Mengejar Cinta Mu

Mengejar Cinta Mu
Bab 105


__ADS_3

Dua tahun kemudian..


Bunga kini tengah sibuk dengan skripsinya, membuatnya harus sementara vakum dari kegiatan bisnis. Membuat Alisya terpaksa harus turun tangan untuk bisnis mereka. Meski begitu dia tidak melupakan kewajibannya sebagai seorang istri. Terkadang Bunga juga sedikit meluangkan waktu untuk membantu Alisya. Tetapi, tugas akhir memang sangatlah penting membuatnya terkadang kewalahan.


Sejak dua tahun terakhir, Bunga sudah jarang bertemu dengan Bagas. Bahkan cafe yang selama ini diolah oleh Bagas sendiri kini sudah banyak merekrut karyawan bahkan karyawan lama diangkat menjadi manajer untuk menggantikan Bagas. Bagas kini justru memfokuskan bisnisnya di Surabaya. Terkadang jika tidak sibuk, Bagas datang ke Jakarta hanya sekedar mengecek bisnisnya serta juga menyempatkan untuk bertemu dengan Bunga.


Hari ini bunga meluangkan waktu untuk membantu Alisya, sebab kali ini mereka berdua mendapatkan proyek penting. Yang dimana Alisya dan Bunga harus mendesign sebuah gaun pengantin, yang nantinya gaun pengantin itu akan dipake diacara akad sekaligus resepsi. Mereka berdua sudah mengumpulkan bahan untuk mendesign bahkan mereka berdua juga sudah melakukan meeting bersama dengan klien tentang konsep apa yang akan diinginkan klien untuk gaun pengantinnya. Seharian mereka membuatnya bahkan hampir malam.


Adrian sebagai suami Alisya juga datang berkunjung ke butik untuk sekedar membantu sang istri dengan membantu menyiapkan makan malam untuk mereka berdua. " Ini aku belikan nasi goreng buat kalian berdua." Adrian meletakkan tiga bungkus nasi goreng karena dia juga ingin makan malam bersama.


" Makasih ya Adrian.." ucap Bunga yang masih sibuk bersama Alisya.


" Sama-sama, ada yang perlu aku bantu?" Adrian menawarkan diri


" Tidak perlu ini juga hampir selesai." Alisya menolak sebab sebentar lagi akan selesai.


Setelah selesai, mereka berdua merenggangkan otot-otot mereka. Lalu Adrian menyediakan nasi goreng yang dibelinya untuk makan bersama. " Aku membelinya 3 bungkus, biar aku juga makan bersama dengan kalian." Adrian memperlihatkan 3 bungkus nasi goreng yang dia belikan.


" Maaf ya, gara-gara aku sibuk kita jadinya makan disini. Seharusnya aku menyiapkan makan malam untukmu di rumah." Alisya merasa bersalah sebagai seorang istri.


" Udah! Tidak usah dipikirkan. Justru sesekali kita makan coba makan di sini. Toh, disini juga ada Bunga."


" Iya, aku merasa tidak dianggap disini." Bunga cemberut.


" Maaf deh, maaf.." Alisya memeluk sahabatnya sebagai bentuk permintaan maaf.


Mereka mulai menikmati nasi goreng yang dibeli oleh Adrian. " Nasi gorengnya enak ya." Bunga tertarik dengan rasa nasi gorengnya.


" Ah, ini nasi goreng kesukaan Alisya. Biasanya kalau Alisya tidak masak, aku beli ini untuknya. Enak, kan?" Ujar Adrian sambil menyantap nasi gorengnya.

__ADS_1


Alisya mengangguk dengan mulut yang penuh dengan nasi goreng. " Sepertinya Bunga makannya lahap kali ini." Ujar Alisya menggoda.


" Untuk memulihkan tenaga, soalnya besok mau konsultasi skripsi di dosen. Semoga di ACC, biar bisa ikut ujian. Capek harus pulang pergi perpustakaan terus, belum lagi kepala udah puyeng mikirin isinya." Bunga berkeluh kesah, begitulah nasib seorang mahasiswa yang menghadapi tugas akhir.


" Amin.." seru Alisya dan Adrian berbarengan.


" Lalu bagaimana hubungan mu dengan Bagas?" Adrian penasaran sebab dari mereka berdua tidak ada tanda-tanda pacaran.


" Masih seperti teman biasa." Ucap Alisya dengan santai, memang benarkan hubungan dia dan Bagas masih terlihat seperti teman biasa baginya tidak ada tanda bahwa Bagas akan mengajaknya pacaran.


" Oh, masih teman biasa?" Serua Alisya dan Adrian lagi-lagi berbarengan.


" Kalian menggodaku ya? Aku sekarang masih belum kepikiran pacaran, ini aja skripsi belum selesai. Ribet!"


" Iya-iya selesaikan makannya, biar kita segera pulang dan kamu juga bisa istirahat. Untuk besok biar aku yang bertemu dengan kliennya." Ujar Alisya.


" Siap ibu Alisya." Ucap bunga memberi hormat kepada Alisya.


Alisya dan Adrian kembali ke rumah, sebelumnya mereka berdua mengantar Bunga terlihat dahulu.


" Haaaa... Penatnya. Aku mau mandi air anget saja deh.." Alisya membaringkan tubuhnya di kasur.


" Aku juga ya." Celetuk Adrian membuka kemejanya.


" Oke, tunggu aku selesai mandi ya." Alisya mengambil handuk lalu ke kamar mandi. Saat dirinya hendak menutup pintu Adrian mencegahnya.


" Tunggu aku dong."


" Tunggu apaan sih! Aku mau mandi." Alisya berusaha mendorong pintu agar Adrian tidak menahannya lagi.

__ADS_1


" Maksud aku mandi bareng ya." Pinta Adrian dengan tatapan memohon.


" Tidak bisa!" Alisya terus mendorong pintunya dengan sekuat, namun tenaga Adrian lebih kuat darinya.


" Ayolah, dari pada harus berganti lebih baik barengan saja. Supaya menghemat air." Adrian terus meminta.


" Alasan! Ayo masuk." Akhirnya Alisya mengalah. Dengan senyum kemenangan, Adrian masuk ke kamar mandi. Alisya melepaskan pakaiannya di depan Adrian tanpa rasa malu, begitu pula dengan Adrian telah melepaskan celananya. Mereka berdua merendam di bhatroom bersama. Rasanya sangat menyegarkan bagi Alisya karena seharian dia bekerja.


"Haaaa... Enaknya.." Alisya benar-benar merasa sangat segar saat tubuhnya menyatuh dengan air hangat.


Adrian dengan tatapan nakalnya, dia duduk lebih dekat dengan Alisya dan Memeluk istrinya dari belakang. Alisya mulai merasakan tangan nakal dari suaminya yang mulai menyentuh perutnya. Karena tidak ada kain yang menutupi tubuhnya, sensasi geli Alisya rasakan saat sang suami mulai mengelus-elus perutnya.


" Adrian.. hentikan! Geli.." ujar Alisya menahan tangan Adrian yang terus bermain diperutnya.


Kepala Adrian berada di bahu Alisya, lalu dia mencium pipi Alisya dengan lembut. Bibirnya mendekati telinga Alisya, "Kamu mau merasakan yang lebih enak dari ini." Bisik Adrian dengan menggoda tepat telinga istrinya, lalu bibir nakalnya mulai mencium telinga Alisya hingga ciuman itu turun sampai kepundak Alisya. Alisya merasakan sensasi aneh di tubuhnya. Bibir Adrian terus menjamah pundak Alisya dan tangannya mulai nakal dengan menyentuh area sensitif Alisya. Hingga aksinya Adrian itu mulai diterima oleh Alisya.


Karena semalam, Alisya harus bangun kesiangan. Saat melihat disamping, Adrian sudah tidak ada. Alisya menguutu kesal karena Adrian tidak membangunkannya. " Apa salahnya bangunin aku! Jadi kesiangan, kan." Alisya begitu kesal harus bangun kesiangan.


Alisya turun dari kasur mencari pakaian untuk dipakenya. Dia langsung menuju ke dapur, Alisya mulai kepikiran jika seharusnya dia sudah menyiapkan sarapan untuk suaminya. Alisya merasa bersalah karena sudah memarahi Adrian, karena tidak membangunkannya. Alisya menuju ke dapur, tak disangka Adrian dengan celemek berdiri dengan dua porsi nasi goreng untuk diletakkan di atas meja.


" Selamat pagi istriku tersayang. Apakah tidurmu nyenyak? Kamu tidak usah khawatir soal sarapan, aku sudah buatkan nasi goreng sosis sesuai dengan resep mbak google." Ujar Adrian layaknya pelayan restoran kemudian menarik kursi untuk Alisya duduki.


" Wah! Serius kamu yang masak, tidak pesan di gofood, kan?" Alisya meragukan suaminya.


" Kamu ini meragukanku ya. Coba dulu dong biar tahu rasanya."


Alisya mengambil sesendok nasi goreng dan mencobanya, dengan sengaja di berpura-pura mengekspresikan wajahnya seolah nasi goreng itu tidak enak. Adrian menjadi khawatir, "Tidak enak ya?"


" Hmm.. menurutmu?"

__ADS_1


" Pasti tidak enak." Ucap Adrian dengan murung.


" Enak kok. Makasih ya suamiku." Ujar Alisya lalu mendekati Adrian dengan mencium pipinya sebagai hadiah karena sudah menyiapkan sarapan enak untuknya.


__ADS_2