
Happy Reading ❤️
1 Bulan Kemudian…
Tiara dan Arya baru saja selesai menandatangani surat-surat pernikahan mereka. Beberapa menit yang lalu mereka sudah resmi menyandang status suami dan istri. Senyum tidak pernah surut dari bibir keduanya. Pernikahan yang diadakan secara sederhana dan hanya mengundang kerabat dekat. Arya menyewa sebuah private Villa untuk acara pernikahannya itu. Walau sederhana tapi Arya ingin pernikahan ini tetap berkesan untuk keduanya. Private villa yang memiliki halaman cukup luas dengan 3 kamar. Jadi selesai acara mereka sekeluarga bisa langsung menginap disana.
Walau tanpa resepsi pernikahan, tapi kehadiran keluarga dan sahabat dekat sudah membuat acara ini begitu meriah.
Wisnu sudah menangis karena sepupunya sudah menikah lebih dulu.
“Kenapa nangis coba?” tanya Tiara terheran. Harusnya dia yang menangis karena akan berpisah dengan orang tuanya. Ini malah Wisnu yang menangis.
“Aku masih belum menyangka kalau adik sepupuku sudah menikah” jawab Wisnu apa adanya. Rasanya belum rela saja melihat Tiara menikah. Mereka dari kecil sudah bersama dan sekarang Tiara telah memiliki suami. Itu Artinya mereka tidak bisa seperti dulu lagi.
Tiara menepuk-nepuk pundak Wisnu.
__ADS_1
“Makanya buruan nikah” goda Arya sambil terkekeh. Dia sengaja menggoda Wisnu karena sejujurnya Wisnu memang bukan tipe orang yang mudah berkomitmen. Untuk menikah dia masih belum ada kepikiran. Padahal untuk ukuran usia dia sudah menginjak kepala 3.
Wisnu hanya mendengus sebal karena memang belum kepikiran untuk menikah. Arya dengan posesif menarik tangan Tiara dari pundak Wisnu. Ternyata setelah menikah dia menjadi lebih pencemburu.
Lagi Wisnu mendengus melihat tingkah Arya.
“Ck ck ck.. Aku ini Kakaknya.” protes Wisnu.
“Iya, tapi sepupu. Tetap tidak boleh” jawab Arya tegas.
Wisnu hanya memijat keningnya saja karena menurutnya Arya sudah berlebihan. Tapi Tiara malah tersenyum lebar. Dia senang ketika Arya menunjukkan rasa cemburunya.
Arya dan Tiara saling memeluk di kamar pengantin mereka dengan tubuh sama-sama polos. “Ternyata begini rasanya. Awalnya susah tapi akhirnya enak” ucap Arya dengan terkekeh.
“Iya kamu enak, Aku sakit” protes Tiara.
__ADS_1
“Hehehe… nanti yang kedua sudah tidak sakit sayang” ucap Arya lalu kembali menghadiahi ciuman di bibir semerah cerry milik Tiara. Arya mencium bibir itu dengan menggebu me lu mat nya dengan intens hingga percintaan kedua pun kembali terjadi.
Arya dan Tiara saling memanggil nama masing-masing hingga pelepasan keduanya tiba.
Cup.
Arya menghadiahi ciuman lama di kening istrinya.
“Terima kasih ya istriku” bisik Arya setelah mengakhiri ciumannya.
Tiara pun menganggukkan kepala kemudian menyembunyikan wajahnya di dada bidang suaminya itu. Arya kembali memeluk tubuh Tiara dan lama-lama rasa kantuk itu pun menyerang. Maklum jam sudah menunjukkan pukul 1 dini hari. Berbeda dengan Arya yang tertidur dengan pulas, Tiara malah tidak bisa tidur sama sekali.
Tiara kemudian bangun dari tidurnya dan membersihkan diri di kamar mandi. Siapa tau setelah segar dia bisa langsung terlelap. Selesai membersihkan diri, Tiara kembali masuk ke dalam pelukan Arya. Dia pandangi wajah tampan suaminya yang saat ini tidurnya sangat nyenyak.
“Masih tidak menyangka akhirnya kita menikah juga. Aku harap besok setelah membuka mata ini bukanlah mimpi” ucap Tiara sambil membelai wajah Arya. Tiara kemudian mengeratkan pelukannya demi mencari kehangatan disana.
__ADS_1
“Selamat malam suamiku, Mimpi indah” ucap Tiara lalu menyusul suaminya ke alam mimpi.
Bersambung...