Mengandung Bayi Titipan

Mengandung Bayi Titipan
Gaun Untuk Dira


__ADS_3

Sabtu tiba.


Adnan bekerja setengah hari, dan pulang sekitar pukul dua siang. Saat itu bertepatan dengan jadwal konsultasi Putri dengan psikiater.


Tetapi Adnan sudah meminta Ghea dan Miska menemani gadis itu. Putri sendiri sejatinya mengharapkan kedatangan Adnan.


Namun ia tak ingin terlihat terlalu mengejar-ngejar. Akhirnya ia pun menyetujui saja saat harus ditemani oleh Ghea dan juga Miska.


Ia menjalani sesi konsultasi, sedang Adnan kini pergi ke suatu tempat dan mengurus sebuah hal yang sifatnya rahasia.


***


"Paket."


Terdengar teriakan dari depan pintu pagar. Dira yang tengah mengerjakan sesuatu di laptopnya itu pun berhenti sejenak.


"Paket."


Suara itu benar berasal dari depan rumah. Sementara ia sendiri merasa tak mengorder apa-apa.


"Barang mas Adnan kali ya." gumam perempuan itu.


Kemudian Dira keluar dan menemui kurir yang menunggu di muka pagar.


"Bu Dira ya?" tanya kurir tersebut.

__ADS_1


"Iya mas." jawab Dira.


"Ini ada kiriman paket dari bapak Adnan." ujar kurir tersebut.


"Loh, itu kan suami saya mas." ucap Dira.


"Oh gitu?. Tapi ini ada kiriman paket atas nama bapak Adnan bu."


Si kurir menunjukan nama pengirim dan memang benar, paket tersebut memang dari Adnan. Dira lalu meraih kotak yang cukup besar itu dan kurir mengambil foto barang.


Usai berterima kasih Dira masuk ke dalam kemudian meletakkan paket itu ke atas meja ruang tengah. Ia lalu meraih handphone dan mengirim chat pada Adnan.


"Mas, kamu yang kirim ini ke aku?" tanya nya pada pria itu.


"Iya, dibuka dong!" perintah Adnan.


Ia pernah bilang kepada Adnan bahwa ia menginginkan gaun tersebut, saat mereka menghadiri acara fashion show dari seorang desainer ternama.


"Mas, ini kamu beliin buat aku?" tanya Dira nyaris tak percaya.


"Iya dong, bagus kan?."


"Iya mas, bagus banget." jawab Dira.


"Kamu dandan yang cantik, terus pake gaun itu. Satu jam lagi aku jemput." ujar Adnan.

__ADS_1


"Kita mau kemana mas?" tanya Dira kemudian.


"Udah kamu ikuti aja perintah aku dan aku akan kasih kejutan buat kamu."


Dira tersenyum demi membaca semua itu.


"Oke." jawabnya kemudian.


Dira pun pergi mandi, lalu ketika selesai ia memakai body butter dan deodorant dengan wangi serupa. Ia memakai parfum mewah yang dibelikan Adnan sejak lama, lalu mulai berdandan.


Kebetulan tadi di kamar mandi ia sudah mengeringkan rambut dengan menggunakan hairdryer. Ia memakai base makeup, foundation dan lain-lain.


Setelah itu ia mencatok dan menata gaya rambut. Dan ketika semuanya telah selesai, iapun memakai gaun pemberian Adnan. Dira begitu cantik dalam balutan gaun tersebut.


Kulitnya yang putih bersih kontras dengan warna gaun yang merah menyala.


"Mas, aku udah siap ya."


Dira mengirim pesan pada Adnan. Tak lama setelah itu Adnan pun meluncur. Selang beberapa saat ia tiba di muka rumah. Saat itu Dira telah siap dan menunggu di depan pintu.


Adnan terpesona dengan kecantikan istrinya itu. Lalu tanpa menunggu waktu lebih lama lagi, mereka pun segera berangkat.


"Kita mau kemana mas?" tanya Dira.


"Pokoknya kamu akan suka tempat itu." ucap Adnan.

__ADS_1


Maka Dira pun lalu tersenyum dan berhenti penasaran. Sebab sebentar lagi ia akan melihat tempat tersebut.


__ADS_2