
Citra tidak menyangka jika kini ia harus berpisah dengan suaminya yang dalam ke adaan sakit untuk jangka waktu yang i sendiri tak tau hanya tuhan yang tau kapan suaminya itu akan sadar dan sembuh dan semua itu terjadi karna tomi suami tercintanya sedang berusaha mempertahankan dirinya agar tidak di nikahkan dengan laki laki laki lain dan berakhir seperti sekarang dalam ke adana koma.
Sungguh hati Citra sakit bahkan sangat sakit melihat laki laki yang sedari dulu ia cintai dengan diam terbaru g lemah di ruang ICU dalam ke adaan koma, jika boleh waktu di ulang kembali lebih baik ia sendiri yang menemui Tomi dan menolak permintaan ayahnya dari pada harus melihat cintanya seperti sekarang bahkan besok akan di bawa ke luar negri untuk melakukan perawatan dan mencari pendonor darah yang memiliki darah yang sama dengannya karna golongan darah Tomi sangat langka hingga mau tak mau Citra harus melepas suaminya pergi di antar orang tuanya tanpa dirinya karna ke adaan yang tak memungkinkan karna Citra saat ini sedang dalam ke adaan hamil lima bulan.
Malam ini Citra menolak di suruh pulang agar bisa istirahat karna Citra ingin menemani suaminya untuk yang terakhir kalinya karna besok pagi Tomi akan di bawa keluar negri untuk berobat, mertua Citra pun hanya bisa menghela nafas panjang permintaan Citra yang ingin menemani suaminya karna mama Nadin dan papa Juna sangat mengerti dengan apa yang di rasakan Citra maka dari itu mama Nadin membiarkan Citra menemani Tomi malam ini meski tak sendiri karna di sana juga ada Rey saudara Tomi yang lain karna Tomi dan Rey adalah anak angkat dari keluarga Wijaya karna baik Tomi dan Rey sama sama tidak memiliki keluarga lagi dan di angkat jadi anak sejak keduanya masih kecil.
__ADS_1
Citra masuk ke dalam ruang ICU dengan memakai baju khusus yang di berikan suster, Citra berjalan dengan pelan dan melihat wajah Tomi yang penuh luka dan memar membuat hati Citra sangat sakit, di dekatinya ranjang Tomi dan di belai dengan sayang penuh kasih hingga air mata yang sejak tadi Citra tahan tumpah membasahi wajah cantiknya.
"Mas, bisakah kamu dengar aku? aku mohon mas, mas bangun jangan buat aku takut seperti ini mas,jika boleh aku meminta lebih baik aku saja yang menggantikan kamu disini mas, aku gak bis akibat kamu seperti ini mas, hati aku sakit sungguh sangat sakit, bertahun tahun aku memendam perasaan sam kamu mencintai kamu dalam diam agar aku bisa selalu m lihat kamu saat kita masih SMA, bahkan aku sampe pindah ke Bali agar aku bisa lupakan kamu namun bagi ini masih tetap sama kamu dan dengan kejadian waktu itu kita akhirnya menikah sungguh membuat aku bahagia mas, tapi kenapa di saat pernikahan kita baru seumur jagung tuhan memberikan aku cobaan lagi mas, anak kita kangen kamu mas, aku kangen kamu mas, mas aku mohon kamu bangun aku janji akan jadi istri yang penurut dan tidak Kana pernah pergi dari kamu, aku butuh kamu mas aku gak bisa seperti ini." Isak tangis Citra menggenggam tangan Tomi dengan erat.
.
__ADS_1
.
.
Bersambung...
__ADS_1