Mengejar Cinta Mu

Mengejar Cinta Mu
IRI


__ADS_3

“Halo” sapa Tiara saat dia menerima panggilan dari sang kekasih.


“Halo sayang, kamu sudah makan?” jawab Arya diseberang sana.


“Sudah yank. Kamu udah? Sibuk banget ya?”.


Arya pun menganggukkan kepalanya.


“Ini baru mau makan, Gara-gara kamu resign Pak Bram sekarang fokus di Blissfull jadi kerjaan dia Aku yang handle semua” jawab Arya yang memang saat ini baru saja dapat istirahat makan siang.


“Aduuuduuudu,,, kacian pacar Aku” goda Tiara pula.


Arya pun terkekeh saja.


“Nanti malam aku jemput ya dirumah. Rasanya berbeda sekali tidak melihat kamu seharian ini” ucap Arya yang diangguki antusias oleh Tiara.


“Kita bahkan pernah setahun LDRan yank” sahut Tiara.


“Iya sih, tapi tetap saja ada yang kurang kalau kamu tidak disini”.


“Kangen ya?” goda Tiara pula.

__ADS_1


“Banget” jawab Arya cepat. “ Gimana kerjaannya? Kamu nyaman kan?”.


“Sejauh ini aman yank. Ya udah makan dulu gih. Aku juga mau lanjut kerja” ucap Tiara karena kasihan Arya jadi tidak fokus makan.


“Iya, sampai jumpa nanti malam ya” balas Arya.



Arumi berusaha menghasut beberapa rekan kerjanya untuk ikut membenci Tiara dan itu sangat mudah karena perempuan biasanya gampang terhasut apalagi Tiara sangat cantik dan memang termasuk saingan yang sulit.


“Baru bekerja sudah menjadi asisten manajer dan seruangan dengan Pak Kevin lagi kan?” ucap Arumi memulai aksi hasut menghasutnya.


“Jangan menuduh yang tidak-tidak, Aku dengar dia mantan kepala divisi lho di BG. Kalian tau kan BG perusahaan besar?” ucap Wira yang tidak setuju mendengar obrolan rekan-rekan wanitanya.


“Apaan sih kamu Wira,sana kembali ke meja kamu” usir Arumi yang tidak ingin rencananya gagal.


Wira hanya geleng-geleng kepala.


“Dasar cewek-cewek saiko” batin Wira.


Bersamaan dengan itu Kevin mengumpulkan anggota divinya di ruang meeting karena mereka mempunyai inovasi pemasaran baru yang memang sudah dia rancang jauh-jauh hari. Bersama dengan Tiara tadi dia lebih menyempurnakan rancangannya.

__ADS_1


Kevin memulai meetingnya dengan begitu berwibawa. Dia menyampaikan strategi pemasaran seperti apa yang akan mereka jalankan. Tiba giliran Kevin menanyakan pendapat rekan-rekan kerjanya mengenai rencana tersebut.


Tiara pun ambil bagian, dia juga mengemukakan pendapatnya mengenai strategi tersebut. Gaya bicaranya lugas, luwes dan memang terlihat smart. Sekali mendengar juga orang tau kalau dia adalah wanita yang cerdas. Arumi dan Nadia pun menjadi tercengang. Kalau Arumi tentu saja iri tapi Nadia dia menjadi malu sendiri. Ternyata Tiara tidak seperti yang dia bayangkan. 


Selesai meeting, Wira menghampiri Nadia.


“Kamu lihat kan? Dia itu wanita cerdas. Dari gaya bicaranya saja aku sudah bisa menebak. Kamu jangan deh kehasut sama Arumi” ucap Wira memperingatkan Nadia sahabatnya.


Nadia pun menganggukkan kepalanya.


“Tiara memang keren, tapi kenapa Arumi bisa menjelek-jelek kan Tiara seperti itu ya?” batin Nadia merasa heran.


Di tempatnya Arumi mengepalkan tangannya kuat-kuat.


“Aku tidak mau kalah lagi dari dia. Tidak akan pernah” ucap Arumi dalam hati. Dia sedang mencari cara agar bisa mempermalukan Tiara.


“Kalau tidak bisa mempermalukan dalam urusan pekerjaan mungkin aku akan membuat dia malu dalam hal lain” batin Arumi sambil tersenyum licik.


Dia sudah memikirkan siasat apa yang akan dia gunakan untuk menjatuhkan Tiara.


Bersambung...

__ADS_1


__ADS_2