Mengejar Cinta Mu

Mengejar Cinta Mu
Bab 118


__ADS_3

Setelah seharian menikmati waktu berdua bersama sang istri, Adrian harus kembali bekerja. Begitu pula dengan Alisya yang sudah meninggalkan butik seharian demi menyenangi dirinya. Namun, Adrian tak ingin istrinya untuk bekerja lebih berat dulu, sebab kehamilan Alisya sudah memasuki bulan ke 9, dan tandanya sebentar lagi dirinya akan melahirkan. Takut jika terjadi apa-apa pada istrinya, Adrian tak ingin Alisya melanjutkan pekerjaannya dulu. Sayangnya Alisya tetap bersikukuh ingin bekerja ketika perutnya sudah membesar, dia tak ingin terlalu merepotkan Bunga yang harus sendirian bekerja di butik. Meski berat, Adrian terpaksa mengizinkan istrinya untuk bekerja, meski berat hatinya apalagi istrinya sedang hamil besar.


" Gak apa-apa? Kalau pun terjadi sesuatu sama aku, ada Bunga yang nolongin. Kamu gak perlu khawatir sayang." Kata Alisya menenangkan suaminya yang masih mengkhawatirkan keadaannya.


" Seperti biasa, makan siang aku akan berkunjung." Ucap Adrian memandangi istrinya yang tersenyum seolah dirinya akan baik-baik saja.


" Baiklah, menu makan siang ini kalau bisa gado-gado ya, aku pengen makan gado-gado."


" Siap sayangku!"


Adrian sampai di kantor, seperti biasa dia mulai berkutat dengan dokumen pekerjaannya, ditambah hari ini Bella tak masuk kerja, dia akan sibuk sekali hari ini. Saat sedang bekerja, dia merasa jika ada satu dokumen yang ketinggalan, Adrian mencoba mencarinya di rak tempat dokumennya, namun dokumen itu tidak ada.


" Sepertinya dokumen itu berada di Bella." Adrian menuju ke meja Bella, dia menggeleda beberapa dokumen yang tertata di meja kerja Bella sekretarisnya, namun dokumen yang penting belum juga ditemukan. Padahal hari ini dokumen akan dia gunakan, sebab dokumen itu berisi tentang rencana kerja proyek mereka.


Adrian mencoba mencari dengan tenang di ruang kerjanya tetap saja, dokumen itu tidak dia temukan. Adrian memanggil Laras dan Yoga untuk menghadapnya, siapa tahu dia karyawannya itu mengetahui keberadaan dokumen itu.


" Apa kalian melihat dokumen yang berisi tentang proyek kemarin?"

__ADS_1


" Aku tidak melihatnya, pak." Jawab Yoga karena bukan bagian dia yang mengurus dokumen jadi dia tak melihat keberadaan dokumen itu dimana.


Laras yang mendengar itu mulai mengingat, saat mereka berempat lembur mengerjakan presentasi mengenai proyek pekerjaan baru mereka, saat itu dokumen yang dicari Adrian ada ditangan dirinya dan Bella, namun dokumen itu sudah mereka berdua kembalikan ke tangan Adrian.


" Tapi pak, dokumen itu bukannya sudah ditangan bapak ya. Saat itu aku yang memberikan dokumen itu kepada pak Adrian." Ujar Laras yang dia ingat betul jika dia yang memberikan dokumen itu kepada Adrian.


" Iya, aku ingat. Dan aku juga ingat dokumen itu aku letakkan diatas meja, karena aku takut bercecer dengan dokumen lain. Aku sudah mencari dimeja ini, namun dokumen itu tidak." Ujar Adrian karena dia sudah mencari dokumen itu namun tak kunjung ketemu.


" Mungkin saja dokumen itu berada di Bella, bapak sudah mencari di tempat kerja Bella?" Yoga mencoba menebak jika dokumen itu tak ada diantara mereka bertiga, pastinya dokumen itu ada bersama dengan Bella.


" Aku sudah mencari di meja kerja, namun dokumen itu juga tidak ditemukan." Adrian mulai putus asa, meski dia tahu dokumen itu sangat berarti untuk mereka.


" Salah satu yang harus kita lakukan, ya mengulang semuanya." Ujar Yoga yang membuat Laras tak terima karena dirinya sudah sudah lelah ditambah harus mengerjakannya ulang.


" Coba aku hubungi Bella dulu, siapa tahu Bella membawa dokumennya atau mungkin soft filenya di laptopnya." Ujar laras mengambil keputusan yang tepat daripada harus mengerjakan ulang dokumen itu.


" Biar aku saja yang menghubunginya." Ucap Adrian mengambil ponselnya yang berada diatas meja untuk menghubungi Bella.

__ADS_1


Laras berpikir jika benar Bella yang mengambil dokumen itu, untuk Bella melakukannya. Bella seolah-olah menambah beban kerja, dan jika bukan dan dokumen itu benar hilang. Laras tak sanggup harus mengerjakannya lagi, karena pekerjaannya yang lain belum juga selesai, ditambah Bella tak masuk hari ini, bisa-bisanya beban itu akan menimpa Laras.


Adrian menghubungi Bella, dan benar saja dokumen itu ada ditangan Bella. Tetapi Bella tak memiliki soft filenya. Adrian ingin Bella mengetuknya dan mengirim kepadanya, namun dia teringat Bella sedang sakit pastinya Bella tak sanggup melakukan itu. Terpaksa dokumen itu harus diambil di rumahnya Bella. Adrian meminta Bella mengirim alamat rumahnya, agar dirinya bisa menemui Bella untuk mengambil dokumen itu.


Laras tak habis dengan jalan pikirannya Bella, untuk apa dia menyimpan dokumen itu padahal jelas dokumen itu bukanlah lagi tugasnya. Dan Laras ingat betul pembuatan dokumen itu menggunakan laptop Bella, tidak mungkin sebagai seorang sekretaris dia teledor dengan tidak menyimpan isi dari dokumen itu, jelas-jelas isi dari dokumen itu sangat penting. Jika cara kerja sekretaris seperti ini, bagi Laras lebih baik dipecat saja karena menurutnya sudah menyusahkan.


" Kalian kembalilah bekerja, aku akan mengambil dokumen itu di rumah Bella. Beruntungnya dokumen itu berada ditangan Bella."


" Ah baik pak, kami berdua permisi dulu. Ayo Laras!" Yoga mengajak untuk segera keluar dari ruang kerja Adrian.


Saat mereka berdua keluar dari kos Adrian, Laras seperti masih memikirkan alasan apa Bella membawa dokumen itu ke rumahnya. " Yoga, tunggu dulu deh. Kamu ngerasa jika Bella aneh banget, dokumen itu sudah berada ditangan pak Adrian, tetapi kenapa Bella mengambil dokumen itu. Seharusnya bukan pekerjaannya lagi, kan. Dan yang bikin aku merasa aneh lagi, aku ingat betul dokumen itu dikerjakan menggunakan laptop Bella, tetapi tadi Bella bicafa ditelfon jika dia tak memiliki file dokumen itu di laptopnya. Aneh, kan?" Kata Laras dengan isi pikirannya yang bingung dengan Bella.


" Itu pikiran mu saja, mungkin saja Bella tak sengaja membawa dokumen itu dan mungkin dia juga lupa menyimpan filenya." Kata Yoga menyangkal pemikiran dari Laras.


"Kamu ingat waktu Bella dengan mengangkat telepon dari istrinya pak Adrian. Saat kita tanya dia jawabnya kalau dirinya dan pak Adrian sudah dekat dan memang pak Adrian tidak mempermasalahkan jika dirinya mengangkat telepon dari istrinya. Padahal itu semua bohong, aku melihat dan mendengarnya saat pak Adrian memarahinya karena lancang menyentuh barang milik pak Adrian. Sadar jika Bella itu memang menyukai pak Adrian." Kata Laras yang mulai mencurigai Bella sang sekretaris yang mulai menunjukan gelagat menyukai bosnya.


" Udah gak usah mikir macam-macam, mungkin Bella merasa sebagai sekertaris dia sudah merasa dekat dengan pak Adrian dan istrinya makanya dia bertindak selancang itu. Gak usah mikirin urusan si Bella itu, ingatlah pekerjaan kita sudah menunggu di meja." Ujar Yoga menunjukan tumpukan dokumen dimejanya.

__ADS_1


Laras yakin sekali jika Bella menyukai pak Adrian, Laras jadi kepikiran apa yang direncanakan Bella saat pak Adrian nanti sampai ke rumahnya.


__ADS_2