Mengandung Bayi Titipan

Mengandung Bayi Titipan
Pulang


__ADS_3

Putri makan roti dan minum es coklatnya dengan cukup cepat. Karena sebentar lagi masuk jam makan siang. Ia takut petugas datang dan memergoki apa yang tengah ia lakukan.


"Uhuk-uhuk."


Putri tersedak. Adnan tertawa lalu memberi sebotol air mineral pada gadis itu.


"Pelan-pelan makanya." ucap Adnan seraya terus memperhatikan.


Diperlakukan seperti itu hati Putri jadi meleleh. Sebab Adnan terlihat seperti seorang boyfriend able sejati yang begitu gentle.


"Soalnya saya takut ketahuan perawat, pak." ucap Putri.


"Takut mereka tiba-tiba masuk dan ngeliat kelakuan saya." lanjutnya kemudian.


Ia terus makan dan minum. Sementara Adnan makin tertawa.


"Kalau ketahuan kan yang dimarahi saya, bukan kamu." ucap pria itu.


"Loh, koq bapak?" tanya Putri heran.


"Ya, kan saya yang bertanggung jawab atas kamu disini. Otomatis saya yang dimintai keterangan duluan, kenapa kamu bisa sampai makan dan minum ini semua." jawab Adnan.


Putri lalu nyengir.


"Makanya itu saya mau cepet-cepet abisin pak. Biar bapak nggak kena sasaran juga." ujar Putri.


Adnan kembali tertawa. Tak lama terdengar suara petugas yang seperti hendak masuk ke dalam.


Putri menyerahkan sisa es coklatnya pada Adnan. Sementara roti telah ia habiskan sejak beberapa detik yang lalu.

__ADS_1


Petugas pun masuk. Mereka membawa makan siang dan obat untuk Putri. Setelah itu mereka beralih ke kamar-kamar selanjutnya.


"Ya udah kamu makan dulu." ujar Adnan.


Ia lalu mempersiapkan segalanya untuk Putri dan Putri mulai makan. Ia menghabiskan semua itu karena lapar. Meski rasa masakannya terbilang hambar.


***


"Mas, kamu pulang."


Dira kaget melihat suaminya tiba-tiba pulang. Adnan telah selesai menjenguk Putri dan Putri kini dijaga oleh Ghea. Ada juga beberapa rekan kerja yang datang kesana.


"Koq kamu ngeliat suami pulang kayak ngeliat penampakan gitu?" seloroh Adnan sambil tertawa.


Dira kini jadi ikut-ikutan tertawa.


Adnan makin tertawa lalu mendekat. Ia menarik Dira ke dalam pelukannya.


"Biasanya genderuwo itu menyerupai suami seseorang, karena dia mau bikin anak sama istri si orang tersebut." ucap Adnan.


Ia kini melirik kebawah dan Dira pun demikian. Dira merasa ada sesuatu yang menegang dan mengeras di bawah sana.


Mereka lalu saling bersitatap dalam-dalam, kemudian saling berciuman. Tanpa sadar bagian bawah mereka sudah sama-sama bergoyang.


Dalam sekejap keduanya sudah menyerah dalam godaan kenikmatan. Dira naik turun di pangkuan sang suami sambil mengeluarkan suara-suara yang penuh gairah.


"Mas, ah."


"Mas."

__ADS_1


"Hmmh."


"Sssshhh."


Adnan tak putus menatap istrinya itu. Ia suka ketika Dira menyebutkan namanya. Mereka terus bergerak hingga kemudian berganti posisi.


Lalu berganti lagi dengan posisi lain. Sampai kemudian, keduanya sama-sama mencapai puncak dan berteriak.


"Maaaaas."


"Aaaaaah."


Adnan ambruk di pelukan sang istri dalam senyuman yang begitu puas. Sementara Dira mengusap-usap perutnya. Sebab ia merasakan sensasi nikmat dan geli yang tak biasa disana.


Ia menduga mungkin ramuan obat yang ia dapat dari tempat pengobatan alternatif, telah mulai terlihat khasiatnya.


"Kayaknya kamu lebih rapat terus anget deh." Adnan mengomentari.


"Beda dari sebelum-sebelumnya ya


mas?" tanya Dira memastikan.


"Iya, enak banget hari ini." ucap Adnan.


"Ah mas aja yang udah terlalu kepengen." Seloroh Dira.


"Iya kali ya."


Adnan tertawa kali ini. Lalu mencium kening istrinya itu dengan lembut.

__ADS_1


__ADS_2