Mengejar Cinta Mu

Mengejar Cinta Mu
Bab 112


__ADS_3

Setelah menceritakan isi hatinya kepada Tania, Alisya menyadari satu hal jika dalam sebuah pernikahan itu harus saling memahami satu sama lain. Jika sudah tidak memahami satu sama lain, maka untuk mencapai tujuan pernikahan tidak lagi sama, karena dua pasangan sudah tidak memiliki jalan yang sama. Alisya meyakinkan dirinya jika dirinya menikahi Adrian dan baahkan pernah memberikan kesempatan kedua dalam pernikahan itu semata-mata karena dirinya mencintai Adrian. Cinta bisa dideskripsikan dengan mengerti dan memahami orang dicintainya. Seharusnya Alisya mencoba untuk memahami Adrian, Adrian bekerja sampai pulang larut malam untuk dirinya. Seharusnya pula Alisya lebih mengerti suaminya, namun karena sering disakiti hatinya, Alisya menjadi istri yang penuh dengan rasa cemburu dan selalu mencurigai suaminya. Alisya takut jika kesalahan yang sama akan terulang lagi, membuat menjadi gadis itu berpikir negatif tentang suaminya. Tetapi yang menjadi Alisya merasa kesal, Adrian tidak berbicara yang sebenarnya. Atau bisa saja seperti yang dikatakan Tania, mungkin Adrian tengah menjaga perasaan Alisya apalagi Alisya sedang dalam rasa cemburu. Adrian mungkin tidak ingin Alisya bertambah curiga dan mengunduh hal yang aneh-aneh. Alisya mencoba memahami itu, dia menenangkan perasaannya agar nanti saat bertemu dengan Adrian, dirinya mencoba berbicara baik-baik dengan suaminya.


Alisya masuk kedalam, Adrian tertidur dengan lelap. Sepertinya adrian sangat kelelahan karena pekerjaannya, Alisya memandang wajah pulas suaminya itu. " Maaf, tapi aku butuh kejujuran darimu." Ucap Alisya mengelus wajah suami yang sangat ia cintai itu.


Adrian merasa sebuah tangan hangat menyentuh pipinya, di membuka sedikit matanya. Menyadari si pemilik tangan itu adalah istrinya, Adrian menarik tangan Alisya itu hingga tubuh itu terjatuh dipelukkannya. Adrian memeluk istrinya dengan penuh kasih sayang.


Alisya terkejut dengan perlakuan Adrian, dia mencoba melepaskan pelukan suaminya. " Adrian lepaskan!" Seru Alisya mencoba untuk melepaskan pelukan Adrian.


"Al, sebentar saja. Sejak aku pulang ke rumah, kamu belum memelukku." Ujar Adrian yang tak ingin melepaskan Alisya didalam pelukannya.


" Tapi lepaskan dulu, kamu gak kasihan sama bayi kita." Ucap Alisya sebab dirinya tengah hamil besar, jadi saat Adrian memeluknya seperti itu perutnya terasa terhimpit oleh tubuh Adrian.


"Ah! Maafkan aku." Adrian melepaskan pelukannya meski dirinya enggan.


Alisya duduk dipinggir kasur, Adrian bangun lalu mengelus perut Alisya yang sudah mulai membesar. " Anakku, maafin ayah ya." Ucapnya.


" Adrian, aku ingin bicara." Ucap Alisya.


" Masalah yang tadi lagi. Aku mohon, Al. Kita sudahi saja." Ujar Adrian yang tak mau bertengkar lagi.


" Aku hanya ingin kamu jujur saja. Jadi, semalam aku gak sengaja melihat postingan Bella, disana dalam postingan itu ada kamu." Ujar Alisya agar suaminya mulai mengakui kebohongannya.

__ADS_1


Adrian mulai menunjukan gelagat rasa bersalah karena tadi sudah berbohong, ternyata Alisya sudah mengetahuinya melalui postingan Bella. Karena tadi dia berbohong, Adrian merasa jika Alisya tadi pasti marah dan kecewa padanya. Seharusnya tadi dia tidak perlu menjaga perasaan Alisya, seharusnya dirinya berkata jujur saja. Jika Alisya melihat postingan orang, membuat Adrian menjadi merasa bersalah.


" Maaf jika aku sudah berbohong tadi, aku gak bermaksud berbohong, tapi aku takut jika kamu akan memikirkan yang enggak-enggak. Aku hanya menemani Bella jalan-jalan keliling Bandung, kebetulan dia gak pernah ke Bandung." Ujar Adrian memberikan penjelasan kepada Alisya.


" Justru dengan kamu berbohong padaku, aku malah tambah berpikir yang enggak-enggak tentang mu." Ucap Alisya.


" Maafkan aku, Al." Ucap Adrian menggenggam tangan Alisya.


Alisya mengelus pipi suaminya, " Aku mencintaimu dan aku percaya padamu. Aku berharap kamu gak mengecewakan ku lagi." Ucap Alisya menatap lembut wajah suaminya.


" Aku juga mencintaimu." Ucap Adrian menarik tangan Alisya yang mengelus pipinya, dengan perlahan mulai mendekati wajah dan mencium bibir manis Alisya.


Seperti biasa, Adrian mulai sibuk dan akan berangkat kerja sedangkan Alisya juga akan berangkat ke butik. Mereka berdua berangkat bersama-sama. Tak disangka saat perjalanan, mereka bertemu dengan Bella yang tengah berjalan kaki.


" Bel, kok jalan kaki?" Tanya Adrian.


Alisya yang berada disamping Adrian merasa kesal. Tanpa berbicara dengannya, Adrian langsung menghampiri Bella sekretarisnya. Baru saja mereka berdua berdamai karena masalah Adrian yang berbohong saat dirinya jalan berdua dengan Bella. Tapi kini, Adrian malah tanpa berbicara langsung mendekati gadis yang tengah dicemburui oleh Alisya istrinya.


" Aku mau ke kantor pak, tadi aku naik ojek. Tapi tiba-tiba motornya mogok jadi dia meminta maaf dan meninggalkan begitu saja. Sudah cari taksi tapi belum ada yang lewat." Ujar Bella alasan dirinya berakhir dengan jalan kaki seperti ini.


" Kalau begitu barenga saja. Kebetulan aku antar Alisya ke butik langsung ke kantor." Ujar Adrian.

__ADS_1


Alisya memandang suaminya dengan kesal, bukannya berbicara dia malah meminta Bella untuk berangkat bareng dengan mereka. Sebenernya apa mau Adrian, dirinya memang sengaja ingin membuat Alisya merasa cemburu atau Adrian sudah mulai ada perasaan dengan Bella. Alisya menggeleng kepalanya, mencoba untuk tidak berpikir negatif tentang Adrian.


Bella dengan santun masuk kedalam mobil duduk di kursi belakang. Dia tak lupa menyapa Alisya, istrinya dari bosnya. Alisya hanya membalas sapaannya dengan senyuman. Mereka bertiga berangkat ke butik, mengantar Alisya kesana. Alisya memandang suaminya, dia begitu tidak menerima jika Adrian harus berangkat berduaan dengan Bella.


" Kenapa sih memandangi aku terus?" Tanya Adrian menyadari sedari tadi Alisya memandanginya.


" Gak apa-apa." Jawab Alisya.


" Ada masalah?" Tanya Adrian terlihat wajah Alisya yang sepertinya menyembunyikan sesuatu.


" Gak ada. Nanti jam makan siang, aku antarkan makanan ke kantor ya." Ujar Alisya.


" Bukannya kamu gak masak, seharian ini kamu bakal sibuk di butik, kan?" Ucap Adrian.


" Iya, tapi aku bisa beli makan diluar."


" Gak usah repot-repot ke kantor. Aku bisa makan siang di kantin kantor kok. Kamu kerja aja, dan juga jangan lupa makan ya." Adrian menolak, karena Alisya sedang hamil dia tidak ingin istrinya harus bolak-balik ke kantornya.


" Kalau begitu kamu bawa makanan aja, kita makan siang bersama di butik." Usul Alisya yang.m biasanya Adrian lakukan seperti itu.


" Maaf ya sayangku.. hari ini aku gak bisa, aku dan Bella setelah makan siang harus survei lokasi. Jadi hari ini kamu makan siang sendiri ya." Ujar Adrian tersenyum.

__ADS_1


Alisya terdiam, memandangi kaca yang terdapat wajah Bella yang duduk terdiam di belakangnya. Alisya merasa cemburu karena kemarin saat di Bandung Adrian sudah bersama dengan Bella, dan kali ini saat Alisya mencoba agar Adrian makan siang bersamanya. Berakhir dengan Adrian harus pergi berdua lagi dengan Bella. Kenapa seminggu ini Adrian selalu bersama dengan Bella? Alisya takut jika kebersamaan itu akan menimbulkan perasaan lebih dari sekedar bos dan sekretaris.


__ADS_2