
Melihat pemandangan yang sangat menyesakkan dadanya tersebut dengan segera Tomi pergi tempat tersebut tanpa ingin mendengarkan lagi jawaban Citra atas ajakan laki laki itu dan rasa lapar yang sedari tadi menderanya langsung hilang begitu saja entah pergi kemana.
saat berada di parkiran Tomi baru sadar ia tidak seharusnya pergi dari tempat itu meninggalkan mereka berdua saja disana dan Tomi juga baru sadar jika ternyata Citra ada di Bali. itu semakin membuat Tomi marah yang berpikir jika Citra sengaja pergi dari rumah untuk bertemu dengan laki laki itu.
Dengan segera Tomi kembali lagi masuk dan langsung menuju meja tampat tadi ia duduk dan lagi Tomi mendengar suara Citra yang lagi tertawa membuat amarah Tomi s makin besar hingga tak sadar Tomi mengepalkan tangannya sampai kuku di jarinya memutih.
'bilangnya setia dan sangat mencintai gue, lah ini apa? pergi dari rumah tanpa pamit untuk ketemuan dengan laki laki di Bali. akan gue buktikan jika nanti gue udah ketemu Dila akan gue buat dia merasakan apa yang gue rasakan saat ini bahkan lebih dari apa yang gue rasakan saat ini ' ucap Tomi dalam hati sambil menatap tajam ke arah Citra dan Arya.
__ADS_1
Citra tidak mengetahui kalau sedari tadi ada Tommy di belakangnya yang mengawasi gerak-geriknya bahkan tangan Arya yang mengelus perutnya pun tak luput dari pandangan Tommy hingga tanpa sadar waktu bergulir begitu cepat tak terasa sudah 3 jam Citra habiskan bertemu dengan Arya di restoran itu dan kini tibalah saatnya Citra untuk berpisah dengan Arya karena Citra akan kembali lagi ke hotel sedangkan Arya kembali ke villa keluarganya. Arya sempat mengajak Citra untuk tinggal bareng di villanya selamat tinggal di Bali namun Citra menolak karena Citra tak ingin merepotkan Arya juga Citra tak ingin ada berita miring tentangnya karena niat awal Citra ke Bali adalah untuk menenangkan diri agar bisa mengambil langkah selanjutnya saat dia kembali ke Jakarta nanti untuk menghadapi sikap Tomi yang akan jauh lebih menyakitkan dari sebelumnya.
Tomi yang melihat dan mendengar semua percakapan antara Arya dan Citra terus mengumpat dalam hati dan berusaha sabar agar bisa mengetahui semua percakapan dan apa yang dilakukan Citra di belakangnya meski sebenarnya tangan Tommy sudah sangat gatal ingin menghajar habis-habisan laki-laki yang sudah berani menyentuh miliknya itu namun Tommy tahan karena tak ingin Citra mengetahui keberadaannya.
melihat Citra yang sudah beranjak dari tempat duduknya Tommy pun dengan segera mengambil daftar menu yang ada di meja tersebut untuk menutupi wajahnya agar tidak terlihat Citra dan setelah Citra keluar dari restoran. barulah Tommy bergegas keluar untuk menyusul Citra agar mengetahui di mana Citra tinggal selama di Bali dan tak lupa Tommy menyimpan beberapa lembar uang di bawah cangkir kopi untuk membayar makanan dan minuman yang telah ia makan.
kaget mengetahui keberadaan Tommy di sana secara perlahan kaki Citra melangkah ke belakang dan tak lagi memegang pintu tersebut membuat Tommy memudahkannya untuk masuk dan langsung mengunci pintu dan memasukkan kuncinya ke dalam saku celananya.
__ADS_1
.
.
.
.
__ADS_1
Bersambung....