Mengejar Cinta Mu

Mengejar Cinta Mu
Ingatan Yang Menyakitkan


__ADS_3

Hari-hari yang dilalui Citra dan Tomi berjalan seperti mana mestinya setelah ungkapan perasaan keduanya di pesawat tempo hari lalu hubungan Citra dan Tommy masih berjalan di situ-situ aja tanpa ada kemajuan. Citra dengan sabar dan telaten merawat Tomi dengan tulus meski Tomi seringkali mengacuhkannya dan puncaknya hari ini. entah ada angin apa tiba-tiba saja Tommy berbicara pada seluruh anggota keluarga saat sarapan pagi bahwa dia akan mencari sosok wanita yang ia ingat sebagai pacarnya. dan ungkapan keinginan Tommy tentang ingin mencari pacarnya tersebut membuat seluruh keluarga terdiam dan menatap Tomi dan Citra bergantian dengan tatapan mata yang tak bisa diartikan.


"apakah kamu sadar dengan apa yang kamu ucapkan barusan?" tanya Mama Nadin yang tak menyangka Tommy justru mengingat perempuan yang sudah meninggalkannya dan membuatnya melakukan sesuatu yang buruk terhadap Citra.


"Tommy sadar mah, dan Tommy akan mencari perempuan yang Tommy cinta karena sampai sekarang cinta Tommy padanya masih tetap sama mah."ucap Tomi tegas dan yakin tanpa sadar sudah melukai perasaan Citra yang begitu dalam.


"Tom lu udah nikah dan perempuan yang elu cintai itu ya istri lo Citra bukan perempuan itu"ucap Dicky marah. karena Dicky tahu persis apa yang terjadi dengan Tommy waktu itu sampai Tommy akhirnya menodai Citra di saat dirinya lagi patah hati.


"lu nggak tahu siapa perempuan yang gue cintai Dicky."ucap Tommy nggak terima dan seingatnya Tommy tidak pernah menceritakan siapa perempuan yang ia cintai pada siapapun.


"siapa bilang gue nggak tahu perempuan yang Lo suka dulu?" tanya Dicky menantang.


"namanya Dila teman sekelas kita juga perempuan yang paksa menjadi wanita penghibur karena dijual oleh ayahnya yang tidak punya akhlak itu di sebuah klub malam."ucap Dicky yang seketika membuat Tommy diam dan menatap Dicky dengan marah.


"lu jangan lupa siapa gue apapun bisa gue lakukan dan bukan cuma gue kak Dika dan papa juga sudah tahu apa yang lo sembunyikan dan yang membuat lu nggak bisa membuka hati lo selama ini karena apa pun yang lu sembunyiin selama ini dari gue dan dari seluruh anggota keluarga ini karena lu nggak ingin Mama dan Papa tidak menerima perempuan yang lu suka itu karena latar belakangnya."ucap Dicky membuka fakta yang selama ini Tommy tutup-tutupi sebelum mengenal Citra.


"dan apa lo sadar dengan tindakan lu seperti ini mencari perempuan yang sudah jelas-jelas meninggalkan lu dan kini dia sudah berumah tangga dan memiliki seorang anak sudah melukai istri lo yang selama ini mencintai lo bahkan sebelum lo sadar bahwa ada orang di sekitar lu yang mencintai lo dengan tulus ikhlas dan meminta lu membalas perasaannya."ucap Dicky kesal.

__ADS_1


"sudah nak Tomi belum ingat siapa dirinya, baru sebagian kecil yang Tomi ingat kita harus sabar menghadapi sikap topi yang seperti."ucap Mama Nadine


mendengar apa yang diucapkan Dicky seketika kepala toming langsung sakit dan Tommy pun langsung memegang kepalanya serta menjambak rambutnya untuk mengurangi rasa sakit hingga akhirnya Tommy tumbang dan tak sadarkan diri.


"mas... mas Tomi bangun mas.."ucap setelah menggoyang-goyangkan lengan Tommy agar Tommy bangun.


"Dika Dicky angkat tubuh Tomi bawa ke kamar. dan panggilkan dokter untuk memeriksa kondisi Tommy."titah papah Juna dan setelah itu Dika dan Dicky pun mengangkat tubuh Tomi membawanya ke dalam kamar.


Mama Nadine yang melihat Citra diam dan menangis tanpa mengikuti Tomi yang sudah di bawa masuk kedalam kamar langsung saja Mama Nadine mendekat dan langsung memeluk Citra seketika tangis Citra pecah dipelukan Mama Nadine.


"Citra akan berusaha sabar Ma dan berusaha mengingat kembali apa yang sudah mas Tomi lupakan."ucap Citra dalam pelukan Mama Nadin.


"Mama yakin pasti suatu saat nanti Tommy akan mengingat siapa dirinya dan mengingat bahwa kamulah seseorang yang sangat ia cintai bahkan dia adalah dipukuli hanya untuk membuktikan kepada kamu bahwa dirinya benar-benar mencintai kamu dan tak ingin kalian berpisah."ucap Mama Nadine Dan seketika membuat Citra terdiam karena teringat dengan perbuatan keji papahnya memukuli Tomi di depan matanya sendiri hingga berakibat buruk seperti ini.


"mah Citra minta izin ingin pulang ke rumah orang tua Citra ada yang ingin Citra sampai bicarakan dengan mama dan papa"hijab Citra meminta izin pada Mama Nadine karena Citra tidak ingin minta izin kepada teman mengingat perkataan Tommy tadi sudah membuat hati kita sangat sakit.


"iya sayang, ya udah kamu siap-siap nanti kamu diantar sopir dan jika kamu ingin bermalam di sana untuk melepas rindu dan juga menenangkan pikiran kamu Mama tidak keberatan asal kamu bilang sama mama ya nak."kecap Mama Nadine lepas pelukan nya pada citra dan menghapus air mata di wajah cantik Citra.

__ADS_1


Mama nanti memang sengaja mengizinkan Citra pergi berkunjung ke rumah orang tuanya karena Wawan Adin berpikir jika Citra berada di rumahnya bisa sedikit mengalahkan perhatiannya terhadap Tommy yang sudah membuat Citra terluka dan memanah berharap semoga Citra di sana Tomi menyadari bahwa ada yang hilang dari dirinya tanpa ada Citra di sampingnya.


setelah selesai berpamitan pada Mama Nadine Citra pun melangkahkan kakinya menuju kamar setelah melihat dokter yang memeriksa atomy tadi pulang dan setelah dipastikan jika di dalam kamar Citra dan Tommy masih ada para lelaki keluarga Wijaya.


"pah bagaimana keadaan mas Tommy?"tanya Citra saat dirinya baru melangkah masuk ke dalam kamar dan melihat Tomi masih belum sadarkan diri terbaring lemah di atas tempat tidur.


"keadaan bumi baik-baik saja dia hanya kecapean karena berusaha terlalu keras untuk mengingat memori yang sudah ia lupakan dan kamu jangan khawatir kamu fokus aja pada kehamilan kamu karena Papa tidak ingin terjadi sesuatu dengan kamu dan juga bayi yang ada dalam kandungan kamu."ucap papa Juna dan setelah itu mengajak Dika dan Dicky keluar dari kamar Citra karena ingin memberikan privasi buat pasangan suami istri itu.


"mas aku izin untuk beberapa hari ke depan aku akan tinggal di rumah mama karena ada sesuatu yang harus aku urus di sana Dan aku harap kepergian aku ini bisa membuat kamu lebih tenang tanpa melihat wajahku ."pamer Citra meski ia tahu bahwa demi tidak mendengarkan apa yang ia ucapkan dan setelah itu citra pun bergegas berganti pakaian dan memasukkan beberapa helai pakaian ke dalam tas kecil karena Citra tak ingin membawa koper yang menurutnya terlalu besar ganteng di saja itu pasti akan menjadi pertanyaan seluruh anggota keluarga yang lain nantinya.


.


.


.


Bersambung....

__ADS_1


__ADS_2