Mengandung Bayi Titipan

Mengandung Bayi Titipan
Film


__ADS_3

Dira melihat di internet, resep untuk kesuburan. Ia lalu membuat resep tersebut dan meminumnya.


"Huek, pahit."


Dira hampir saja muntah karena hal tersebut. Sampai-sampai ia menarik perhatian Adnan yang sudah pulang sejak tadi.


"Kamu kenapa?" tanya Adnan heran.


"Ini mas, aku habis minum ramuan subur rahim." ujar Dira.


"Beli dimana kamu?. Jangan ngasal, ntar bahaya loh." ujar Adnan seraya mendekat. Ia menilik ke dalam gelas bekas ramuan tersebut dan menciumnya.


"Ini bikin sendiri mas." ucap Dira.


"Bahannya apa aja?" tanya Adnan lagi.


Dira lalu menyebut apa saja isi dari ramuan tersebut. Tak ada bahan yang berbahaya. Semuanya berasal dari tumbuhan dan rimpang-rimpangan. Tetapi ada satu bahan yang rasanya pahit.


"Lain kali hati-hati ya. Jangan sampai karena obsesi kamu pengen hamil, kamu jadi membahayakan nyawa kamu sendiri." ucap Adnan.


"Pokoknya apapun itu, tetap harus perhatikan komposisi bahanya. Cari tau juga kalau mencampur satu bahan ini dengan yang lain, bisa bahaya nggak?" tukas pria itu lagi.


"Iya mas." jawab Dira.


Adnan lalu menarik Dira ke dalam pelukannya.


"Semangat ya, aku sayang kamu." ucap Adnan.


Dira lalu tersenyum, namun kemudian ada rasa pahit susulan di lidahnya.


"Iyuh."

__ADS_1


Dira mengambil segelas air putih dan meminumnya hingga hampir habis. Adnan antara kasihan tapi lucu melihat istrinya itu.


"Kasihan kamu." ucapnya seraya memandangi Dira.


"Nanti kalau kit punya anak, aku bakal ceritakan gimana mamanya berjuang untuk mendapatkan dia." ucap Adnan.


Dira balas menatap suaminya itu, dan tersenyum penuh haru. Adnan lalu mencium bibir Dir, tak lama mereka pun saling berpelukan dalam suasana yang mendadak emosional.


"Kita nonton aja yuk!"


Adnan coba mencairkan suasana.


"Mau nonton apa?" tanya Dira kemudian.


"Nonton apa aja jug boleh, yang penting sama kamu." goda Adnan.


"Gombal." Seloroh Dira.


Televisi tersebut tersambung ke kabel HDMI yang terkoneksi dengan laptop. Di laptop tersebut ada situs nonton berbayar yang biasa mereka gunakan.


Mereka pun larut dalam tontonan tersebut, sambil menikmati makanan ringan. Sebelum itu Dira juga ada memesan minuman via ojek online.


"Parah banget ini orangnya. Kasihan tau kasir supermarketnya."


Dira mengomentari adegan di dalam film. Dimana kasir swalayan di maki-maki oleh pelanggan hanya karena sebuah kesalahan kecil.


"Jadi ingat tadi siang mas." ucapnya.


"Soal apa?" tanya Adnan seraya menoleh sejenak. Lalu kembali memperhatikan layar televisi.


"Aku tadi pas pulang dari ketemu mama. Aku mampir ke minimarket, mau beli sabun dan lain-lain." ucap Dira.

__ADS_1


"Terus?" tanya Adnan.


"Ada bapak-bapak marahin mbak-mbak kasirnya. Cuma karena mbak kasirnya nawarin mau donasi apa nggak."


"Donasi yang seratus perak itu?" tanya Adnan.


"Iya, kan biasanya itu si mbaknya nggak punya kembalian kan. Nyari duit receh itu gampang-gampang susah juga. Banyaknya yang pecahan dua ratus atau lima ratus." ucap Dira lagi.


"Lah terus ada yang marah gitu?" tanya Adnan lagi.


"Iya, bapak-bapak. Kayak lebih tua dikit lah dari kita. Orangnya rapi, pake mobil bagus. Eh, dia ngomel-ngomel. Katanya ini penipuan lah segala macem, bla, bla, bla. Sampe ujungnya menghina fisik si mbaknya."


"Menghina gimana?" tanya Adnan.


"Katanya kurus kerempeng karena makan duit haram."


"Dih, parah banget. Mereka kan cuma menjalankan sistem perintah atasan aja. Kalau nggak mau donasi ya udah, ribet banget jadi orang."


"Makanya itu mas. Terus aku labrak aja bapak-bapaknya. Aku marah-marahin." ucap Dira.


"Oh ya?"


Adnan kaget mendengar semua itu.


"Abisnya sebel." ucap Dira lagi.


"Tapi dia nggak ngapa-ngapain kamu kan?" tanya Adnan. Raut wajah pria itu berubah agak cemas. Dira memang kadang frontal dan juga barbar dalam memerangi orang yang tidak ia sukai.


"Nggak, langsung lari dia."


Adnan menarik nafas panjang, kemudian memperhatikan Dira dan membelai rambut panjangnya yang indah.

__ADS_1


Tak lama ia pun menarik istrinya itu ke dalam pelukan. Mereka lanjut nonton hingga film tersebut selesai.


__ADS_2