Mengejar Cinta Mu

Mengejar Cinta Mu
Prediksi Dokter..


__ADS_3

Di luar negeri tepatnya di sebuah rumah sakit di luar negri Mama Nadin dan papa junanya tengah berada di ruangan dokter yang menangani langsung kondisi Tommy saat baru sampe di rumah sakit itu, dan saat ini dokter tengah memberi tahu tentang perkembangan Tomi dan juga efek samping yang terjadi akibat kejadian yang menimpa Tomi sebulan yang lalu karna ingin mempertahankan rumah tangganya.


Dan sungguh keterangan dari dokter yang bernama Michael itu membuat mama Nadin dan papa Juna syok, bagaimana gak syok karna dokter memperkirakan bisa saja nanti saat Tomi sadar ia akan mengalami amnesia sebab benturan yang terdapat di kepala Tomi cukup serius dan membuat beberapa saraf di kepala Tomi terganggu dan berefek pada hilangnya ingatan.


Mama Nadin hanya bisa menangis mendengar penjelasan dokter karna mama Nadin tidak menyangka demi membela cintanya Tomi harus mengalami hal seperti ini, sampe kehilangan ingatan, mama Nadin hanya bisa berharap semoga apa yang di perkirakan dokter tidak terjadi agar apa yang Tomi pertahankan tidak pergi karna lupanya ingatan tentang apa yang membuatnya mengalami seperti ini.


Setelah selesai dari ruangan dokter mama Nadin langsung menuju ruang perawatan Tomi dan melihat wajah Tomi yang pucat dan tambah kurus sebab Tomi sudah tak sadarkan diri sebulan lebih.


"Nak.. mama harap Ki tidak mengalami apa yang dokter perkirakan nak, sungguh mama tidak sanggup jika harus melihat kamu menderita lagi, kamu pantas bahagia nak, dan kebahagian kamu adalah kumpul dengan Citra istri kamu." ucap mama Nadin sambil membelai wajah Tomi.


"Mah, kalo bener apa yang dokter perkirakan mau tak mau Citra harus datang kesini mah merawat Tomi agar dengan kedekatan mereka bisa membantu ingatan Tomi pulih mah." ucap papa Juna setelah tadi diam memikirkan apa yang harus di lakukan untuk ke ikan Tomi dan juga Citra.

__ADS_1


"Mama rasa juga seperti itu pah, karna dengan Citra yang merawat Tomi langsung bisa merangsang ingatan Tomi kembali pah," ucap mama Nadin menyetujui ucapan papa Juna tanpa melihat papa Juna karna mata mama Nadin hanya terpaku pada wajah Tomi yang terlihat kurus dan pucat itu.


.


Sedangkan di Jakarta Citra bermimpi bertemu dengan Tomi yang berada di sebuah taman yang luas dan indah penuh dengan bunga dan terlihat sangat sejuk namun Tomi sama sekali tidak mengenalinya bahkan beberapa kali Citra memanggil Tomi yang saat itu berada tepat di depan Citra berdiri membuat Citra sedih dan saat ingin di sentuh Citra tidak bisa menggapai tubuh Tomi seolah ada jarak yang tak kasat mata yang menghalangi Citra untuk merai tubuh Tomi dan secara perlahan tubuh Tomi memudar dan menghilang membuat Citra terus berteriak memanggil manggil nama Tomi sehingga terbawa ke alam nyata.


Dian yang saat itu sedang berjalan di depan kamar Citra karna ingin ke bawah membuatkan susu untuk kedua anaknya langsung bergegas masuk kedalam kamar Citra yang kebetulan pintunya tidak terkunci langsung menghampiri Citra dan membangunkan Citra yang masih tertidur gelisah sambil terus menyebut nama Tomi.


Tak lama Citra pun bangun dengan keringat yang membanjiri wajahnya.


"Kamu mimpi buruk?" tanya Dian dan langsung memberikan Citra segelas air yang ada di nakas samping tempat tidur Citra dan langsung di minum habis oleh Citra.

__ADS_1


"Iya Dian, aku mimpiin Tomi tapi Tomi gak dengar omongan aku dan tidak mengenali aku, saat aku mau sentuh pun gak bisa seperti ada sesuatu yang memisahkan kita dan setelah itu tubuh Tomi perlahan memudar dan hilang Dian, aku takut Dian dengan ke adaan Tomi disana." ucap Citra menangis di pelukan Dian setelah selesai minum air yang Dian kasih Citra langsung memeluk Dian erat dan menceritakan mimpinya pada Dian.


Deg...


Tanpa mereka berdua sadari jika sedari Dian masuk kamar Citra ada seseorang yang juga mendengar apa yang Citra ucapkan pada Dian.


.


.


.

__ADS_1


Bersambung...


__ADS_2