
"Si perundung kasir minimarket, tak tahan di bully netizen."
Sebuah headline news, terlihat di beberapa postingan pemilik akun khusus berita dan gosip di Instagram.
Postingan tersebut menyatakan jika bapak-bapak yang tempo hari mengintimidasi Putri, tak tahan di bully oleh netizen.
"Wkwkwkwk, mampus. Makanya pak, kalau mau emosi itu di tahan-tahan dan dipikir dulu akibatnya. Netizen +62 dilawan."
Salah satu akun Instagram nyeletuk di postingan tersebut. Putri tanpa sengaja membuka dan membacanya saat ia sedang istirahat makan siang.
"Lagian marah sampe ngatain ke fisik-fisik orang segala. Tahun 2022 masih aja ngatain fisik, kayak fisik lo bagus aja anjay."
Netizen lain menimpali. Banyak yang membela Putri dan Dira. Tapi banyak juga yang berkomentar miring yang membela si perundung.
Umumnya mereka juga bapak-bapak dan anak muda yang sok pintar, serta sok vokal terhadap keadaan sekitar.
"Ya iyalah marah, dikit-dikit minta donasi. Walau cuma seratus perak ya kalikan aja seribu orang. Kalikan dalam sebulan dan setahun."
__ADS_1
Salah satu anak muda laki-laki mengomentari.
"Kalau gue sih seandainya mereka bohong ya, mereka yang dosa. Tapi kalau misalkan emang beneran di salurkan gimana?. Lagipula seratus perak doang, ribut banget. Boro-boro mau sedekah banyak, seratus perak aja menggerutu. Pelit lo pada, miskin dasar."
Perang komentar antar netizen pun terjadi. Yang jelas pihak yang membela Putri serta Dira jauh lebih banyak.
Followers mereka berdua pun terus bertambah. Putri menemui seorang YouTuber lain saat ia telah pulang dari kerja. Ia diajak ngobrol, membuat video dan diberi uang.
Putri mengikuti saja ritme yang ada. Toh tak ada yang rugi bahkan dirinya kini untung. Setidaknya itulah yang ada di dalam pikiran Putri saat ini.
***
Dira menerima pesan dari salah satu teman kuliahnya dulu. Belakangan mereka cukup intens berkomunikasi dan Dira ada menceritakan keadaannya yang tengah berjuang mendapatkan buah hati.
"Kalau sekedar perawatan kesuburan rahim doang mah, disana oke. Lagipula bayi-bayi lo udah jadi kan?. Tinggal di tanam ke rahim doang." lanjut temannya itu lagi.
"Iya, Cha. Makasih banyak infonya. Bayi-bayi gue udah ada di tabung, tinggal di tanam ke rahim aja. Tapi sayangnya rahim gue nggak siap. Makanya ini lagi perawatan dulu." jawab Dira.
__ADS_1
"Iya, makanya ini gue kasih tau. Biar lo ada pilihan kalau mau perawatan." ujar teman Dira.
"Iya say, thank you so much ya. Lo udah perhatian banget sama gue, huhu jadi pengen nangis. Nanti kalau yang disini pada nggak berhasil, gue akan kesana." tulis Dira.
"Iya beb, pokoknya semangat berjuang. Pasti hasilnya baik koq, kalau kita sungguh-sungguh."
"Iya beb, makasih sekali lagi."
"Oke beb ku."
Teman Dira itu menyudahi percakapan mereka. Bukan tak mau berlama-lama, namun karena keduanya sama-sama sibuk.
Dira senang, akhirnya ia makin banyak pilihan. Tak ada waktu lagi baginya untuk berputus asa. Ia akan menjalani berbagai prosedur demi menghadirkan tangisan bayi ke dalam rumahnya.
"Paket."
Terdengar teriakan dari depan rumah. Dira segera menuju kesana dan menghampiri kurir. Ia menerima barang yang ia pesan lalu membawanya ke dalam.
__ADS_1
Ia langsung membuka paket tersebut karena isinya adalah buah kurma muda atau kurma basah. Konon katanya buah tersebut bagus untuk perawatan kesuburan.