
Adrian melajukan mobilnya seperti orang mabuk. Dirinya benar-benar takut, sebelum dia mengancam Tania untuk tidak menyebarkan apa yang telah terjadi diantara mereka berdua. Namun, Tania malah justru tidak menjawab, yang ditunjukannya hanyalah menangis.
Adrian sampai ke apartemennya, dia mencoba semaksimal mungkin untuk tidak terlihat seperti orang yang sedang berbohong. Didepan pintu apartemennya, dia menghela nafasnya sebentar lalu membuka pintu apartemen.
" Aku pul..." ucapan itu terhenti melihat foto dirinya dan Tania di kasur berserakan dilantai. Disudut ruangan terlihat Alisya menangis.
" Al.." panggil Adrian lembut menghampiri istrinya.
" Berhenti memanggil namaku!" bentak Alisya dalam tangisannya.
" Al, aku bisa semuanya. Ini tidak seperti yang kamu lihat." ujar Adrian berusaha memegang tangan istrinya.
Alisya menepiskan tangan Adrian yang mau menyentuh. " Jangan menyentuh ku!"
" Al, aku bisa jelasin semuanya. Di dalam foto ini tidak seperti apa yang kamu pikirkan." ujar Adrian, raut wajahnya begitu gusar. Dia tidak berharap jika ini akan terjadi.
" Lalu apa? kamu membohongi ku dengan alasan pekerjaan. Ternyata kamu ingin bertemu dengan Tania dan tidur dengannya." ujar Alisya sambil menangis.
" Aku gak tidur dengannya!" Adrian mengelak.
" Lalu ini apa!" bentak Alisya mengambil foto yang berserakan di lantai dan melemparnya ke Adrian.
" Alisya." panggil Adrian dengan tatapan memohon.
" Aku benci sama kamu! Aku benci! Kenapa! Kenapa kamu selalu menyakiti perasaan ku, kenapa! Aku pikir selama ini kamu udah mau menerima ku, hiks.. aku memang menyedihkan mencintai orang yang akan bisa melupakan masa lalunya." ujar Alisya tertunduk dan menangis.
"Alisya, aku mohon dengerin penjelasan aku dulu." ujar Adrian memohon.
Namun, Alisya tidak perduli meski air matanya terus menangis. Alisya mengemas semua pakaian kedalam koper.
" Alisya, kamu mau kemana? kenapa kamu mengemasi semua barang mu?" tanya Adrian yang melihat Alisya memasukan semua pakaiannya.
__ADS_1
" Aku mau pulang ke Jakarta hiks.." ucap Alisya yang air matanya tidak berhenti mengalir.
Adrian duduk mencoba memegangi tangan istrinya dengan tatapan memohon, " Al, aku minta maaf. Aku mohon jangan dulu pergi. Aku bisa jelasin semuanya."
Alisya menepis tangan Adrian. Dia sudah tidak mau mendengar penjelasan Adrian lagi. Semua foto itu sudah menjadi bukti, untuk apa Alisya harus mendengar penjelasan Adrian.
" Alisya, aku mohon." ucap Adrian memelas.
Karena terus dicuekin, Adrian terpaksa dengan kasar mendorong koper itu menjauh. Dia menarik tubuh Alisya dan memeluknya. Alisya memberontak, namun kekuatannya tidak sebanding dengan kekuatan Adrian. Adrian memeluk kuat tubuh istrinya.
" Alisya, aku minta maaf. aku mohon jangan tinggalkan aku." ucap Adrian lirih. Seoalah dirinya juga merasakan sakit yang sama seperti Alisya.
" Lepaskan aku!" ucap Alisya memberontak.
" Aku mohon." ucap Adrian tanpa sadar air matanya pun ikut menetes.
Namun, Alisya dengan tenaga yang lemah terus memberontak dan mendorong tubuh Adrian menjauh darinya.
Daffa sudah sampai di Surabaya, bukannya langsung menjemput Alisya. Dia melajukan mobilnya menuju sebuah apartemen Tania yang dia dapatkan dari Bagas. Dia ingin bertemu dengan gadis yang sudah menyakiti perasaan Alisya, gadis yang dia cintai.
" Dafa? Kamu ngapain kesini?" tanya Tania lembut.
" Berhenti bersikap basa basi. Maksud kamu apa mengirim foto seperti itu kepada Alisya." ujar Dafa tanpa basa-basi.
" Maksud kamu apa? Kenapa kamu menuduhku seperti itu?" tanya Tania tidak mengerti, tiba-tiba dia dituduh begitu saja oleh Dafa.
" Tan, gak usah pake acara gak ngerti. Aku tahu ambisi mu itu. Aku pikir dengan kamu diberi pekerjaan layak, kamu bakal berubah ternyata aku salah." ujar Dafa.
" Daf, aku.." Tania tidak bisa melanjutkan kata-katanya. Dia tidak tahu harus berkata apa lagi. Tapi memang benar dirinya pelakunya.
Bagas datang, terlihat dia begitu tergesa-gesa nafasnya terengah-engah.
__ADS_1
" Daf, kamu udah sampai?" tanya Bagas melihat Dafa berdiri didepan pintu apartemen Tania.
" Kamu juga, kenapa mau membantu melakukan ini sih? Kenapa kalian berdua tega menghancurkan rumah tangga orang lain." ujar Dafa yang marah dengan Bagas sahabatnya.
Bagas terdiam mengatur nafas yang masih terengah-engah. " Baiklah, aku memang dalam hal ini. Aku tahu aku salah, tapi aku capek dengan tingkah kalian berdua. Bisa gak kita kembali seperti dulu lagi."
" Aku mau kita seperti dulu. Tapi, tidak bisakah kita untuk tidak melibatkan orang lain." ujar Dafa.
" Tapi Alisya lah yang menyebabkan ini semua." ucap Tania menyalahkan Alisya.
" Tan, aku tahu kamu masih mencintai ku. Tapi bukan berarti kamu menyakiti perasaan gadis itu. Dia gak tahu apa-apa." ujar Dafa membela Alisya. Dalam permasalahan mereka Alisya memang tidak tahu apa-apa.
" Dafa, kamu ingat kalau aku pernah bilang aku akan tetap membalas dendam padanya. Aku ingin gadis itu merasakan apa yang aku rasakan. Rasa sakit aku rasakan selama. Rasa sakit dimana aku mencintaimu sedangkan kamu malah mencintainya." ujar Tania menangis meratapi nasibnya.
Dafa terdiam, lalu tersenyum licik. "Kamu sadar gak? Cara mu itu justru memberi peluang untukku." ujar Dafa pergi dari situ.
Bagas menoleh, " Aku ingin bersahabat seperti dulu. Sampai kapan aku harus berdiri diantara kalian berdua." teriak Bagas.
Dafa berhenti dan menoleh, " Jangan tanyakan padaku, tapi tanyakan pada sahabat mu itu. Sampai kapan akan berhenti membalas dendamnya." ujar Dafa pergi.
Falshbcak
Dafa, Bagas dan Tania merupakan sahabat dekat saat masuk SMA. Dafa orang pertama yang membantu Tania saat dirinya terkena hukuman dari kakak kelas saat masa orientasi. Dari situlah mereka mulai berteman, hingga Dafa mengenalkan Bagas kepada Tania. Mereka bertiga sangat dekat, bahkan sering belajar bersama.
Namun, semakin hari perasaan Tania berubah, dia mulai menyukai Dafa. Tania menyukai Dafa secara diam-diam. Dengan persahabatan mereka, Tania mulai ingin lebih dekat dengan Dafa.
Saat naik kelas 11, Tania akhirnya tahu jika Dafa menyukai alisya adik kelas mereka. Yang merupakan teman kecil Dafa. Dafa terlihat mulai menjauh, dia terlihat begitu banyak waktu bersama dengan Alisya. Perasaan cemburu juga rasa sakit menyemuti hati Tania.
Hingga akhirnya persahabatan itu, tidak seperti dulu lagi. Tania juga mulai menjauh menyisakan Bagas yang masih bersama mereka namun tidak seperti dulu, yang selalu berkumpul bertiga. Rasa sakit hati yang Tania alami berunjung balas dendam.
Tania tahu jika Alisya diam-diam menyukai Adrian. Itulah sebabnya dia mendekati Adrian, dan membuat cowok itu menyukainya. Setiap kemanapun Alisya pergi, Tania akan mengajak Adrian kesana dan berpura-pura mesra didepan Alisya.
__ADS_1
Tania juga tahu, jika Adrian akan dijodohkan oleh Alisya. Dia sengaja menjauh memberi kesempatan untuk Alisya bahagia. Lalu Tania kembali dengan tujuan yang sama membuat Alisya sakit hati.
Flashback end