Mengandung Bayi Titipan

Mengandung Bayi Titipan
Pijatan


__ADS_3

Adnan membaca pesan dari Putri pada keesokan harinya. Bahkan disaat ia telah sampai di kantor.


"Maaf Put, kemarin saya benar-benar sibuk." balas Adnan.


"Nanti kalau ada waktu saya sempatkan mampir. Dan mengenai perkembangan kasus kamu masih terus saya pantau." lanjutnya kemudian.


Putri senang bukan kepalang demi menerima balasan tersebut.


"Iya pak. Maaf saya ngirim chat di waktu bapak masih sibuk. Saya nggak tau jadwal bapak apa aja dalam seminggu." balas Putri.


"Iya, kemarin hectic banget." jawab Adnan diiringi emoticon sedih lalu tertawa.


"Bapak sekarang ada dimana?" tanya Putri.


"Lagi makan siang, Put. Kamu sudah makan?" tanya Adnan.


"Belum pak." jawab Putri.


"Makan dulu sana, nanti sakit. Masih punya uang kan?"


"Masih pak." jawab Putri.


"Ya sudah, beli makan dulu sana!"


"Iya pak."


Dengan penuh senyuman, Putri pun lalu mengorder makanan. Sebab ia sudah sangat lama sekali.


Gadis itu membeli makanan via ojek online dan sesaat setelahnya Adnan tak lagi mengirim pesan. Pria itu kembali disibukkan oleh urusan kantor.


***

__ADS_1


"Mas, aku udah terima makanannya. Kamu baik banget sih."


Dira mengirim pesan gombalnya pada Adnan. Sebab Adnan tadi ada mengirimkan makan siang untuk istrinya itu.


"Iya istri buaya ku. Kamu tuh kalau memuji, bikin aku pengen cepat pulang tau nggak." ujar Adnan.


"Hahaha, kan kamu kerja." tukas Dira.


"Iya, ini sibuk banget aku. Pegal tau, rasa pengen di pijat."


"Ya udah ntar pulang aku pijat." ujar Dira.


"Beneran sayang?"


"Iya, beneran. Masa bohongan."


"Makasih ya, sayang. Kamu selain buaya, kadang jadi ular juga. Pinter banget ngambil hati suami." seloroh Adnan lagi.


"Ya udah aku kerja dulu."


"Semangat ya mas."


"Iya sayang, makasih."


Adnan menyudahi percakapan tersebut dan mereka kini kembali ke aktivitas masing-masing.


***


Sepulang dari kantor Adnan mampir ke kosan Putri sebentar. Tak sampai setengah jam, karena hanya ingin memastikan kondisi gadis itu.


Di jenguk seperti itu saja hati dan tubuh Putri sampai leleh tak bertulang rasanya.

__ADS_1


Ia benar-benar senang dan bahagia. Seperti mendapatkan kembali energi kehidupan.


Adnan pamit pulang, Putri mengantarnya sampai ke depan. Tak lama mereka pun berpisah.


Tiba dirumah Adnan disambut oleh Dira. Wanita itu meraih dan mengambil tas berisi laptop yang selalu Adnan bawa. Kemudian ia melepas dasi serta jas suaminya itu dan memberinya air putih dingin.


"Mas mau mandi dulu, makan dulu, apa istirahat dulu." tanya Dira.


"Aku mau makan dulu aja, abis itu baru mandi dan istirahat." jawab Adnan.


"Oh ya udah."


Adnan lalu beranjak menuju ke meja makan, dengan diikuti oleh Dira. Dira melayani suaminya itu dengan baik.


"Kamu nggak makan?" tanya Adnan pada Dira yang hanya duduk diam saja.


"Udah duluan, mas. Tadi tuh laper soalnya." jawab Dira.


Adnan lalu tertawa.


"Kalau hamil nyanyi lebih laper dari itu loh." ujarnya.


Dira tersenyum.


"Nggak apa-apa, aku kan suka makan." ujarnya lagi.


Mereka kemudian lanjut berbincang sampai Adnan selesai makan. Tak lama berselang Adnan pergi mandi. Dira memintanya berendam air hangat di bathtub.


Kemudian ia memijat pria itu, hingga pegal yang ia rasakan sangat jauh berkurang bahkan hilang.


Usai mandi, Adnan pergi beristirahat. Sementara Dira menyusul tak lama setelah itu.

__ADS_1


__ADS_2