Mengejar Cinta Mu

Mengejar Cinta Mu
KARYAWAN BARU


__ADS_3

Tiara tidak langsung bekerja dengan jabatan tinggi walau itu Perusahaan Papanya sendiri. Dia memulainya dengan menjadi asisten manager. Kristian sebenarnya ingin Tiara langsung menjadi asistennya saja tapi Tiara menolak, dia ingin tau dulu bagaimana sistem kerja d perusahaan itu.


Tiara memang tidak pernah sama sekali datang ke perusahaan Papanya, Hanya satu dua orang yang tau kalau Tiara adalah putri satu-satunya pemilik perusahaan. Kalau Ratih memang sering ke kantor entah itu mengantar makan siang atau sekedar berkunjung, Tira pun dulu pernah datang. Tapi Tiara memang tidak pernah sama sekali. Itu juga dia gunakan sebagai kesempatan untuk mengetahui siapa yang memiliki kinerja yang baik di sana.


Tiara datang 30 menit lebih awal dari waktu yang seharusnya. Padahal Kristian memintanya untuk datang bersama tapi Tiara menolaknya. Tiara tidak ingin orang-orang tau kalau dia adalah anak dari Kristian.


“Ya sudah, hati-hati ya” itu pesan Kristian tadi pagi sebelum Tiara berangkat bekerja.


Tiara berpenampilan sangat cantik pagi ini. Berbeda dengan di BG, perusahaan Papanya memang tidak mengharuskan mengenakan seragam. Yang penting pakaiannya rapi dan sopan.


Tiara baru saja menghadap HRD di sana, setelah berbincang cukup lama staff HRD langsung mengantar Tiara ke ruangannya. Tiara menjadi asisten manajer pemasaran karena memang Tiara memiliki kemampuan untuk itu. Saat memasuki ruangan divisi pemasaran, Tiara bertemu kembali dengan Arumi. Arumi ternyata hampir setahun ini bekerja sebagai staff pemasaran di kantor Papa Tiara.


Arumi tentu terkejut karena Tiara menjadi atasannya di kantor.


“Sialan kenapa aku harus bertemu dengan dia lagi?” gerutu Arumi dalam hati.


Tiara pun sama, dia rasanya tidak nyaman bila bekerja sama dengan mantan rivalnya itu.


Selesai berkenalan, Tiara kemudian menghadap atasannya yakni sang manager pemasaran yang bernama Kevin. Masih muda, kira-kira usianya 29 tahun dan sebentar lagi akan menikah.


Kevin mulai memberitahu apa-apa saja tugas Tiara selama bekerja disana.


"Sebelumnya kamu bekerja di Bramasta Group ya?" Tanya Kevin basa basi.


"Iya pak" jawab Tiara sopan.


"Bukannya perusahaan itu lebih besar dari perusahaan ini? Bahkan jabatan mu disana cukup tinggi" tanya Kevin yang merasa sangat disayangkan Tiara melepas pekerjaannya di BG.


Tiara tersenyum.


"Saya hanya ingin menambah pengalaman Pak" alasan klasik setiap orang ditanya kenapa pindah.


Kevin pun menganggukkan kepalanya tidak mau memperpanjang.

__ADS_1


"Ya sudah semoga kamu betah ya kerja disini" ucap Kevin kemudian.


"Terima kasih, Pak" jawab Tiara kemudian mulai menjalankan tugasnya sebagai asisten manajer pemasaran.


Kevin banyak berdiskusi dengan Tiara, menurutnya Tiara memiliki kemampuan yang luar biasa dan seharusnya mendapatkan posisi yang lebih dari sekedar asisten manajer.


Banyak ide-ide pemasaran yang Tiara sampaikan saat berdiskusi dengan Kevin.


"Kamu tau banyak ya dengan produk-produk kita?" Tanya Kevin terheran karena hampir semua produk perusahaan mereka Tiara tau dengan baik.


"Saya pengguna setia dirumah Pak" jawab Tiara.


Kevin pun menganggukkan kepalanya.


Cukup lama mereka berdiskusi hingga tanpa terasa jam istirahat pun tiba.


"Mau makan siang bareng?" Ajak Kevin. Rencananya Kevin akan memperkenalkan Tiara dengan rekan-rekan sesama manajer di perusahaan tersebut.


"Boleh Pak" jawab Tiara yang memang belum memiliki teman disini.


"Akan aku buat kamu gak nyaman kerja disini" batin Arumi.


"Selamat makan siang Pak Kevin dan Bu Tiara" ucap Arumi sok manis sekali.


Tiara menatap heran pada Arumi, jelas-jelas tadi dia melayangkan pandangan tidak suka sekarang malah sok manis.


"Terima kasih Arumi" sahut Kevin ramah.


"Terima kasih ya Kak Arum" sahut Tiara pula dengan sangat manis. Dia juga bisa palsu seperti Arumi.


Melihat senyum Tiara membuat Arumi ingin muntah rasanya.


"Kecentilan" dumel Arumi dalam hati.

__ADS_1


Saat mengekori Kevin tidak sengaja Tiara berpapasan dengan Papanya.


"Selamat siang Pak" sapa Kevin hormat.


Tiara pun melakukan hal yang sama.


Tiara mengedipkan matanya agar Kristian tidak merusak rencananya.


Kristian yang paham hanya mengangguk kemudian berlalu dari sana.


"Itu tadi Pak Kristian, pemilik perusahaan. Kamu pasti sudah tau kan?" jelas Kevin.


Tiara pun menganggukkan kepalanya.


"Kasihan anak dan istrinya sudah meninggal" lanjut Kevin.


Tiara pun pura-pura terkejut.


"Beneran Pak? Berarti Pak Kris tidak mempunyai siapa-siapa lagi?" Tanya Tiara.


"Pak Kristian punya dua istri, yang meninggal istri pertama dan anak dari istri pertama. Yang aku dengar dari istri kedua Pak Kristian mempunyai seorang putri juga" jawab Kevin.


"Ooo..kasihan ya Pak" sahut Tiara pula.


Kevin pun menganggukkan kepalanya.


"Tapi Aku malah tidak tau istri pertama beliau, karena kemana-mana Pak Kristian selalu bersama istri kedua. Kabarnya istrinya sakit semenjak anaknya meninggal" ucap Kevin menjelaskan.


Tiara pun kembali menganggukkan kepalanya.


Tak terasa mereka telah tiba di kantin perusahaan. Kevin lalu mengajak Tiara menemui teman-temannya sesama manajer dan salah satunya adalah Pak Andre, satu-satunya staff Papa Tiara yang mengenali dirinya.


"Apa kabar Tiara? Om senang akhirnya kamu mau bergabung disini" ucap Pak Andre sambil menjabat tangan Tiara.

__ADS_1


Tiara langsung mengedip-ngedipkan matanya berharap Pak Andre tidak sampai keceplosan mengatakan kalau Tiara adalah anak pemilik perusahaan.


Bersambung...


__ADS_2