Mengejar Cinta Mu

Mengejar Cinta Mu
Perasaan Nyaman Dan Takut Kehilangan..


__ADS_3

Saat Tommy dan yang lain sudah sampai di bandara mereka semua bergegas keluar dari mobil dan berjalan menuju ruang tunggu keberangkatan khusus yang telah disiapkan oleh anak buah Dika. di tengah perjalanan menuju ruang khusus mata Tommy tak henti-hentinya ke sana ke sini mencari perempuan hamil yang sudah mencuri perhatiannya seminggu belakangan ini memang Tommy akui kalau Tommy merasa nyaman dan tenang saat melihat perempuan hamil itu di sisinya meski Tommy belum merasakan perasaannya kembali seperti dulu ngomong rasa takut kehilangan dan tidak rela ditinggalkan oleh perempuan itu sangat besar sehingga membuat Tommy gusar sendiri.


"nyari siapa lo?"tanya Dicky yang sudah dari tadi memperhatikan Tommy melihat ke semua arah.


"cariin istri gue."ucap Tommy sewot.


"oh istri lo..."jawab Dicky santai dan seketika mendapat tatapan tajam dari Tommy yang membuat sedikit tersenyum. Dicky tidak menyangka jika posesif Tommy pada citra begitu kuat meski dirinya belum mengingat cintanya namun hati Tommy tahu siapa pemiliknya.


"jangan bilang kalau istri gue udah balik duluan tanpa gue."ucap Tommy menatap Dicky nyalang dan tak terima jika Citra meninggalkan dirinya.


"banyak tanya lu udah ikut gua aja."ucap Dicky cepat dan menarik tangan Tommy agar segera sampai di ruang tunggu karena sebenarnya Dicky sudah sangat merindukan Dian sebab dari kemarin Diki tidak bertemu dengan Dian karena sedang mengurusi Tommy di rumah sakit.


saat sudah memasuki ruang tunggu keluarga mata Tommy langsung mengarah kan tatapannya pada perempuan hamil yang tengah duduk di sofa dengan mata terpejam. tanpa banyak kata Tommy langsung berjalan mendekati perempuan itu dan duduk di sampingnya. secara perlahan tangan Tommy terulur dan membawa kepala Citra bersandar di dada bidangnya agar citra merasa nyaman.


merasa ada orang duduk di sampingnya membuat Citra tak membukakan matanya karena Citra merasa sangat ngantuk dan lelah namun saat menyadari ada tangan yang memegang kepalanya dan membawa ke dalam pelukan seorang Citra pun perlahan membuka matanya dan mendongak ke atas untuk melihat wajah seseorang itu.


Deg....


betapa kagetnya Citra saat mengetahui laki-laki yang berada di sampingnya dan tengah memeluknya itu adalah laki-laki yang sangat ia rindukan dan juga sangat ia cintai terlebih laki-laki itu adalah ayah dari anak yang ia kandung saat ini.


"mas Tomi.."ucap Citra pelan.

__ADS_1


"tidur aja lagi nanti kalau sudah waktunya pesawat take off aku bangunkan ya."ucap Tomi lembut dan mengusap rambut Citra Dengan sayang.


Citra yang merasa masih ngantuk dan lelah langsung saja memejamkan matanya dan tak menunggu lama Citra sudah terbang ke alam mimpi dan tidak tahu apa yang terjadi setelahnya karena saat Citra terbangun dari tidurnya dia sudah berada di dalam pesawat dengan masih posisi yang sama seperti tadi berada di dalam pelukan hangat Tommy.


"kita sudah berada di pesawat mas?"tanya Citra dan membenarkan posisi duduknya.


"iya sekarang sudah berada di dalam pesawat."Jawab Tommy enak tahu wajah Citra yang cantik alami yang mampu menggetarkan hatinya.


"tas aku mana mas?"tanya Citra karena Citra ingin mengambil air minum yang di bawahnya di dalam tas karena Citra merasa sangat kehausan.


"ini.."ucap Tommy menyerahkan tas Citra yang ternyata berada di samping kirinya Tommy.


"makasih.."ucap Citra dan langsung membuka resleting tasnya dan mengambil air minum setelah itu citra menunggu air itu hingga tersisa setengah karena Citra benar-benar merasa kehausan.


"eh... itu bekas ku mas?" ucap Citra yang tak menyangka jika Tommy akan meminum bekas minumannya.


"kenapa emang ada yang salah?"tanya Tommy dengan wajah datarnya.


"nggak ada sih, emang mas nggak jijik minum bekas minumanku?" tanya Citra.


"enggak tuh. kan kamu istriku."jawab Tommy simple dan membuat hati Citra bergetar.

__ADS_1


mendengar jawaban Tomi membuat Citra diam dan juga merasa terharu. meskipun Tommy masih belum mengingat siapa dirinya tapi perbuatan Tommy padanya sudah membuktikan bahwa Tommy memang benar-benar mencintainya hingga dalam keadaan seperti ini pun hati Tommy tahu di mana tempatnya untuk pulang.


"kenapa?"tanya Tommy heran melihat raut wajah Citra yang sendu.


"aku nggak papa mas."jawab Citra dan memejamkan lagi matanya untuk menghindari berbicara dengan Tommy. karena semakin banyak Tommy berbicara itu membuat Citra merasakan kangen yang luar biasa terhadap sosok Tommy yang dulu. meskipun dulu Tommy tidak menunjukkan perasaannya terhadap Citra tapi perbuatannya terhadap Citra sudah membuktikan bahwa Tuhan mencintainya namun suami belum menyadari perasaannya saat itu. begitupun dengan sekarang perlakuan Tommy saat ini persis seperti dulu dan itu membuat Citra tanpa sadar meneteskan air matanya mengingat kebaikan Tommy padanya.


"hei kenapa menangis? apa ada kata-kataku yang menyakitkanmu?"tanya Tommy khawatir melihat Citra yang tiba-tiba menangis.


"aku nggak papa mas."jawab Citra dan menghapus air mata di pipinya tanpa membuka mata.


jawaban Citra Tommy pun merasakan perasaan yang sakit saat melihat air mata Citra di pipi mulus Citra itu hingga dengan secepat kilat Tommy membawa tubuh Citra dalam pelukannya dan menenangkan Citra dengan mengelus punggung nya.


"apapun dan bagaimanapun cara aku sikap aku terhadap kamu dulu yang belum bisa aku ingat tapi satu yang harus kamu tahu bahwa aku merasa sangat nyaman berada di samping kamu dan aku berharap semoga aku bisa kembali mengingat semua yang sudah aku lupakan agar aku tidak menyakiti orang-orang yang aku sayang dan aku cintai. dan aku sangat berharap bahwa kamu berada di antara orang-orang yang aku sayang dan aku cintai karena entah mengapa aku nggak rela kamu pergi dari aku."ucap Tommy tulus dan seketika membuat tangis Citra semakin deras dan peluk tubuh Tommy dengan erat.


"bantu aku agar aku bisa mengingat kembali semua memori yang sudah aku lupakan agar aku tidak terus menyakiti kamu. melihat kamu menangis seperti ini sungguh membuat hatiku sakit Dan aku mohon sama kamu tolong jangan tinggalkan aku. aku nggak tahu lagi entah seperti apa nanti hidupku tanpa kamu." ucap Tommy pelan membuat Citra merasa terharu dengan ungkapan hati Tommy yang tulus terhadapnya. sungguh Citra tak ingin waktu cepat berlalu Citra ingin terus bersama dengan Tommy memeluknya erat tanpa ada yang memisahkannya kelak.


"aku janji mas akan selalu berada di sisi kamu menemani kamu di saat suka dan duka. aku takkan pernah meninggalkan kamu kecuali kamu sendiri yang mengusir aku keluar dan menjauh dari hidup kamu. karena aku sangat mencintai kamu dari dulu, kini dan selamanya."ucap Citra dan semakin mengeratkan pelukannya terhadap Tommy.


.


.

__ADS_1


.


Bersambung...


__ADS_2