
Tommy tersadar kembali di saat malam hari tanpa siapapun di sana hanya seorang diri dan itu membuat dia teringat kembali akan sosok Citra yang selalu menemaninya dan tak pernah protes tentang apa pun yang Tomi lakukan kepada nya juga sikap Tommy yang kadang sedikit kasar bahkan tak segan Tommy mengucapkan kata-kata yang menyakiti hati Citra.
"kenapa di saat seperti ini yang gue ingat justru semua kenangan bersama Citra ya. sedang berada di mana perempuan itu sekarang ya? kok gue jadi merindukannya." ucap Tomi menatap langit dan terbayang wajah tulus Citra saat melayaninya.
"apakah yang gue lakukan ini bener ya kok hati kecil gue merasa tidak rela jauh dari Citra."ucap Tomi lagi.
"harus menuntaskan rasa penasaran gue tentang apa yang diucapkan Dicky tentang Dila. dan jika memang apa yang Dicky katakan kemarin itu benar berarti gue harus mencari tahu dan berusaha mengingat kembali memori yang sudah gue lupakan tentang Citra karna pasti ada sesuatu yang membuat gue bisa menikah dengan Citra dan saat ini Citra hamil anak gue."putus kamu dan beranjak dari tempat tidurnya menuju kamar mandi untuk membersihkan diri dan setelah itu Tomi akan keluar untuk mencari makan malam sebab tadi saat baru tiba di villa tersebut Tomi sengaja meminta kepada pak Komang untuk tidak menyiapkan makan malam untuknya karena Tommy ingin sendiri keluar mencari makan malam.
__ADS_1
saat sudah selesai berganti pakaian Tommy pun berjalan menuju meja rias yang ada di kamar tersebut dan memandang wajahnya yang tampan setelah itu Tommy berjalan keluar menuju mobil yang sudah disiapkan untuknya dan tumis sendiri ingin mengendarai mobil itu tanpa disupiri pak Komang.
saat sudah berada di jalan tanpa sadar mobil yang dikendarai Tomi mengarah ke restoran tempat Citra dulu bekerja dan kebetulan juga di sana Citra sedang melakukan makan malam bersama seorang laki-laki yang tak lain adalah Arya sahabat sekaligus sepupunya yang selama ini berada di Malaysia.
kebetulan sekali saat Arya pulang dari Malaysia dan langsung menuju restoran tempat Citra bekerja dulu Citra pas berada di sana dan lagi makan malam seorang diri.
jujur saja Tommy terpesona dengan senyum manis Citra dan gelak tawa Citra yang mampu menggetarkan hatinya namun Tommy juga merasa hatinya sangat panas melihat pemandangan yang menyesatkan itu di depan matanya. dengan santai Tomi sengaja mencari tempat duduk di dekat meja Citra agar Tommy bisa mencuri dengar pembicaraan mereka.
__ADS_1
"Ra besok kita ke mall yuk gue ingin memberikan lo sesuatu sebagai kado pernikahanmu sekaligus gue juga ingin memberikan hadiah buat keponakan gue ini karena kemungkinan saat lo lahiran nanti gue nggak bisa pulang."ucap Arya sambil mengelus perut Citra dari depan karena meja yang berada di antara mereka itu kecil memudahkan area menjangkau perut Citra yang sudah membesar dan itu disaksikan langsung di depan mata Tommy membuat Tommy secara tidak sadar mengepalkan tangannya bahkan hingga kuku tangannya memutih menahan amarah yang tiba-tiba menguasai dirinya.
.
.
.
__ADS_1
Bersambung...