
Adnan bertemu pengacara yang disediakan oleh ayah Ghea. Mereka kemudian membicarakan soal Putri secara menyeluruh.
Termasuk perihal pernyataan terbaru dari ketiga tersangka, yang mengatakan jika Putri adalah perempuan yang memang menjajakan cinta.
Adnan meminta pengacara itu untuk segera menjebloskan para tersangka ke dalam sel tahanan. Ia berani menambah bayaran yang sudah diberikan oleh orang tua Ghea.
"Baik pak, saya pastikan orang-orang tersebut akan menerima akibat dari perbuatan mereka." ucap si pengacara.
Maka Adnan pun menaruh sebuah kepercayaan besar padanya. Segera ia menambahi ung bayaran untuk pengacara tersebut.
***
Malam hari Adnan pulang. Ia yang membawa kunci cadangan itu langsung masuk, dan mendengar suara sibuk di sebuah kamar.
Kamar tersebut tadinya di peruntukan untuk bayi mereka kelak. Namun karena bertahun-tahun Dira tak kunjung hamil juga, akhirnya kamar itu ditutup dan Dira tak mau lagi melihatnya.
Tetapi malam ini ada suara seperti tengah berdandan di kamar itu. Ada paku yang dipukul-pukulkan ke dinding, dengan menggunakan palu.
__ADS_1
Karena curiga Adnan pun lalu menyambangi ruangan tersebut, dan tampaklah Dira yang tengah memaku hiasan ke dinding.
"Hai mas." ucap Dira pada suaminya itu.
Adnan yang heran pun lalu mendekat.
"Ini kamar mau diapain, sayang?" tanya nya kemudian.
"Aku lagi menggunakan law of assumption, mas. Satu tingkat diatas law of attraction." ucap Dira.
"Aku mau menganggap bahwa semesta udah memenuhi seluruh permintaan aku, termasuk memiliki anak. Aku mau mensyukurinya setiap hari." ucap Dira.
Dulu bahkan untuk berbicara dan tersenyum pun ia sangat sungkan. Tapi kini energi wanita itu seolah terus bertambah dari hari ke hari.
Dan beberapa detik setelah itu, Adnan tampak sudah membantu Dira membereskan kamar tersebut. Kamar itu dibersihkan, di cat ulang dan box bayi kembali dipasang disana.
Pada esok harinya Dira membeli ornamen tambahan untuk menghias kamar tersebut.
__ADS_1
Adnan senang melihat istrinya senang. Sebab semagat baru merupakan harapan baru bagi mereka berdua.
Itu artinya mereka siap menerima pemberian. Dan siap berpikir positif bahwa semesta akan menyegerakan impian mereka.
***
Putri menjalani konsultasi pertamanya dengan psikiater. Ghea masih setia menemani meski ia belum pulang dan butuh mandi serta makan.
Tak lama setelah sesi konsultasi tersebut berakhir. Ada dua rekan kerja Putri yang datang, termasuk Miska.
Miska meminta maaf karena ia ada event di luar kota. Jadi dia baru bisa menjenguk Putri sekarang.
"Put, Lo kan udah ada temennya ini. Gue balik dulu nggak apa-apa ya." ucap Ghea.
"Iya, beb. Lo hati-hati dijalan dan makasih banyak. Lo udah jauh-jauh datang cuma buat nungguin gue doang." tukas Putri.
"Iya, sama-sama. Lagian lo begini juga karena gue yang ngorder itu taksi. Gue jadi ngerasa nggak enak banget sama lo." ucap Ghea.
__ADS_1
"Gue nggak apa-apa koq. Lo tenang aja, gue nggak menyalahkan lo dalam hal ini." tukas Putri.
Maka tak lama setelah itu Ghea berpamitan, juga kepada dua rekan Putri yang lain. Ia kembali ke rumah, sementara dua teman Putri menemani gadis itu sampai malam menjelang.