
Dira menjenguk Putri. Karena ia bersimpati pada kejadian yang menimpa gadis itu.
Dan lagi ada banyak netizen yang mentag akunnya, atas postingan mengenai kejadian tersebut.
Kebetulan siang ini ia sedang tak begitu sibuk, sehingga ia bisa menyempatkan diri untuk datang.
Tadi ia ada sempat mengunjungi minimarket tempat dimana putri bekerja. Ia bertanya pada salah satu karyawan disana, mengenai dimana kini Putri berada.
Setelah mendapat informasi aktual dan terpercaya, ia pun lalu menyambangi rumah sakit, tempat dimana Putri dirawat. Kini ia telah berhadapan dengan Putri secara langsung.
"kejadiannya itu gimana, Put." tanya Dira pada Putri. Ia amat sangat penasaran dengan kronologi kejadian.
Kemudian Putri menceritakan semua itu. Dira sampai bergidik ngeri, karena membayangkan berada dalam situasi tersebut. Pastilah itu sangat traumatis bagi siapapun uang mengalami.
"Lain kali hati-hati. Apalagi kalau udah di atas jam 11 malam, jangan kemana-mana lagi kalau bisa." ucap Dira.
"Iya mbak, saya takut jalan malam sekarang." tukas Putri.
"Tapi kamu beneran belum sampai di apa-apain kan sama mereka?" Lagi-lagi Dira berucap.
"Belum mbak, tapi udah nyaris terjadi." jawab Putri.
Dira menatap gadis itu dan ia benar-benar merasa kasihan.
"Untung ada yang nolong saya, mbak. Kalau nggak, saya nggak tau apa yang akan terjadi." ujar Putri lagi.
__ADS_1
"Itu artinya kamu masih dilindungi, Put. Pokoknya lain kali harus lebih berhati-hati lagi. Kita nggak pernah tau niat apa yang ada di hati orang-orang, yang bertemu dengan kita di setiap hari." tukas Dira.
"Iya, mbak." jawab Putri kemudian.
Mereka lanjut berbincang sampai kemudian Dira pamit.
***
Adnan muncul tepat beberapa saat setelah Dira pulang. Pria itu sama sekali tak mengetahui jika istrinya baru saja mengunjungi Putri.
"Pak."
Putri menyapa Adnan, dan Adnan meletakkan sesuatu di meja samping tempat tidur.
"Makasih pak." ucap Putri.
"Gimana petugas kepolisiannya, udah ada yang datang?" tanya Adnan.
"Udah pak, dan mereka udah ngambil keterangan juga dari saya." jawab Putri.
"Ya sudah, bagus kalau gitu."
"Oh ya pak, soal biaya rumah sakit ini gimana?. Saya nggak punya uang banyak soalnya." ujar Putri.
"Kamu tenang aja, saya bantu bayar.
__ADS_1
Teman kamu si Ghea juga ada bicara sama saya kemarin. Dia juga mau ikut bantu. Sembari kita menunggu tanggungjawab kompensasi dari pihak aplikasi taksi online." jawab Adnan.
Putri kini bernafas lega. Ia benar-benar baru terpikir akan semua itu tadi pagi. Ia takut tak bisa membayar, karena ia sendiri pun tak memiliki tabungan yang cukup.
"Pokoknya kalau soal itu kamu tenang aja, nggak usah dipikirkan." ucap Adnan.
Putri lalu mengangguk dan berterima kasih pada pria itu.
"Kamu udah makan?" tanya Adnan.
"Belum jam makan siang pak." jawab Putri.
Adnan melirik arloji yang ia kenakan, dan memang saat ini masih jam 11 siang.
"Ada sesuatu yang mau kamu makan?" tanya Adnan.
"Kalau ada bilang aja, nanti saya order." lanjutnya lagi.
"Pengen es coklat sama roti sih pak. Tapi kan nggak boleh." ujar Putri.
"Boleh koq, siapa bilang nggak."
Adnan mengambil handphone dan mengorder apa yang menjadi keinginan Putri. Tentu saja melalui laman aplikasi ojek online.
Selang beberapa saat kemudian, pesanan itu tiba dan Putri mendapatkan apa yang ia inginkan.
__ADS_1