Mengandung Bayi Titipan

Mengandung Bayi Titipan
Syok


__ADS_3

"Put."


Shanin memanggil Putri, saat ia dan Tari hendak meninggalkan apartemen wanita itu. Adnan sendiri sudah pulang sejak tadi. Putri mendekat, Shanin dan Tari lalu bergantian memeluknya.


"Kalau emang ini yang terbaik buat lo, kita mendukung koq. Asal tujuan lo beneran buat anak ini. Bukan karena lo pengen menghancurkan rumah tangga pak Adnan dan mbak Anita." ujar Shanin.


"Iya put, biar masalah ini juga cepet selesai dan lo bisa hidup tenang lagi kayak dulu." timpal Tari.


Putri mengangguk, lalu kemudian mereka kembali berpelukan.


***


Di kediaman Aaron.


"Mi, Aaron mau pulang ke London."


Aaron berujar pada ibunya, ketika ia akhirnya diperbolehkan pulang oleh dokter.


"Ya sudah, kalau memang itu keputusan kamu. Tapi kamu yakin udah baik-baik aja?" tanya ibunya lagi.


"Yakin, mi. Aaron udah sehat koq." jawab Aaron sambil tersenyum.


Sang ibu cukup yakin, meski ia mengetahui jika di dalam hati puteranya itu masih sangat patah dan bersedih. Betapa tidak, hubungan yang dibina selama bertahun-tahun, saling mencintai, sudah sama-sama mapan, satu keyakinan dan banyak kesamaan dalam hal apapun.


Ternyata Itu semua tak menjamin sebuah hubungan akan menjadi gampang bersatu. Jika sang pemilik alam berkehendak lain, maka inilah yang terjadi.


Siapa yang menyangka jika peristiwa ini akan menimpa hidup Putri dan dirinya. Seumur-umur tak pernah mendengar berita dokter yang melakukan kesalahan seperti yang dilakukan dokter Fadly.


Tetapi tiba-tiba terjadi pada Putri, lalu berdampak ke segala aspek termasuk hubungan mereka.


Siapa yang menduga akan demikian. Siapa yang menyangka jika seorang dokter dan perawat, bisa melakukan kesalahan yang begitu fatal.


Tapi itulah takdir, tak ada seorang pun yang bisa menolaknya. Aaron menganggap ini adalah cobaan untuk hubungan mereka. Dan ia hanya berharap semoga apa yang telah ia dan Putri lakukan, merupakan suatu keputusan yang benar.


"Aku mau ketemu, sebelum aku balik ke London ." ujar Aaron pada Putri melalui laman WhatsApp miliknya.


"Aku juga mau bicara sama kamu." balas Putri kemudian.

__ADS_1


"Ok, nanti aku jemput kalau semua urusanku udah beres. Mungkin besok atau lusa." balas Aaron lagi.


"Ok." jawab Putri.


***


"Putri hamil dengan laki-laki lain selain Aaron?"


Salah satu tante Putri terkejut mendengar semua itu. Beberapa anggota keluarga lainnya yang turut hadir tampak begitu syok.


"Iya." jawab Aline kemudian.


Gadis itu begitu kesal pada Aaron yang masih saja ingin kembali pada Putri. Meski menurutnya sang adik telah di khianati.


Aline tidak mengetahui perkara terbaru diantara Putri, Adnan, dan juga Aaron. Bahwasanya Aaron kini telah merelakan Putri untuk menikah dengan Adnan selama sementara waktu.


Saat ini tujuan Aline mendatangi keluarga Putri adalah, supaya mereka mendesak Putri menikah dengan Adnan dan menjauhi Aaron. Aline tak ingin adiknya di sakiti lagi oleh Putri.


Sebagai kakak, Aline memang sangat menyayangi adiknya. Tapi sebagai manusia biasa, jelas kelakuannya ini salah. Ia menambah runyam suasana. Padahal Putri sudah menyimpan rahasia ini rapat-rapat dari keluarganya.


"Bagaimana mungkin semuanya bisa terjadi?. Kenapa Putri sampai tega melakukan hal ini?. Bukankan keluarga kita sudah saling bertemu, dia sama Aaron katanya saling mencintai dan sudah di tunangkan."


"Kami tidak apa-apa dan tidak marah, tante." Aline yang bermulut manis dan berhati licik mencoba meredam suasana.


"Yang penting tante nasehati Putri, untuk menikah dengan ayah dari anak yang dia kandung saat ini. Bukan apa-apa, kami sih satu keluarga menerima saja anak itu. Tapi anak itu butuh bapak kandungnya." ujar Aline.


Tante Putri yang masih syok tersebut merasa begitu tak enak pada Aline dan keluarga besar Aaron. Sementara Aline memang sengaja tak menceritakan kejadian sesungguhnya.


"Maafkan kelakuan Putri ya, Aline. Sampaikan maaf kami juga ke keluarga besar kamu. Kami sangat-sangat malu dan merasa bersalah. Kami akan segera menemui Putri dalam waktu dekat." Tante Putri kembali berujar.


"Baik tante, sekali lagi keluarga kami tidak membenci keluarga tante maupun Putri. Kedatangan saya kesini hanya untuk meluruskan permasalahan yang ada."


"Terima kasih banyak dan tante atas nama keluarga besar Putri benar-benar meminta maaf. Tolong maafkan kelakuan Putri."


"Iya tante, kami semua memaafkan." jawab Aline.


***

__ADS_1


"Hhhh, lega gue. Akhirnya keluarga si Putri tau kejadian ini."


Aline berujar pada rekannya Bella, ketika sudah keluar dari kediaman tante Putri. Mereka kini berada di dalam mobil yang di kemudikan oleh Aline.


"Tapi lo ceritain kan kejadian sebenarnya?" tanya Bella pada Aline.


"Kagak, gue bilang aja si Putri hamil anak orang lain." jawab Aline santai.


"Nggak lo bilang gitu, kalau kejadiannya gara-gara malpraktek dokter yang lalai?" tanya Bella lagi.


Aline tersenyum.


"Kagak." jawabnya sambil tersenyum.


'Wah parah lo." ujar Bella.


"Harusnya lo ceritain, Lin. Nggak boleh kayak gitu. Nanti lo malah menimbulkan kesalahpahaman baru." lanjut teman Aline tersebut.


"Biarin aja si Putri yang menjelaskan sendiri. Capek gue mesti ngomongin masalah itu dari awal. Iya kalau keluarganya melek pengetahuan dan langsung ngerti. Kalau kagak, kan capek gue. Mesti lah gue kasih pengertiannya dulu, apa itu inseminasi buatan, apa itu malpraktek. Bla, bla, bla, bla."


"Hhhhh." Kali ini Bella menghela nafas.


"Semoga nggak ada kejadian besar dan serius setelah ini." ujar perempuan itu.


"Lo peduli sama si Putri?. Emang lo nggak suka sama adek gue?" tanya Aline kemudian.


"Ya suka sih suka, gue seneng liat adek lo. Dia cakep, manis, mapan. Tipe gue banget. Tapi kan nggak harus menghilangkan kepedulian juga, mentang-mentang kita suka sama seseorang." ujar Bella.


"Gue juga prihatin sama kejadian yang menimpa Putri, ini pasti nggak mudah buat dia." lanjutnya kemudian.


Aline hanya menarik salah satu sudut bibirnya, sambil terus mengemudikan mobil.


***


Sementara pasca kepulangan Aline, kini keluarga Putri ketar-ketir. Mereka mengadakan rapat keluarga secara mendadak untuk membahas hal ini.


Kedua orang tua Putri sudah tidak ada, dan mereka lah yang kini bertanggung jawab atas diri perempuan itu.

__ADS_1


Beberapa anggota keluarga yang dituakan atau yang cukup tua dalam keluarga hadir dirumah Tante Putri yang tadi di datangi oleh Aline.


Mereka yang tak tahu mengenai kejadian ini pun diberitahu. Dan mereka seluruhnya menjadi syok. Mereka tak menyangka jika Putri akan melakukan hal yang memalukan seperti ini.


__ADS_2