
Happy Reading ❤️
...----------------...
Benar saja , baru sampai rumah tetesan hujan sudah membasahi bumi. Dengan sedikit berlari Tiara mendekati jemuran dan mengangkat cuciannya dengan cepat.
"Untung masih keburu" ucap Tiara sambil meletakkan baju-baju tersebut di keranjang baju bersih.
Tiara sudah membawa 3 jenis makanan dari rumah mertuanya. Ada Ayam panggang, tumis toge serta sambal cumi. Menu yang sangat menggiurkan.
Sambil menunggu Arya datang, Tiara memilih untuk membersihkan diri lebih dulu. Karena tubuhnya lumayan lengket, Tiara memilih berendam dengan aroma therapy. Aroma lavender yang sangat menenangkan membuat Tiara tanpa sadar malah terbuai ke alam mimpi.
Tak lama kemudian, Arya pun tiba di rumah. Dia memanggil nama istrinya tapi tidak ada sahutan. Arya kemudian memilih masuk ke dalam kamar karena mengira Tiara sedang tertidur. Ternyata setelah sampai di dalam kamar Tiara pun tidak ada disana.
“Oh mungkin lagi mandi” ucap Arya kemudian. Arya kemudian mengetuk pintu kamar mandi beberapa kali tapi tidak ada jawaban. Dia putar knop pintunya tapi di kunci dari dalam.
Arya kembali mengetuk beberapa kali karena merasa tidak ada kehidupan di dalam sana. Arya meyakini pasti istrinya tidak sengaja tertidur saat berendam. Bukan hanya sekali seperti ini, selama menikah Tiara sudah beberapa kali ketiduran saat berendam.
Tok
Tok
__ADS_1
Tok
Arya semakin mengeraskan ketukannya karena belum juga mendapat sahutan dari istrinya dan pintu juga dikunci dari dalam.
"Sayang.... Jangan lama-lama berendamnya" ucap Arya dengan berteriak. Tangannya masih dengan intens mengetuk pintu.
Tiara yang terkesiap mendengar ketukan pintu yang begitu keras.
"Sayang..." panggil Arya lagi.
"Iya sayang" sahut Tiara saat kesadarannya sudah pulih.
"Cepat ya, aku mandi di kamar sebelah" ucap Arya saat sudah mendengar jawaban istrinya.
Dia kemudian menyelesaikan acara berendamnya. Air di bathtub sudah berubah dingin itu menandakan dia sudah cukup lama berendam.
Selesai mandi, Tiara menghampiri suaminya yang sudah menghangatkan makanan di dapur.
"Kamu ke rumah Ibu ya tadi?" tanya Arya karena sudah hafal dengan menu catering milik Ibunya.
Tiara pun mengangguk. Kelamaan berendam membuatnya sedikit flu dan lemas.
__ADS_1
Arya meletakkan makanan di atas meja sedangkan Tiara menyiapkan minuman mereka. Hanya air putih hangat karena cuaca dingin di luar sana. Melihat istrinya yang tidak ceria seperti biasa membuat Arya terheran. Wajah istrinya juga terlihat memerah. Arya mendekat dan menyentuh kening istrinya. Benar dugaannya, Tiara sedang demam.
Arya mengacak tangan di pinggang.
"Benar kan sakit? Kebiasaan kalau berendam lupa waktu" Arya sudah mengomel karena Tiara sampai demam gara-gara kelamaan berendam.
Tiara hanya tersenyum saja menanggapi. Tiara tau Arya tidak benar-benar marah, dia hanya khawatir karena istrinya sakit.
"Mau aku buatkan sop?" tanya Arya sambil mengelus rambut Tiara. Dengan cepat Tiara menggeleng. Dia tidak ingin makan apa-apa.
Arya kemudian menarik kursi dan duduk di sebelah istrinya.
"Ya sudah makan ini dulu ya, habis ini aku buatkan minuman hangat" ucap Arya.
Tiara pun menganggukkan kepala. Walau enggan dia tetap memaksa memakan masakan mertuanya.
Selesai makan mereka bersama-sama membersihkan peralatan makan. Arya sudah meminta Tiara beristirahat saja tapi Tiara tetap membereskan meja makan. Hanya saja Arya yang mencuci piringnya. Selesai membereskan dapur, Tiara memilih menggosok gigi lalu bergegas menarik selimut. Tubuhnya sangat lemas sekali.
Tiara tersenyum ketika mengingat expresi wajah Arya saat memarahinya tadi.
"Dia tetap saja terlihat tampan walau sedang marah seperti tadi" guman Tiara pelan.
__ADS_1
Bersambung...