
Esok hari Putri kembali masuk kerja. Sebab ia merasa dirinya sudah cukup sehat. Ia disambut baik oleh rekan kerja dan juga atasannya.
Putri bekerja seperti biasa, ia melayani customer dengan baik. Hal tersebut sama dengan Adnan. Pria itu juga masuk kerja seperti hari-hari sebelumnya.
Sedang sang istri kembali ke dokter untuk mendapatkan suntikan obat penyubur kandungan berkala.
"Putri, gimana keadaan kamu?"
Adnan mengirim pesan pada Putri di jam makan siang. Tentu saja Putri kaget dan sangat senang dengan semua itu.
Sampai-sampai reaksinya mengundang tanda tanya dari salah satu rekan kerja, yang kebetulan satu meja dengannya di sebuah warteg.
"Dari ayang ya, Put?" Seloroh temannya itu.
Putri masih senyum-senyum, namun ia pun menjawab.
"Ah nggak, temen koq." ujarnya kemudian.
"Ah, masa temen sampe segembira itu." ujar temannya lagi dan lagi-lagi Putri hanya tertawa.
"Beneran temen." ujar Putri.
Gadis itu lalu membalas pesan dari Adnan.
"Saya baik-baik aja, pak. Bapak sendiri gimana?" tanya Putri.
__ADS_1
"Baik juga, Put. Kamu kerja?"
Adnan kembali bertanya.
"Iya pak, saya kerja. Bapak juga kan?"
"Iya, saya kerja juga. Tapi lagi makan siang sekarang. Kamu sendiri sudah makan siang?"
"Sudah pak, ini lagi makan." jawab Putri.
***
Dira pulang dari rumah sakit. Saat melintasi tempat dimana Putri bekerja, ia melihat gadis itu.
Dira lalu membelokkan mobilnya ke arah sana. Sekalian ia ada ingin berbelanja sedikit.
Dira lanjut memilah-milah apa yang hendak ia beli, setelah selesai ia bergerak ke arah kasir yang kebetulan adalah Putri.
Suasana minimarket itu tengah sepi. Hanya Dira satu-satunya pengunjung yang datang.
"Mbak Dira dari mana?" tanya Putri seraya menscan belanjaan Dira.
"Dari dokter, Put." jawab Dira.
"Oh, mbak Dira sakit?" tanya Putri.
__ADS_1
"Nggak sakit sih, cuma lagi menjalani perawatan kesuburan aja. Aku sama suami ada rencana mau punya anak." jawab Dira.
"Oh gitu." jawab Putri.
"Ya sebenarnya bukan lagi rencana sih. Udah lama banget pengen, tapi usaha belum membuahkan hasil." ucap Dira.
Putri bersimpati pada wanita itu. Memang banyak sekali orang yang berjuang untuk memiliki anak, tetapi sulit sekali didapatkan.
"Yang penting kita usaha dulu, mbak. Jangan pernah menyerah." ucap Putri.
"Iya, kamu benar Put. Makanya ini saya masih berusaha. Saya percaya setiap usaha pasti membuahkan hasil." ujar Dira.
"Iya mbak." ucap Putri.
Lalu Putri pun selesai dan Dira membayar. Setelah semuanya usai, Dira pamit pada Putri.
"Nanti kapan-kapan kita ketemu lagi ya Put."
"Iya mbak." jawab Putri.
Tak lama kemudian Dira keluar dan kembali masuk ke dalam mobilnya. Selang beberapa saat mobil itu sudah terlihat meninggalkan pelataran parkir minimarket."
***
Malam hari ketika Putri hendak pulang, mobil Adnan tau-tau sudah ada di depan. Putri senang bukan kepalang.
__ADS_1
Ia tak tau jika pria yang dicintainya itu akan datang dan menjemput dirinya. Putri pulang bersama Adnan. Sebelum tiba di kos, Adnan ada mengajak perempuan itu untuk makan.
Tentu saja Putri mau. Sehabis makan Adnan berkata pada Putri bahwa tersangka yang hendak melecehkan Putri tempo hari dipastikan akan di jerat oleh hukum. Sebab Adnan telah mengurus semuanya. Tentu saja Putri senang dan berterima kasih.