
"Ayah, Ibu...Aku sudah lapar" rengek Kevin sambil menggoyang lengan kedua orang tuanya yang saat ini masih bermesraan.
Tiara dan Arya saling berpandangan kemudian sama-sama melempar senyum.
"Ayo kita makan sekarang" ucap Tiara kemudian.
Tadi Tiara sudah membawa banyak makanan dari restoran mereka yang letaknya tidak jauh dari kantor ini.
Semuanya adalah makanan favorit anak dan suaminya.
Kevin dan Kenzo mulai makan dengan begitu lahapnya.
“Pelan-pelan makannya ya nak” tegur Tiara karena melihat kedua putranya makan dengan begitu terburu-buru.
“Iya Ibu” sahut keduanya kompak.
“Sekarang kamu juga makan ya” ucap Arya sambil menyuapkan istrinya.
Tiara tersenyum kemudian menerima suapan itu. Sudah lama sekali rasanya mereka bisa bermesraan seperti ini. Walau hampir setiap malam mereka saling bertukar peluh tapi kegiatan seperti ini sangat jarang bisa mereka lakukan.
“Anak Pak Ray juga sekolah disana ya?” tanya Arya tiba-tiba.
Tiara yang masih mengunyah makanannya menganggukkan kepala sebagai jawaban.
__ADS_1
“Kok Sayang bisa tahu?” tanya Tiara saat makanan di mulutnya sudah tertelan sempurna.
“Di foto yang kamu kirim ada dia” jawab Arya yang wajahnya sudah berubah ketus. Sayangnya Tiara belum sadar kalau suaminya sedang cemburu karena selama ini Arya sangat jarang yang namanya cemburu.
“Iya kah? Aku tidak sadar” ucap Tiara yang gantian menyuapi suaminya.
“Entah kenapa Aku ngerasa kalau dia itu mencintai kamu” ucap Arya mengungkapkan isi hatinya.
Tiara terkekeh geli.
“Dulu mungkin iya, tapi sekarang aku yakin tidak. Pak Ray sangat mencintai istrinya. Terlihat dari cara dia membicarakan tentang istrinya. Sama seperti Aku yang juga sangat mencintaimu” ucap Tiara sambil mengelus rahang suaminya sambil tersenyum manis.
Mendengar itu perasaan Arya menjadi lega.
“Syukurlah kalau begitu. Aku tidak bisa membayangkan kalau kalian setiap hari bertemu”.
“Sayang…sayang…Ada-ada saja. Aku sangat yakin kalau dulu dia pun bukan cinta pertamaku. Aku hanya mengaguminya saja. Jadi kamu tidak perlu khawatir”.
Cup.
Arya malah menghadiahi ciuman di pipi istrinya.
“Look… Ayah cium Ibu ! ” pekik Kevin histeris.
__ADS_1
“No Ayah, Ibu punya Kenzo”. Kenzo langsung bangun dan memeluk Ibunya. Kevin pun tidak mau kalah, dia malah naik ke sofa dan juga memeluk Ibunya.
Melihat bagaimana posesifnya putra-putranya pada Tiara membuat Arya tersenyum. Dia mengelus rambut putranya bergantian.
“Iya, Ayah tidak akan merebut Ibu. Karena Ibu memang punya Ayah” jawab Arya dengan tertawa kecil.
Kenzo dan Kevin langsung berkacak pinggang.
Dia tidak suka dengan jawaban Ayahnya yang mengatakan kalau Tiara adalah kepunyaannya.
Tiara pun ikut tertawa. Bukannya mengalah Arya malah ikut-ikutan.
...****************...
Kenzo dan Kevin sudah mempunyai kamar sendiri sejak usia merek 3 tahun. Tapi Tiara selalu menemani putranya hingga tertidur baru menuju ke kamarnya. Setelah memastikan kedua putranya tertidur, Tiara menutup kamar anaknya kemudian masuk ke kamarnya sendiri.
Waktu sudah menunjukkan pukul 9 malam tapi Arya belum juga pulang bekerja. Beberapa hari lagi launching produk baru mereka, banyak persiapan yang harus Arya lakukan sehingga lembur sudah menjadi kebiasaannya.
Tiara sudah mencuci muka dan gosok gigi. Sekarang dia sedang mengaplikasikan skincare malam di wajahnya. Perawatan is a must menurut Tiara. Tiada hari tanpa skincare-an. Selesai dengan ritual malamnya, Tiara pun naik ke atas kasur dan berbaring disana. Membaca novel sebentar hingga ngantuk pun menyerang. Tiara tutup novelnya dan bergegas tidur.
Beberapa menit setelah Tiara tidur, Arya datang dengan mengendap-endap. Dia tidak ingin membangunkan istrinya. Arya segera mandi dan berpakaian. Dia tidak makan karena sudah tadi bersama karyawannya di kantor.
Selesai mandi Arya langsung merangkak ke tempat tidur dan memeluk istrinya dari belakang.
__ADS_1
"I Love You, Istriku" bisiknya kemudian ikut larut ke alam mimpi bersama Tiara.
Bersambung...