
"Lo mau bicara apa sama gue?"
Adnan bertanya pada Aldilla, ketika kakak perempuannya itu datang dan memaksa ingin bertemu. Mereka kini mengobrol di ruangan Adnan.
"Itu kan perempuannya?"
Aldilla melirik ke arah Putri melalui celah pintu ruangan Adnan yang tak tertutup tirai.
"Ya, kenapa emangnya?" tanya Adnan lagi.
"Ibu dan kami semua sudah tau mengenai kasus malpraktek itu."
"Ibu sudah paham kalau Putri itu bukan selingkuhan gue?" Adnan kembali bertanya.
"Iya, tapi ibu menolak kalau Putri mau menggugurkan anak itu."
Adnan diam.
"Lo harus bicara sama Putri, ini mungkin satu-satunya kesempatan buat lo untuk punya anak. Jangan biarkan Putri menggugurkan bayi itu, lo harus cegah."
"Anak itu nggak akan di gugurkan." ujar Adnan membuat Aldilla sedikit tersentak sekaligus senang.
"Lo serius?" tanya nya kemudian.
Adnan mengangguk.
"Masalah ini udah lama gue dan Putri urus. Kami sepakat untuk membawa anak itu lahir ke dunia."
Aldilla terlihat sangat gembira dan memegang tangan adiknya itu erat-erat.
"Gue mau kasih tau ibu." ujarnya antusias.
"Gue cuma minta sama kalian, berhenti ganggu Anita. Bilang juga sama ibu, jangan pernah lagi mendesak-desak Anita untuk melakukan hal apapun yang ibu inginkan. Gue nggak suka ibu seperti itu. Anita itu istri gue, cuma gue yang berhak memberikan perintah buat dia. Karena gue suaminya."
Aldilla terdiam, Adnan memang terlihat tidak menyukai sikap keluarganya itu. Ingin rasanya Aldilla memojokkan Anita saat ini juga, namun mereka tengah berada di kantor Adnan.
Aldilla sejatinya tak enak apabila perkara ini sampai membuat keributan dan mengundang perhatian seluruh karyawan. Apalagi ini masalah yang sifatnya pribadi.
"Baik, nanti gue sampaikan ke ibu." ujar Aldilla kemudian. Tak lama kakak dari Adnan itu pun pamit dan meninggalkan ruangan itu.
***
"Eh, itu istrinya bos?"
Para biang gosip berceloteh di grup dengan secepat kilat, seiring dengan melintasnya Aldilla di hadapan mereka semua.
"Bukan say, nggak tau deh saudaranya keles."
Salah seorang dari mereka menjawab.
__ADS_1
"Penasaran yang mana istrinya si bos." celetuk yang pertama kali menggunggah tulisan di grup.
"Nih istrinya bos."
Salah seorang dari mereka ada yang memasukkan foto Anita ke dalam grup tersebut.
"Eh ini seriusan?" tanya mereka yang belum tau mengenai Anita.
"Bener say, ini Instagramnya."
Salah satu dari mereka kembali memasukkan screenshot laman akun Instagram milik Anita. Maka dengan secepat kilat, jiwa-jiwa yang kepo tersebut pun membuka aplikasi Instagram dan mencari akun Anita.
Benar saja, di bio Anita menyebut dirinya sebagai proud wife dari sebuah tag akun yang tak lain adalah milik Adnan.
Mereka pun makin penasaran dan menscroll hingga kebawah-bawah. Lalu mereka melihat postingan Anita yang berisi sebuah quote. Quote tersebut intinya mengatakan bahwa wanita paling kuat itu, adalah wanita yang belum di karuniai seorang anak. Tetapi ia tetap tersenyum menghadapi gunjingan sekitar.
"Mereka belum punya anak ya say?"
Salah satu dari biang gosip mencapture quote tersebut dan mengirimnya di grup.
"Iya, dari tadi gue nggak ngeliat baik pak Adnan maupun istrinya posting foto bareng anak." ujar yang lainnya lagi.
Grup pun kembali ramai, pekerjaan sedikit terbengkalai. Sedang kini Putri, Sita, Lusi, Firman dan yang lainnya tengah berusaha fokus pada pekerjaan masing-masing. Putri bahkan tak tau sama sekali pergerakan yang dibuat oleh para penggosip itu.
***
Flashback.
Tak lama ia kembali dengan membawa satu kantong tape singkong dan juga tape ketan beserta lemang, makanan khas yang berasal dari sebuah daerah.
"Put, nih tape."
Mereka kembali sok baik pada Putri. Sita, Lusi, dan Firman yang sempat mendapat informasi dari si biang gosip itu kemarin, kini juga tampak memperhatikan Putri.
"Aduh, gue nggak makan tape." ujar Putri.
"Sorry ya." lanjutnya lagi.
"Nggak apa-apa Put, kalau nggak suka." ujar si pembawa tape lalu makan, diikuti para biang gosip lainnya.
"See, setelah menolak nanas, dia menolak tape."
Grup kembali ricuh.
"Fix ini mah, hamidun dun dun dun. Wkwkwkwk."
"Amit-amit ya say, hamil di luar nikah."
"Wkwkwkwk, iya say. Kelewat enak kali di masukin sama cowoknya, makanya sampe melendung."
__ADS_1
"Nggak tau dosa apa ya tuh anak?"
Dengan penuh percaya diri salah seorang dari biang gosip itu berbicara perihal dosa. Padahal membicarakan orang lain seperti yang kini mereka lakukan, juga merupakan sebuah dosa besar.
Parahnya lagi itu semua adalah dosa mereka ke sesama manusia. Yang baru bisa terampuni jika yang bersangkutan mengampuni.
"Tau, nggak diajarin emaknya kali." celetuk yang lainnya lagi.
Padahal mereka pun tak dididik ibu mereka dengan baik. Karena ibu yang baik, tak akan membiasakan anaknya untuk bergosip. Dan kebiasaan menggosip biasanya sudah tertanam sejak kecil, lantaran anak melihat perilaku ibu dan para tetangga di rumahnya.
***
Kembali ke suasana kantor saat ini.
"Eh say, ini ibu-ibu yang nyamperin si Putri tempo hari. Yang bilang kalau si Putri hamidun."
Biang gosip yang tempo hari mengintip saat Putri tengah berbicara dengan ibu Adnan pun, kini mengunggah foto wanita itu. Fotonya ia dapat dari laman akun Instagram milik Adnan, pada postingan 3 tahun lalu.
Dalam keterangan caption, Adnan cuma menuliskan hashtag #family. Di slide berikutnya ada beberapa foto Adnan bersama dengan saudaranya yang lain juga.
"Jangan-jangan ini ibunya pak Adnan say." celetuk yang lainnya.
"Ih, iya anjir. Masa kalau ibu atau keluarganya si Putri, tapi di posting tiga tahun lalu di akun pak Adnan. Tiga tahun lalu mah pak Adnan masih dimana, bos kita aja masih siapa. Mustahil udah kenal Putri."
"Hmmm, jangan-jangan si Putri selingkuhan bos nih."
Mereka semua saling menatap satu sama lain, kemudian melirik ke arah Putri untuk sejenak.
"Kalau selingkuhan dan udah hamil, bisa jadi si Putri udah kenal pak Adnan cukup lama nih. Masa iya hamil secepat itu."
Salah satu dari mereka berspekulasi.
"Iya say, secara pak Adnan juga belum punya anak kan selama ini?"
Mereka kembali saling menatap satu sama lain, lalu kembali mengetik di grup.
"Fix ini mah."
"Nggak salah lagi."
"Putri Pelakor anjay."
"Murahan."
"Padahal pacarnya si Aaron kurang apa coba, udah pernah liat kan lo pada?"
"Mending Aaron buat gue ajalah, dari pada di sia-siain gitu sama si gatel."
"Najis amit-amit. Murahan lo Put, asli murahan. Dikasih bujangan, seleranya laki orang."
__ADS_1
Mereka semua terus ribut di grup tersebut. Sementara nun jauh disana, ibu Adnan tengah bersiap untuk pergi menemui Putri.