
Setelah sedikit tenang, Ghea menemui Putri terlebih dahulu. Adnan menunggu di luar karena takut Putri masih trauma.
Tapi kemudian Ghea bilang jika Putri sudah aman dan bisa diajak bicara. Maka Adnan pun menyambangi kamar gadis itu.
"Putri, kamu nggak apa-apa?" tanya Adnan padanya.
Putri menggelengkan kepala.
"Saya mau pulang, pak. Saya nggak mau disini." ujarnya kemudian.
"Loh kenapa?" tanya Adnan heran.
"Saya takut, saya mau pulang ke kosan aja. Gimana kalau disini juga ada predator yang mau melecehkan saya?"
Adnan menarik nafas dan mencoba menenangkan Putri. Ia tau pastilah gadis itu mengalami trauma yang cukup berat, akibat kejadian tadi.
"Jangan takut ya, disini aman koq. Lagipula ada perawat 24 jam yang jaga." ujar Adnan.
"Iya Put, disini juga banyak CCTV. Rating dan reputasi rumah sakit ini bagus. Gue sering kesini kalau sakit. Dan lagi gue bakal jagain lo koq."
__ADS_1
"Sebaiknya kamu disini dulu. Karena polisi pasti datang dan meminta keterangan untuk menjerat pelaku. Kalau kamu pulang, kamu yang repot harus bolak-balik ke kantor polisi." ujar Adnan.
Putri pun tak punya pilihan lain, selain menuruti omongan kedua orang tersebut.
"Nanti besok saya kesini lagi juga buat ngawasin kamu." ucap Adnan.
Putri mengangguk, Adnan menitipkan Putri pada Ghea. Karena Adnan sendiri sejatinya ada event yang harus ia kerjakan.
Bahkan ia tak akan pulang kerumah selama dua hari ke depan, demi berlangsungnya event tersebut.
***
"Mas, aku udah minum obat. Sekarang mau tidur."
Dira juga berpikir mungkin Adnan masih sibuk dengan urusannya. Maka dari itu ia pun pergi tidur.
Sementara di rumah sakit Putri kini di selimuti oleh Ghea. Ghea lalu memberitahu sepupunya yang ada di rumah, untuk tidak menunggu dirinya pulang. Sebab ia akan menjaga Putri sampai besok pagi.
"Tadi drivernya gimana, Ghe?. Udah lo urus ke pihak platform nya kan?" tanya Putri.
__ADS_1
"Udah, Put. Kebetulan teman bokap gue ada yang kerja di platform itu. Semua bakal di urus secepatnya dan pihak mereka harus kasih kompensasi ganti rugi ke elo. Kata bokap gue nanti di sediakan pengacara." ujar Ghea.
"Lo bilang ke bokap lo?" tanya Putri.
Ghea pun mengangguk.
"Iya." jawabnya kemudian.
Karena memang ia menceritakan kejadian mengerikan ini pada sang ayah melalui sambungan telpon.
Ayah Ghea sangat marah sekali dan ingin menuntut pihak pemilik platform jasa taksi online yang menaungi pelaku.
"Sumpah gue takut banget tadi." ucap Putri.
Ia kembali menangis mengingat kejadian buruk yang ia alami.
"Gue nggak bisa ngebayangin kalau sampai itu beneran kejadian." tukasnya lagi.
"Lain kali kalau udah kemalaman di manapun itu, selagi masih dalam ruangan. Mendingan pulang pagi deh. Jangan lagi pulang di jam segitu, kita nggak tau apa yang ada di pikiran orang." ujar Ghea.
__ADS_1
"Gue nggak mikir sampai kesana, Ghe. Karena kan beberapa kali naik taksi online malam, aman-aman aja. Bener-bener gue nggak expect ke arah sana." jawab Putri.
"Iya, karena nggak semua driver kayak gitu. Ada juga yang bener-bener nyari duit. Tapi niat kita nya lebih ke jaga-jaga aja. Lebih baik mencegah daripada kejadian." jawab Ghea.