Mengejar Cinta Mu

Mengejar Cinta Mu
MEMAAFKAN


__ADS_3

Mereka sekeluarga sudah kembali ke ruang keluarga. Arya pun ikut bergabung.


“Sebenarnya sudah sejak lama Papa ingin berbicara tentang ini sama kamu. Anak Papa hanya kamu Tiara. Papa ingin kamu bekerja di perusahaan kita, bukan lagi dengan orang lain. Siapa lagi yang akan mengurus perusahaan kalau bukan kamu” ucap Kristian penuh mohon.


Tiara terdiam.


“Kalau kamu memang sudah memaafkan Papa, Papa mohon kamu mau ya nak bekerja di perusahaan kita?” lanjut Kristian karena Tiara hanya diam saja.


Ratih menganggukkan kepalanya meminta Tiara untuk menyetujui permohonan Kristian.


Tiara kemudian menoleh pada Arya. Arya pun menganggukkan kepalanya. Arya merasa sudah saatnya Tiara belajar melupakan kenangan buruk di masa lalunya. Arya kembali mengingat kata-kata Tiara dulu saat awal pertemuan mereka.


Jangan pernah ada niatan poligami sih kalau bisa, kita itu harus bisa adil baru punya niatan poligami.


“Pantas saja saat mengatakan itu raut wajah Tiara begitu getir” ucap Arya dalam hati.


“Akan aku pikirkan dulu pa” jawab Tiara akhirnya.


Kristian kecewa mendengar jawaban Tiara, dia yakin sampai saat ini Tiara belum memaafkan dirinya.


“Itu artinya kamu belum memaafkan Papa?” tanya Kristian dengan penuh kesedihan.


Tiara menggeleng dengan cepat.


“Aku sudah memaafkan Papa. Hanya saja aku ingin sekali merintis usaha ku sendiri Pa. Aku ingin mandiri” ucap Tiara sejujurnya. Menjadi gadis yang terbiasa mandiri memang membuatnya susah menerima pemberian orang lain walau itu Ayahnya sendiri.


"Walau bukan merintis tapi mengembangkan usaha agar tetap jaya dan semakin maju juga memerlukan keahlian. Tidak semua orang mampu untuk meneruskan usaha keluarga. Walau bukan merintis bukan berarti tidak bisa mandiri, justru kamu harus bisa buktikan kalau kamu bisa membuat usaha keluargamu menjadi lebih sukses dari sebelumnya" Arya ikut menasehati Tiara agar mau menerima tawaran Papanya. Bukan karena apa tapi dia tidak tega melihat Kristian dan Ratih yang begitu mengharapkan Tiara meneruskan perusahaan keluarga.

__ADS_1


Tiara pandangi wajah Arya yang sepertinya ada benarnya juga. Kalau bukan dia yang meneruskan itu lalu siapa lagi?.


Arya tersenyum lalu meminta Tiara untuk menganggukkan kepalanya. Tiara kembali berpikir cukup lama. Selama menunggu jawaban Tiara, Ratih dan Kristian saling menggenggam tangan satu sama lain.


"Baiklah" jawab Tiara akhirnya.


Mendengar itu membuat Kristian luar biasa senangnya. Akhirnya Tiara mau meneruskan usaha keluarga.


Kristian langsung bangkit dari duduknya dan memeluk Tiara untuk mengungkapkan rasa bahagianya.


"Papa senang sekali nak. Terima kasih karena kamu akhirnya mau menerima tawaran Papa" ucap Kristian bahagia luar biasa.


"Arya, Terima kasih ya. Karena kamu Tiara mau menerima tawaran Papa" ucap Kristian yang kini beralih pada Arya.


"Bukan pa. Ini bukan karena aku" elak Arya.


"Kapan kamu mau resign nak?" Tanya Kristiam pada putrinya.


"Besok pa. Tapi aku tidak janji bisa langsung bekerja. Harus ada pengganti dulu disana" jawab Tiara apa adanya.


"Tidak apa, Papa paham. Memang seperti itu biasanya. Terima kasih ya nak" ucap Kristian sambil mengelus rambut Tiara. Tidak ada kata selain terima kasih yang bisa Kristian ucapkan.



Tiara dan Arya saat ini sedang berada di taman yang ada di komplek perumahan Tiara. Mereka jalan-jalan sambil berolahraga.


"Aku tidak tau kalau selama ini Papa menyimpan rahasia pernikahannya dengan Mama Amara demi bisa bersamaku. Aku kira Papa bertahan dengan Mama hanya karena kewajiban saja" ucap Tiara yang saat itu tangannya sedang digenggam erat oleh Arya.

__ADS_1


"Kesalahpahaman itu memang pasti ada. Tapi kita sebagai manusia harus mencari tau dulu bukan langsung mempercayai asumsi kita" ucap Arya.


"Aku bisa melihat ketulusan dari Papamu. Papa memang terlihat sangat mencintai Mama. Apa kamu tidak bisa merasakannya?" Lanjutnya.


Tiara hanya menundukkan kepala.


"Mungkin karena aku terlalu mempercayai pemikiran ku sendiri jadinya aku menolak semua yang sebenarnya aku bisa rasakan" aku Tiara.


Arya kemudian membawa Tiara ke dalam pelukannya.


"Tidak apa-apa, semua orang pernah salah paham. Yang penting adalah sekarang kamu bisa menerima semuanya" ucap Arya sambil mengelus-elus rambut Tiara.


"Terpaksa rencana pernikahan harus kita undur ya, aku akan fokus dulu dengan usaha Papa" ucap Tiara.


Arya menghela nafas berat. Sebenarnya rencana menikah sudah dia pikirkan sejak setahun yang lalu, sebelum dia dipindah tugaskan ke kantor Ja. Tapi kini harus menunggu lagi.


"Iya, aku akan terus mengejar cintamu agar kamu mau menjadi istriku" ucap Arya konyol sekali.


"Kamu tidak perlu mengejar cintaku. Karena aku sudah sangat mencintaimu" balas Tiara sambil menghadiahi ciuman di pipi Arya lalu lari dengan cepat karena malu melakukan itu di tempat umum.


Arya blank sebentar, lalu berteriak sambil mengejar Tiara.


"Hey… jangan lari. Kamu harus tanggung jawab" teriak Arya sambil terus mensejajarkan langkahnya dengan Tiara.


Tiara semakin mempercepat larinya sambil tertawa dengan begitu kerasnya.


Bersambung…

__ADS_1


__ADS_2