Mengejar Cinta Mu

Mengejar Cinta Mu
MALU


__ADS_3

Selamat Membaca ❤️


...


Tiara menggerutu saat berpisah dengan Arumi. Dia mengelus dada karena heran ada orang seperti Arumi.


“Ya Tuhan, kenapa ada orang seperti dia ya?” ucap Tiara dalam hati.


Tiara memutuskan menghilangkan kekesalannya pada Arumi dengan memakan makanan pedas.


“Lebih baik makan ramen” guman Tiara kemudian masuk ke salah satu restoran yang memang terkenal karena ramennya yang enak.


Selagi menunggu pesanannya tiba, saat itu juga Tiara melihat Arumi yang terjatuh karena berjalan dengan tidak hati-hati. Dia meringis karena perutnya terasa sakit. Tiara yang melihat itu langsung berdiri dan menghampiri Arumi yang nampak mengaduh kesakitan. Dengan dibantu beberapa pengunjung yang ada di lokasi, Tiara kemudian mengantar Arumi ke rumah sakit terdekat.


Arumi sudah mengaduh kesakitan.

__ADS_1


“Tenang ya kak, sebentar lagi kita sampai” ucap Tiara berusaha menenangkan Arumi yang sudah menangis tersedu-sedu. Tak berapa lama mereka telah tiba di rumah sakit. Dengan sigap tenaga kesehatan menangani Arumi yang nampak kesakitan itu.


Tiara dengan sigap membantu mengurus administrasi juga menghubungi suami Arumi. Tak berapa lama suami Arumi yang seorang pegawai salah satu bank swasta pun datang dengan setengah berlari.


"Mbak terima kasih ya sudah membantu istri saya" ucap suami Arumi karena Tiara sudah membantu mengurus semuanya.


"Sama-sama Pak. Kalau begitu saya pamit ya pak " ucap Tiara berpamitan.


"Sekali lagi terima kasih mbak" ucap suami Arumi sambil membungkukkan badan.


Arumi terpaksa harus melakukan operasi cesar demi menyelamatkan bayi yang ada di dalam kandungannya. Usia kehamilan yang baru menginjak usia 28 minggu.


Untung saja operasi berjalan lancar, hanya saja karena bayi tersebut lahir prematur maka harus ditempatkan di inkubator terlebih dahulu.


Kini Arumi sudah berada di ruangan rawatnya. Dia menangis karena hal seperti ini harus terjadi padanya. Dia sangat menyesal telah berkata tidak baik pada Tiara dan secepat itu dia mendapatkan karmanya. Dan yang membuat Arumi menyesal dan sangat malu adalah orang yang sudah dia cela tadi ternyata adalah orang baik yang membantunya tanpa pamrih.

__ADS_1


"Aku malu sekali pada Tiara, padahal tadi aku sudah menghinanya karena belum memiliki anak, tapi saat aku terkena musibah dialah yang paling membantuku" ucap Arumi sambil menangis.


Saat hasil jahitan operasi yang terasa masih basah dan dia menangis sesenggukan, perutnya terasa lebih ketarik dan itu sakitnya luar biasa.


"Jangan menangis sayang" ucap suami Arumi sambil mengelus puncak kepala istrinya.


"Aku sangat malu dengan Tiara Pa, selama ini aku sudah sangat keterlaluan sama dia tapi sekarang dia yang dengan sigap nolongin aku" ucap Arumi dengan tersedu.


"Sudah, kita lupakan yang sudah terjadi. Semua orang punya masa lalu. Yang terpenting kamu mau berubah dan memperbaiki diri. Minta maaf nanti sama Tiara dengan tulus" ucap sang suami.


Arumi pun menganggukkan kepala. Arumi sadar dia sudah sangat keterlaluan pada Tiara. Mulai dari Arumi yang selalu jutek pada Tiara saat Tiara kursus di tempat Arumi dulu bekerja, lalu yang kedua saat Arumi menampar Tiara di rumah sakit, memfitnah Tiara main belakang, memfitnah Tiara menjadi simpanan om om dan yang terakhir menyinggung perasaan Tiara tentang dia yang belum mempunyai anak. Kalau dihitung banyak sekali kesalahan yang sudah Arumi perbuat pada Tiara.


"Apa dia mau memaafkan aku atas semua yang sudah aku lakuin sama dia?" Ucap Arumi dalam hati.


Kejadian hari ini menyadarkan Arumi bahwa kita sebagai manusia tidak boleh sombong dan merasa paling benar.

__ADS_1


Bersambung...


__ADS_2