Mengandung Bayi Titipan

Mengandung Bayi Titipan
Ghea


__ADS_3

"Hai, Putri kita ketemu lagi. Dira kembali berbelanja di minimarket tempat dimana Putri bekerja.


"Hai mbak." sapa Putri dengan nada yang ramah.


"Aku kehabisan ini dan itu lagi. Baru sempat belanja hari ini." tukas Dira.


"Kenapa nggak pesan antar aja mbak?" tanya Putri.


"Nggak puas, Put. Enaknya itu ya belanja begini. Sekalian mengusir kepenatan dan healing. Kita mah emak-emak healingnya ya belanja." ucap Dira.


Putri tertawa.


"Belanja emang bikin bahagia." ujarnya menimpali.


"Ember." tukas Dira.


Putri mulai mentotal belanjaan Dira. Tapi kemudian Dira mengambil beberapa testpack di dekat kasir.


Ia nanti berencana memeriksa. Apakah dengan ramuan yang ia minum, ia bisa hamil alami atau tidak.


Dari sana Putri bisa melihat jika Dira tengah dalam program kehamilan. Tapi ia tak mau kepo karena itu bukanlah urusannya.


Ia menambahkan testpack tersebut ke dalam belanjaan Dira dan mentotal semuanya.


Tak lama Dira membayar dengan menggunakan kartu debit, seperti biasa. Usai membayar Dira lalu berpamitan pada Putri.

__ADS_1


***


"Put, ke rumah gue dong ntar sore. Gue ulang tahun tapi sendirian anjir."


Ghea salah satu teman sekolah Putri yang kini tinggal di Tangerang Selatan, meminta Putri untuk datang.


Ghea sendiri merupakan anak seorang diplomat yang sering ditinggal oleh orang tuanya.


"Jauh banget anjir tempat lo." ucap Putri.


"Ayolah, Put. Gue bayarin taksi onlinenya. Masa gue udalah jomblo, nggak punya temen pula."


"Emang lo nggak punya teman lain gitu?" tanya Putri.


"Ya udah deh, tapi gue nggak nginep ya. Gue besok shift pagi. Bakalan telat kalau gue berangkat dari sana." ucap Putri.


"Iya gampang." jawab Ghea.


Maka mereka pun sepakat. Sore harinya Putri langsung naik taksi online yang di order oleh Ghea. Ia tiba di kediaman teman lamanya itu tepat setelah matahari mulai tenggelam.


Ghea mengadakan perjamuan kecil. Hanya ia, Ghea, dan dua sepupu Ghea yang kembar, yang menikmati hidangan di meja makan.


Sisanya Ghea merayakan ulang tahun via meeting zoom. Ada banyak teman dan juga keluarga disana.


Usai melakukan itu semua, Ghea dan Putri banyak berbincang. Ghea menanyakan hidup Putri semenjak kepindahannya beberapa tahun lalu.

__ADS_1


Ghea dulu tinggal bersama neneknya yang satu kampung dengan Putri. Ia pun sekolah disana meski tak melulu satu sekolah dengan Putri.


Mereka berteman lantaran juga bertetangga. Lalu ketika SMA orang tuanya menginginkan Ghea sekolah di sekolah internasional.


Maka dari itu Ghea di jemput dan dipindahkan. Tinggallah putri sendirian di kampung. Untung tak lama setelah itu ia berteman dengan Miska. Sehingga Putri tak begitu kesepian.


"Lo kalau ada apa-apa ngomong aja ke gue. Masalah uang mah nggak usah dipikir." ucap Ghea.


"Gue cuma nggak enak aja minta-minta bantuan sama orang. Atas masalah yang dibikin oleh nyokap gue." ujar Putri.


"Kalau udah nyangkut masalah hutang, biaya hidup terdesak. Gue pasti bantu sebisa gue, Put. Nggak usah ngerasa nggak enak gitu."


"Iya, ntar gue bilang sama lo kalau gue butuh." Seloroh Putri kemudian.


"Siapa sih cowok Lo, masa nggak ada?" Putri menggoda Ghea.


"Ada sih, tapi LDR." jawab Ghea.


"Lagi males juga gue, abis berantem soalnya." Lanjut gadis itu lagi.


"Berantem kenapa?" Tanya Putri.


Lalu Ghea pun menceritakan semuanya.


***

__ADS_1


__ADS_2