Mengejar Cinta Mu

Mengejar Cinta Mu
LEPASKAN


__ADS_3

“Kalau Mama minta Papa lepasin Ratih apa Papa bersedia?” tanya Amara dengan tatapan sendunya.


Kristian melepas melepas genggaman tangannya.


“Papa gak bisa Ma. Papa minta maaf. Papa terlalu serakah karena menginginkan kalian berdua” ucap Kristian yang benar-benar tidak bisa untuk memilih. Kedua wanita itu sangat berarti untuknya.


Mendengar jawaban Kristian membuat Amara begitu sakit hati. Tapi dia tidak mungkin meminta berpisah karena dia tidak mempunyai siapa-siapa selain Kristian dan juga Tira. Dengan menekan segala egonya Amara terpaksa bertahan.


Amara menunduk.


“Apa yang bisa mama bantu?” tanya Amara dengan suara bergetar.


Melihat wajah bersedih Amara membuat Kristian semakin frustasi tapi dia tidak bisa melepas Ratih. Selain karena dia sudah membawa Ratih dalam permainan ini, Kristian juga sudah mencintai Ratih. Kristian ingin bertanggung jawab kepada kedua istrinya dan berusaha berlaku adil.


“Papa akan seminggu disini dan seminggu di tempat Ratih. Ratih juga sedang hamil muda Ma. Selama ini Papa selalu meninggalkan dia. Papa mohon bantu Papa agar Ratih tidak memilih berpisah” ucap Kristian penuh mohon.


Amara kembali menangis tersedu-sedu. Rasanya sakit sekali merelakan orang yang begitu dicintainya juga mencintai orang lain. Tapi again karena demi anak dan dia tidak punya siapapun di dunia ini maka Amara rela berbagi suami.


Dengan sangat terpaksa Amara pun menyetujuinya. Sore ini dia akan bertemu dengan mertuanya dulu baru besok akan menemui Ratih. Jujur Amara sangat berharap Ratih menolak permohonan Kristian untuk tetap bersama. Amara sangat egois padahal di awal dia yang memiliki rencana ini. Kristian sebenarnya sudah ingin terus terang tentang pernikahannya kepada orang tuanya, tapi Amara melarang Kristian untuk jujur karena Amara yakin kalau pernikahan antara Ratih dan suaminya tidak akan bertahan lama. Tapi siapa sangka sekarang Kristian malah jatuh hati pada Ratih dan tidak ingin berpisah.


Kurang lebih jam 5 sore, Kristian, Amara dan Tira sudah sampai di kediaman orang tuanya. Amara sangat gugup sekali. Ini kedua kalinya dia bertemu dengan orang tua Kristian. Pertama saat mereka masih berpacaran dan sekarang setelah mereka hampir dua tahun menikah.

__ADS_1


Kristian menggendong Tira putrinya dengan satu tangannya, sedangkan tangan yang lainnya menggenggam erat tangan Amara.


Melihat kedatangan putranya membuat Ibunda Kristian langsung menangis tersedu-sedu. Dia sama sekali tidak menyangka kalau Kristian akan berbuat nekat seperti ini.


Walau sedih dan kecewa, Wanda (Nama Ibunda Kristian) tetap mengambil Tira dari gendongan Kristian.


Wanda kembali menangis tersedu-sedu. Dia sangat sangat kecewa karena baru mengetahui kalau dia mempunyai seorang cucu. Ayahanda Kristian pun sama kecewanya. Beliau hanya diam saja dan tidak ingin menyapa anak dan juga menantunya.


Kristian dan juga Amara langsung bersimpuh di kaki kedua orang tuanya. Dia sangat menyesali apa yang sudah dia perbuat tapi Kristian sama sekali tidak menyesali pernikahannya dengan Ratih.


“Kamu sudah memiliki keluarga yang utuh, maka lepaskanlah Ratih. Dia juga berhak bahagia” ucap Wanda saat dia sudah bisa menetralkan emosinya.


“Tidak bu, Aku tidak mungkin berpisah dengan Ratih. Aku mencintainya” ucap Kristian dengan sejujurnya.


“Serakah sekali kamu sebagai seorang pria. Apa Ayah pernah mendidikmu seperti ini?” ucap Indra penuh emosi.


“Maafkan aku Ayah. Tapi aku tidak bisa memilih. Aku mencintai keduanya. Ratih juga sedang hamil Ayah” jawab Kristian. Jawaban yang membuat Ayah dan Ibundanya semakin terkejut. Amara juga semakin merasakan sakit di hatinya. Setiap mendengar kalimat kalau Kristian mencintai Ratih membuat Amara merasakan bagai ditusuk pisau belati yang tajam.


Indra memijit kepalanya yang mendadak pening. Dia sangat kecewa luar biasa atas semua yang sudah Kristian perbuat. Selain itu dia juga harus mempertanggung jawabkan semuanya pada orang tua Ratih.


Ratih terlalu baik, dia bahkan tidak pulang ke rumah dan memberitahukan pada orang tuanya. Dia memilih mencari kontrakkan daripada mengadu pada orang tuanya. Dia masih menjaga perasaan mertua dan juga suaminya. Indra tidak tau bagaimana jadinya bila orang tua Ratih tau akan hal ini. Tidak akan ada ampun bagi Kristian. Jangankan untuk rujuk, bertemu dengan Ratih pun dia tidak akan bisa.

__ADS_1


“Kamu tau Kris bahwa Ratih itu adalah wanita yang cerdas dan mandiri? Ayah yakin dia tetap akan memilih berpisah daripada bertahan dengan mu. Dia terlalu baik untuk pria brengsek sepertimu” ucap Indra dengan sangat marah.


“Aku tau Ayah. Aku tidak pantas untuknya. Tapi Aku mencintainya Ayah. Aku ingin bertanggung jawab atas apa yang sudah aku perbuat” ucap Kristian sungguh-sungguh.


Wanda pandangi wajah cucunya yang begitu cantik. Sangat mirip dengan Kristian. Tapi Wanda sangat menyayangkan Tira harus lahir seperti ini.


“Apa kamu bisa berlaku adil? Memiliki satu istri saja tidak mudah Kris, apalagi dua” ucap Wanda tanpa melihat wajah anaknya. Dia masih memperhatikan cucunya yang tidak berdosa ini.


“Aku akan berusaha Bu. Aku akan berlaku adil” janji Kristian.


“Ibu akan coba bicara dengan Ratih. Tapi Ibu tidak janji”putus Wanda kemudian.


“Bu…” protes Indra yang tidak setuju dengan rencana istrinya.


“Ibu tidak tega dengan Ratih Yah, dia perlu suami untuk menemaninya selama kehamilan. Ibu hamil sangat sensitif “ ucap Wanda yang sudah kembali menangis.


“Ratih pasti bisa bu, dia wanita yang kuat.” ucap Indra masih bersikukuh menentang keinginan putranya yang ingin memiliki dua istri.


“Jadi pria itu harus tegas. Harus bisa memilih. Jangan serakah ingin keduanya” sindir Indra pula.


Kristian tidak peduli dengan perkataan Ayahnya. Apapun yang dikatakan orang-orang tentangnya dia akan tetap mempertahankan kedua istrinya.

__ADS_1


Bersambung...


__ADS_2