Mengejar Cinta Mu

Mengejar Cinta Mu
MELURUSKAN


__ADS_3

Berita tentang foto Tiara dan Kristian pun didengar oleh Pak Andre.


“Siapa yang menyebarkan berita ini?” tanya Pak Andre pada asistennya.


“Saya juga tidak tau pasti pak, saya dapat dari group” jawab Asistennya.


Pak Andre hanya bisa mengelus dada. Dia kemudian menemui Tiara di ruangannya. Melihat kedatangan Pak Andre tentu saja Tiara terkejut.


“Om Andre, ada apa ya om?” tanya Tiara karena memang divisinya dengan divisi Pak Andre tidak terlalu saling berhubungan.


Pak Andre kemudian memperlihatkan foto Tiara dengan Papanya.


“Sepertinya memang harus kamu luruskan berita ini. Selain nama baik mu rusak, nama baik perusahaan juga bisa rusak. Apalagi yang viral itu cepat tersebar” ucap Pak Andre.


Tiara pun menganggukkan kepalanya.


“Iya Om, nanti akan aku bicarakan pada Papa” ucap Tiara.


Setelah mengatakan itu Pak Andre pun pamit kembali ke ruangannya. Melihat Pak Andre yang baru keluar dari ruangan Tiara membuat mulut mercon Arumi kembali berkoar-koar.


“Lihat kan? Dia memang doyan Om Om” ucap Arumi pula.

__ADS_1


Wira yang mendengar itu hanya bisa geleng-geleng kepala.


“Sepertinya Arumi memang memiliki dendam pribadi dengan Tiara.” ucap Wira dalam hati.



Sepulang kerja Tiara pun menceritakan hal itu pada Ayahnya. 


“Ya wajar saja mereka berpikiran seperti itu, kan memang jamannya sekarang begitu. Kita juga salah tidak menjelaskan statusmu” ucap Ratih yang memang mempunyai hati begitu polos.


“Makanya nanti bilang saja kalau Tiara anakmu, Pa” ucap Ratih pula.


Tiara tersenyum.


“Aku gak apa-apa sih Ma. Mereka juga cuma ngomong dibelakang. Tapi kata Pak Andre nanti bisa merusak citra perusahaan. Makanya memang lebih baik di klarifikasi saja” jawab Tiara.


“Iya, besok saat meeting akan Papa umumkan kalau kamu anak Papa. Apa sekalian aja Papa pindahin kamu jadi asisten Papa ya? Buat apa masih jadi Asistennya Kevin, kamu punya kemampuan lebih kok. Jangan ngeyel lagi” ucap Kristian tegas.


“Iya pa” jawab Tiara patuh. Semua ini terjadi memang karena ulahnya sendiri.


__ADS_1


Jam 10 Pagi, Ratih datang ke kantor suaminya. Rapat baru akan dilakukan jam 2 siang. Jadi Ratih sengaja datang untuk mengajak suami dan anaknya makan siang bersama. Ratih tidak langsung masuk ke ruangan Kristian, tapi lebih dulu menemui putrinya. Security yang langsung mengantar Ratih ke ruangan Tiara.


Karyawan pun semakin heboh melihat Ratih yang memasuki ruangan Tiara. Mereka berpikiran kalau istri boss akan melabrak si pelakor.


“Waduh… pasti sudah ketahuan istrinya” ucap Arumi heboh. Semua karyawan di divisi pemasaran menjadi takut dan cemas. Mereka mengira akan ada perang dunia ketiga.


Lama mereka menunggu tapi Ratih dan kunjung keluar dari ruangan Tiara. Ribut-ribut pun tidak terdengar.


“Kok lama ya?” tanya Nadia terdengar khawatir.


“Jangan-jangan Tiara sudah babak belur” ucap Arumi dengan mengulum senyum.


Disaat teman-teman divisinya cemas, hanya dia yang terlihat happy dan tentu itu disadari oleh Wira. Wira semakin yakin kalau antara Arumi dan Tiara ada sesuatu.


Mendekati jam makan siang, pintu ruangan Tiara terbuka. Team Divisi Pemasaran sudah harap-harap cemas.


Saat pintu telah dibuka, Ratih keluar lebih dulu dengan senyum ceria, disusul dengan Tiara yang merangkul pinggang Ibunya. Melihat itu Arumi menjadi tercengang.


“Lho kok malah kelihatan akrab?” guman Arumi dalam hati.


Bersambung...

__ADS_1


__ADS_2