
"Bagaimana mungkin Putri bisa melakukan hal setega ini terhadap keluarga kita dan keluarga pacarnya sendiri. Padahal anak itu kita didik dengan baik."
Salah satu tante Putri berujar di ruangan tersebut, dengan nada yang penuh kemarahan serta wajah yang diliputi kekecewaan.
"Saya juga nggak tau mbak, saya baru tau tadi dari Aline kakaknya Aaron. Dia datang kesini dan memberitahu kejadiannya. Saya juga kaget, koq bisa Putri berbuat hal sekotor itu. Padahal dia sudah diikat sama Aaron. Keluarga Aaron sudah sangat baik terhadap dia dan keluarga kita."
Tante yang tadi bicara pada Aline kini berujar panjang lebar. Wajar jika semua marah, sebab Aline tak menceritakan kejadian yang sesungguhnya. Mereka pikir memang Putri telah berkhianat pada Aaron dan berselingkuh dengan laki-laki lain yang telah beristri.
Tadi Aline juga ada sempat mengatakan perihal siapa ayah dari bayi yang tengah di kandung Putri saat ini. Dan itu benar-benar membuat tantenya semakin syok.
"Bosnya di kantor?" tanya tante Putri saat itu dengan nada tak percaya.
"Iya, tante. Dan bosnya itu sudah punya istri." lanjut Aline.
Tubuh tante dan keluarga Putri yang lain benar-benar lemas seketika. Ingin rasanya tante Putri menangis, atas kelakuan sang keponakan. Namun hal tersebut berusaha keras ia tahan. Sama halnya dengan emosi yang ia pendam untuk Putri.
"Kita harus segera memanggil Putri dan mencari laki-laki itu." ujar salah satu om Putri.
"Laki-laki itu harus bertanggung jawab. Dia harus menikahi Putri dan membiayai kehidupan Putri serta anak yang dikandung." lanjutnya kemudian.
Rapat itu terus berlangsung, hingga masing-masing dari mereka mencapai sebuah kesepakatan. Tentang apa saja yang hendak mereka tuntut pada pria yang sudah menghamili Putri.
Sementara di lain pihak, Anita kini bicara pada salah satu anggota keluarganya. Ia menceritakan secara jujur perihal Adnan yang akan segera menikah lagi. Dengan perempuan yang saat ini tengah mengandung anaknya.
"Tante turut prihatin sama kamu Anita. Tapi tante, om, dan keluarga mu yang lain hanya bisa menghormati keputusan yang kamu dan Adnan buat. Kami tidak bisa ikut campur terlalu dalam. Sebab urusan rumah tanggamu adalah urusan kamu dan suamimu."
"Iya tante." ujar Anita seraya memegangi gelas berisi teh hangat yang ada di hadapannya.
"Anita cuma mau bilang ke tante dan semua. Agar tidak terjadi salah paham, supaya kalian tidak membenci mas Adnan juga."
Tante dari Anita itu pun tersenyum.
"Tidak ada alasan bagi kamu semua untuk membenci Adnan, dia itu laki-laki yang baik. Dia bertanggung jawab atas kamu selama ini. Dia tidak pernah meninggalkan kamu apapun kekurangan yang ada dalam diri kamu. Kalaupun sekarang ada perempuan yang mengandung anaknya. Itu juga tidak terjadi secara alami kan?. Bukan dari hasil perselingkuhan." lanjut sang tante.
"Iya tan." jawab Anita lagi.
__ADS_1
"Kamu yang sabar, semua ini di luar kehendak kita. Lagipula perempuan itu, kamu bilang dia sudah memiliki pacar. Benar?"
"Iya tante. Dan mereka berencana menikah tahun depan."
"Ya sudah, nggak usah khawatir kalau gitu. Adnan juga tante yakin nggak bakal ngapa-ngapain."
Anita mengangguk, lagu mereguk teh hangat yang ia genggam.
***
Putri tetap pergi ke kantor pada keesokan harinya. Kini pandangan seluruh karyawan sangat berbeda terhadap perempuan itu.
Sebab mereka semua telah mengetahui jika Putri saat ini tengah mengandung bayi Adnan. Hanya Sita, Lusi, dan Firman saja yang masih bersikap seperti biasa. Itupun sebab mereka bertiga telah dinasehati oleh ibu Sita.
Mereka adalah tipikal anak yang ingat akan nasehat orang tua dan takut bila masih mengerjakan apa yang telah di larang. Firman bilang ucapan seorang ibu itu seperti sumpah. Apa yang mereka larang, jika masih dikerjakan juga. Maka mereka semua akan kualat.
"Eh lo nonton drakor nggak sih, yang soal suami selingkuh sama karyawan gatel."
Salah satu biang gosip membuka obrolan pagi dengan sindiran terhadap Putri. Meski Putri belum menyadari jika hal itu di tujukan kepadanya. Sebab ia tak merasa selingkuh sama sekali.
Biang gosip lainnya pura-pura bertanya. Sengaja memang pagi itu dibuat seperti sebuah dialog. Ada yang memancing, melempar dan menangkap.
"Iya drakor terbaru, ceritanya suami istri yang lama nggak punya anak. Terus si cowoknya ini ditugaskan untuk mengurus kantor baru. Nah di kantor baru itu ada mbak-mbak pelakor yang sok kecakepan."
Si biang gosip kembali berbicara. Kali ini Putri agak sedikit terusik. Sita, Lusi, Firman dan seluruh karyawan yang ada di ruangan tersebut sudah tau, jika para biang gosip saat ini tengah menyinggung soal Putri.
"Duh kalau gue sih males nonton yang ada pelakor-pelakor begitu. Suka emosi soalnya." Biang gosip yang lain turut berujar.
"Tapi tuh seru. Pelakornya bikin gregetan parah, sok-sok lugu gitu tapi ngangkangin laki orang. Murahan dan gampangan banget itu kaki. Di elus dikit langsung terbuka lebar."
"Hahaha."
Mereka semua tertawa.
"Kadang gue heran sama cewek yang terlalu memanfaatkan slengki sama rahim demi buat dapat duit." celetuk yang lainnya lagi.
__ADS_1
"Emang dia jadi selingkuhan demi duit, di film itu?" Biang gosip lainnya melempar pertanyaan yang telah diatur.
"Ya apalagi sih tujuan pelakor, kalau bukan soal duit. Sengaja menjual rongga rahim dan sel telur demi duit. Kalau sampe bunting kan otomatis si cowok bakalan menafkahi. Dan dia bisa ikut makan dari hasil nafkah itu."
Mereka semua tertawa jahat, Putri benar-benar merasa terganggu. Entah mengapa sindiran itu begitu menusuk di hatinya. Namun tak mungkin para biang gosip tersebut menyinggung dirinya.
Sebab bagi Putri hanya dirinya dan Adnan yang mengetahui, jika saat ini dirinya tengah hamil. Tak ada satupun dari mereka yang tau. Padahal mereka telah mengetahui perkara itu secara jelas.
Tak lama Adnan pun melintas, seluruh karyawan diam. Tak terkecuali para biang gosip. Namun mereka beralih ke grup WhatsApp dan kembali bergosip ria disana.
"Wajar aja sih si Putri kelepek-kelepek, gue perkirakan punya pak Adnan panjang dan besar."
Salah satu biang gosip membuka obrolan penuh dosa mereka di platform tersebut.
"Hahaha."
"Hahaha."
Yang lainnya membalas dengan mengetik seolah mereka tengah tertawa. Padahal jika dilihat secara fisik, mereka hanya diam saja.
"Keenakan tuh si Putri, di tusuk rudal tak bertulang. Makanya sampe bunting."
Biang gosip lainnya nyeletuk.
"Gue nggak sabar ngeliat dia di labrak dan dijambak terus di viralkan sama istri sah nya bos kita."
"Hahaha, gue akan menonton dan merekam kalau sampai hal itu terjadi di kantor ini." celetuk yang lainnya.
"Iya, bakal gue masukin di tiktok biar FYP."
"Wkwkwk."
"Wkwkwk."
Mereka terus saja berbalas pesan dan tertawa-tawa di laman tersebut. Bahkan hingga beberapa waktu ke depan.
__ADS_1