri ke atas tempat tidur. Dan berharap Adnan ada di atas tubuhnya.