Mengejar Cinta Mu

Mengejar Cinta Mu
Bab 76


__ADS_3

Setelah makan siang bersama Adrian di kantor. Alisya duduk di lobi, memainkan ponselnya untuk menghubungi bunga. Dia ingin bertemu dengan bunga hari ini untuk membahas bisnis yang direncanakan. Namun, nomor bunga yang dihubungi tidak pernah diangkat.


" Kemana sih bunga! Di telfon dari tadi gak diangkat." ujar Alisya kesal.


" Jangan-jangan dia sedang kuliah." pikir Alisya mengingat bunga melanjutkan pendidikan di jenjang perkuliahan.


Bunga masih duduk bersama Daffa. Mereka membicarakan tentang kuliah bunga dan pekerjaan Dafa. Bagas datang menghampiri mereka, melihat Bagas bunga teringat jika dia belum tahu nama Bagas selama dia bekerja di cafe itu.


" Kak, aku boleh nanya." ujar bunga.


" Mau nanya apa?"


" Itu, si teman kakak. namanya siapa? setiap ditanya selalu jawabnya kamu mau tahu ya. Bikin kesal!" ujar bunga dengan bibir sedikit maju sambil menatap ke arah Bagas yang berjalan mendekati mereka.


" Namanya bagas, anaknya memang nyebelin. Sabar-sabar ya jika kerja bareng dia." kata dada tersenyum.


Bagas berdiri memberikan ponsel bunga kepada pemiliknya. " Ini ponselmu, terus saja berdering. Siapa tahu ada hal yang penting."


" Iya kak, makasih ya kak Bagas." ujar bunga memberikan sedikit penekanan pada kata Bagas lalu mengambil ponselnya.


Bagas menatap Daffa dengan tajam, karena sudah membocorkan nama aslinya kepada bunga. Sedangkan yang ditatap hanya menyengir tanpa rasa bersalah.


Bunga mengecek panggilan di ponselnya. Dia ingin tahu siapa yang menelponnya. " Ah! Ternyata Alisya."


" Alisya yang menelpon? Wah! Bilang aja kesini, siapa tahu kedatangannya bisa mengobati rasa rindu seseorang." ujar Bagas melirik Daffa.


Daffa terdiam, ekspresi wajah berupa sendu mendengar nama itu. Sudah dia tidak bertemu dengan gadis yang sangat dicintainya.


" Aku akan menghubungi dulu. Jika dia mau ketemu, akan aku ajak dia kemari. Eh, tapi boleh kan kak?" tanya bunga memastikan sebab ini masih jam kerjanya.


" Gimana ya? ini masalahnya masih jam kerja.Tapi itu urusan dengan bos deh!" ujar Bagas.


" Kalau begitu gak usah saja." ucap bunga dengan nada kecewa. Padahal dia ingin bertemu dengan Alisya kebetulan ada Dafa juga disini.

__ADS_1


" Boleh kok. Yang penting dibayar." ucap Bagas menatap tajam Daffa.


" Nanti aku bayarin." ucap Dafa mengerti maksud Bagas.


" Gak usah kak, biar gajiku dipotong saja." kata bunga menolak.


" Kak Bagas, sampaikan ke bos gaji bulan ini dipotong karena aku ada ketemu dengan kedua temanku, tolong ya." pinta bunga memohon kepada Bagas.


" Bolehlah." ucap Bagas berlalu.


Alisya masih duduk diam di lobi, dengan tangannya masih memainkan ponselnya. Bella baru saja keluar dari ruangannya. Bella berjalan mendekati resepsionis, dengan menyapa pegawai resepsionis. Tak sengaja matanya melihat Alisya duduk sendirian. Bella awalnya tidak mau mendekati Alisya, namun entah kenapa dia punya keberanian untuk mendekati istri bos atau istri dari cowok yang ditaksirnya.


" Bu Alisya." sapa Bella.


" Ah! Hay bel." sapa Alisya balik dia terkejut Bella menyapanya.


" Ibu Alisya belum pulang?" tanya Bella karena biasanya Alisya sudah pulang diantar oleh Adrian.


Alisya hanya tersenyum.


" Gak apa-apa. Aku disini saja. Aku menunggu kabar dari temanku. Kami berencana untuk ketemu." ujar Alisya ramah.


Bella memandang Alisya, gadis itu nampak terlihat biasa saja bagi Bella. Tidak terlihat mewah bahkan sexy dimatanya. Bahkan penampilan seperti mungkin bagi Bella tidak pantas untuk mendampingi Adrian sebagai bos di perusahaan. Namun, kenapa Adrian begitu perhatian terhadap istrinya itu. Apa mungkin karena perjodohan itulah yang menjadikan Adrian perhatian kepadanya? ataukah karena cinta? Bella tersenyum lalu berkata, " baiklah bu, aku permisi dulu."


Tak berselang lama kepergian Bella dari hadapannya, ponsel Alisya berdering. Bunga menelponnya balik.


"Hallo."


" Maaf Al, aku sedang kerja. Jadi ponselku tidak aku pegang." ujar bunga dibalik telfon.


" Oh pantasan. Aku menelepon kamu gak angkat-angkat. Kamu kerja? Dimana? Bukannya kamu harus kuliah ya?" tanya Alisya beruntun sebab bunga selama ini kuliah. Baru tahu jika bunga bekerja.


" Ah itu, aku cari waktu kuliah sambil kerja. Soalnya lagi pengen sibuk aja, sama cari cuan buat bantu biaya kuliah. Jadi kamu menelepon ku untuk apa?" tanya bunga mengingat Alisya menelponnya sejak tadi.

__ADS_1


" Oh gitu, ada ingin aku bicarakan sama kamu. Kita bisa ketemuan gak?" tanya Alisya.


" Boleh, kamu ke cafe biasa. Aku bekerja disini kebetulan aku juga lagi duduk berdua dengan kak Dafa." ujar bunga.


Bibir Alisya tersenyum lebar, dia begitu senang mendengar nama Dafa. Sudah lama dia tidak bertemu dengan dafa. Ini menjadi kesempatan untuknya bertemu dengan dafa lagi. Ada banyak yang ingin Alisya curahkan kepada Dafa. Karena selama ini pesan Alisya tidak pernah direspon oleh cowok itu.


" Kak Daffa?" ucap Alisya antusias.


" Aku akan segera kesana." ucap Alisya lagi mematikan telfonnya.


Tanpa disadari Bella belum jauh dari tempat Alisya duduk. Bella masih berdiri di lobi untuk berbincang-bincang dengan pegawai resepsionis. Bella mendengar Alisya mengucapkan nama Daffa. Wajah gadis itu berubah saat nama Dafa di sebutnya. Bella menatap kepergian Alisya dari hadapan dengan curiga. Jangan-jangan teman yang dimaksud Alisya adalah Dafa.


" Memangnya Adrian gak cemburu jika dia bertemu dengan cowok lain? Kenapa wajahnya seantusias itu saat sebut nama Dafa? Siapa Dafa dan apa pentingnya untuk gadis itu?" pikir Bella.


Pikiran Bella berkecamuk dengan banyak pertanyaan. Seolah dia ingin sekali tahu tentang hubungan Adrian dan Alisya.


Daffa duduk dihadapannya bunga, merasa khawatir saat bunga menyebutkan namanya kepada Alisya.


" Apa gak apa-apa ajak Alisya bergabung dengan kita berdua?" tanya Dafa memastikan takutnya Adrian akan marah kepada Alisya karena bertemu dengannya.


" Tenang saja kok kak. Bakalan aman.Toh, gak sengaja juga kalian berdua bertemu." ujar bunga, dia begitu yakin Adrian tidak akan mempermasalahkan itu. Sebab kemarin di Bandung, Adrian terlihat begitu perhatian kepada Alisya. Bunga yakin jika hubungan mereka berdua akan baik-baik saja meski Alisya bertemu dengan dafa.


Selang beberapa menit, Alisya sampai di cafe. Alisya tersenyum lebar melihat kearah orang yang akan dia temui. Alisya berjalan mendekati bunga dan Dafa.


" Maaf ya lama." ujar Alisya, dia melihat minuman Dafa sudah sisa setengah.


" Gak masalah. Pertemuan ini juga gak sengaja." ujar bunga.


Alisya dan bunga berpelukan, sejak bunga patah hati. Alisya selalu memberikan perhatian meski hanya melalui online sebab Alisya masih liburan di Bandung bersama Adrian. Jadi dia begitu merindukan sahabat sekaligus ingin tahu kabar dari sahabatnya itu. Alisya juga melirik Dafa, nampaknya cowok itu juga baik-baik saja.


" Sudah lama ya kak, kita gak ketemu." ujar Alisya kepada Dafa.


" Iya, aku terlalu sibuk di luar kota. maaf jika pesan-pesan mu aku gak balas." ujar Dafa merasa bersalah.

__ADS_1


" Gak apa-apa kak, melihat kakak baik-baik saja aku udah senang banget." ucap Alisya tersenyum.


Bibir juga melebar, melihat senyuman manis di bibir gadis yang dicintainya. Sudah lama, dirinya tidak melihat senyuman manis itu.


__ADS_2