Mengejar Cinta Mu

Mengejar Cinta Mu
WELCOME HOME


__ADS_3

Setelah 3 hari di rawat di rumah sakit, hari ini Tiara sudah diperbolehkan pulang. Rasanya bahagia luar biasa saat Tiara menginjakkan kaki di rumahnya. Suasana rumah sakit membuat Tiara sangat bosan dan ketika melihat rumah rasa bahagia itu tidak bisa dia ungkapkan dengan kata-kata.


"Welcome home" ucap Arta saat membuka pintu rumah mereka. Sudah 3 hari Arya cuti , semoga besok Pak Bramasta tidak menjejalinya dengan banyak pekerjaan.


Tiara memeluk pinggang Arya.


"Kalau boleh jujur mungkin aku sedikit lebay tapi pulang ke rumah sangat membahagiakan buatku" ucap Tiara yang tidak bisa membendung rasa bahagianya.


"Lain kali jangan kelamaan berendam lagi, ada buah cinta kita yang juga harus kamu jaga" ucap Arya sambil mengelus perut Tiara.


Tiara pun menganggukkan kepalanya. Kebiasaan berendam terlalu lama memang harus Tiara hilangkan apalagi bila sudah berendam sambil mendengarkan musik dia malah jadi tertidur.


Arya mengantar istrinya masuk ke dalam kamar.


"Gak boleh kemana-mana dulu, istirahat di kamar. Nanti urusan rumah biar aku yang urus" ucap Arya saat Tiara sudah berbaring di kamar mereka.


Tiara beruntung mendapatkan stock laki-laki seperti Arya yang sangat limited ini. Mau membantu pekerjaan rumah baik itu menyapu, mengepel, mengurus kebun, mencuci, menyetrika bahkan memasak. Tipe pria yang act of service yaitu menunjukkan cinta melalui tindakan. Tiara merasa sangat special dan di ratukan.


Tiara menggenggam tangan Arya.


"Kamu istirahat juga ya. Tidak apa rumah sekali-kali terlihat berantakan. Nanti kita bersihkan. Aku tau kamu tidak bisa tidur nyenyak selama di rumah sakit." ucap Tiara penuh mohon.


Arya mengelus-elus rambut istrinya.

__ADS_1


"Iya, nanti aku pasti istirahat. Sekarang aku belum mengantuk" jawab Arya. Waktu sudah menunjukkan pukul 2 siang saat ini dan Arya lebih memilih menyetrika baju daripada beristirahat dan tentu Tiara sudah sangat tau bagaimana suaminya. Tiara hanya tidak ingin Arya ikut sakit seperti dirinya.


Tiara hanya menganggukkan kepalanya pasrah.


Cup.


Arya mencium puncak kepala Tiara sebelum keluar kamar.


Tiara menghela nafas, suaminya itu memang terlalu pekerja keras.


......................


Saat ini waktu sudah menunjukkan pukul 5 sore, Tiara sudah mandi sedangkan Arya masih sibuk dengan kegiatan menyetrikanya.


"Yank, bawa saja ke binatu sisanya. Kamu juga butuh istirahat" ucap Tiara sambil menepuk-nepuk pundak Arya.


Arya tersenyum.


"Lagi sedikit kok" jawab Arya.


"Tadi Mama nelfon katanya mau kesini bawain kamu bubur manado. Katanya kamu tadi pagi minta dibuatin bubur manado ya?" ucap Arya pula.


Tiara pun menganggukkan kepalanya.

__ADS_1


"Semoga aja aku gak mual kayak waktu ini" ucap Tiara.


Arya menghentikan kegiatannya sejenak kemudian mengelus perut istrinya yang masih datar. Memeluk erat tubuh kurus itu dan mencium perut Tiara dengan gemas.


"Sehat-sehat ya anak Ayah" ucap Arya yang tidak bisa menutupi rasa bahagianya.


Adegan itu pun dilihat oleh Ratih dan Kristian yang baru saja tiba.


"Romantis saja mereka, sayang waktu Mama hamil tidak bisa mesra-mesraan seperti itu" ucap Ratih sambil terkekeh.


Kristian mendadak sendu bila ingat bagaimana dirinya dulu. Karena saat itu Amara sakit jadi waktunya sangat terbatas bersama Ratih.


"Maaf ya Ma" ucap Kristian sambil menggenggam tangan Ratih dengan erat.


"Iya, maaf ya kalau Mama malah mengungkit masa lalu" ucap Ratih dengan tersenyum sangat manis.


Kristian mengelus pipi Ratih.


"Apa Mama mau kita punya anak lagi?" ucap Kristian tak terduga.


Mendengar itu pecah sudah tawa Ratih. Memang Kristian aneh-aneh saja, sudah mau punya cucu malah memikirkan ingin memiliki anak lagi. Memang usia mereka masih terbilang muda. Saat menikah Kristian baru berumur 22 tahun sedangkan Ratih 20 tahun. Tapi tentu tetap sangat tidak masuk akal bila ingin memiliki anak lagi.


Bersambung...

__ADS_1


__ADS_2