Mengandung Bayi Titipan

Mengandung Bayi Titipan
Dira Ke Dokter


__ADS_3

"Kamu mau ke dokter hari ini?"


Adnan bertanya pada Dira di pagi hari saat mereka tengah sarapan di meja makan.


"Iya mas, aku kan juga masih harus dapat perawatan kesuburan dari dokter." jawab Dira kemudian.


"Nggak besok aja, biar aku anterin. Kalau hari ini aku ada rapat penting dari pagi sampai siang." ujar Adnan


"Udah nggak apa-apa, mas. Biar aku sendiri aja perginya. Lagian dekat ini koq." ucap Dira.


"Beneran?"


Adnan memastikan. Ia benar-benar merasa tak enak membiarkan istrinya itu sendirian.


"Iya mas, nggak apa-apa koq."


Dira berusaha meyakinkan suaminya tersebut.


"Ya udah kalau gitu. Maafin aku ya." ucap Adnan.


"Kamu mah minta maaf mulu, kayak lebaran."

__ADS_1


Dira berseloroh sambil tersenyum kecil. Adnan memang selalu merasa bersalah jika tidak bisa menemani istrinya dalam setiap keadaan.


"Ya, aku kasihan aja sama kamu. Nggak tega ngelepasin kamu sendirian. Kamu kan lagi berjuang buat anak kita. Harusnya aku juga sibuk untuk kamu." ucap pria itu.


"Nggak apa-apa mas, kan mas kerja. Kecuali kalau mas santai-santai, nggak lagi sibuk. Tapi mas menolak terlibat dan nggak mau nemenin aku. Itu baru aku marah sama mas." jawab Dira kemudian.


Adnan tersenyum.


"Iya sayang, nanti kamu hati-hati ya. Kabarin aku gimana-gimananya."


"Iya mas." jawab Dira.


Mereka melanjutkan sarapan. Tak lama setelah itu Adnan pun pamit untuk pergi bekerja.


***


Sebab ada pengakuan berbeda dari si pelaku. Pelaku mengatakan jika Putri memanglah seorang perempuan open B.O.


Karena bayaran yang tak sesuai ekspektasi, maka dari itu ia berteriak-teriak seolah hendak di ruda paksa.


Mendengar pengakuan tersebut Putri marah sekali. Bahkan ia histeris hingga petugas kepolisian memanggil perawat untuk kemudian menghandle gadis muda itu.

__ADS_1


Dari sana polisi bisa menyimpulkan bahwa Putri mengalami semacam trauma, dan bisa saja semua pengakuan yang ia beberkan adalah benar.


***


"Gimana dok?"


Dira menanti jawaban dokter atas pertanyaan yang ia ajukan. Mengenai perawatan kesuburan yang ia inginkan.


"Bisa."


Dokter itu memberikan jawaban pasti kepadanya. Maka Dira lalu menjadi sangat gembira. Ia akan menjalani dua perawatan sekaligus, yakni medis dan alternatif.


Dira tak peduli sekalipun menurut sebagian orang itu tidak boleh. Ia ingin menempuh pengobatan apa saja yang penting dirinya bisa mengandung.


Konsultasi itu terus berlanjut. Dira banyak bertanya mengenai ini dan itu kepada dokter tersebut. Dokter tersebut memberi jawaban yang cukup memuaskan bagi Dira.


Selesai konsultasi ia mampir ke kamar Putri. Karena kebetulan ia memang berkonsultasi dengan dokter di rumah sakit yang sama.


Tetapi saat ia datang, Putri katanya sedang ditangani oleh dokter. Perawat mengatakan jika Putri mengalami histeris dan sepertinya akan butuh pendampingan psikolog atau psikiater.


Dira kasihan pada Putri, namun kemudian ia harus pulang. Sebab tiba-tiba ada banyak orderan di online market place miliknya.

__ADS_1


Beberapa diantara orderan tersebut ada yang minta dikirim ke alamat hari itu juga, via ojek online.


Maka mau tidak mau Dira baru segera pulang dan menangani semua itu. Sebab ia tak memiliki karyawan satu pun untuk menghandle hal tersebut. Semuanya masih ia kerjakan sendiri, termasuk mengirim barang ke ekspedisi.


__ADS_2