
Tania berhenti cerewet setelah melihat Alisya juga berada di dalam mobil. Tania hanya bisa menunjukan senyum canggungnya, dia bingung apa dirinya harus menyapa atau diam saja.
" Maaf deh, aku jemput telat." ucap Bagas meminta maaf kepada Tania.
" Ah iya.." ucap Tania.
Melihat reaksi Tania yang berubah, membuat Bagas melirik Tania melalui kaca, gadis itu nampak terdiam saat duduk disamping Alisya.
" Tan, tadi saat kamu dengan Dafa bersama apa saja yang kalian bicarakan." tanya Bagas agar suasana tidak canggung.
" Ah itu... kita membicarakan mu.." ucap Tania.
" Aku? Apa yang kalian bicarakan tentangku?" Tanya Bagas sambil mengemudi mobil.
" Ya, karena kamu tidak tahu cara pdkt ma cewek." Ujar Tania sesekali melirik kearah Bunga.
" Ah, padahal Dafa juga sama. Iya, kan?" Tanya Bagas sebab dia sudah mengetahui niat Dafa yang hanya mengajak Tania untuk mengantarkannya di bandara.
" Beda." Bantah Tania.
" Beda gimana?" Tanya Bunga menyeletuk secara tiba-tiba.
Tania bingung harus menjelaskannya seperti apa.
" Kita ke kebun binatang yuk." Ajak Bagas kepada ketiga perempuan itu.
" Boleh juga tuh, sekalian melihat kembaranmu disana." Ujar Tania terkekeh, sebab yang dimaksud adalah monyet. Dan Tania sengaja untuk membuat suasana diantara dia dan Alisya tidak canggung lagi. Bahkan Bunga juga ikut tertawa saat mendengar perkataan Tania.
" Jangan ketawa dong! Tania memang orangnya seperti itu." Ujar Bagas malu-malu.
" Oh ya, sebelum ke kebun binatang kita singgah makan dulu yuk." Ajak Alisya yang sedari tadi menatap memandang keluar kaca mobil.
" Ah iya lupa jadinya, udah ajak jalan-jalan tapi lupa singgah ditempat makan. Kalau begitu kita ke tempat makan dulu ya." Ujar Bagas melajukan mobil ke sebuah warung makan tak jauh dari daerah itu.
Mereka bertiga singgah di sebuah warung rawon yang cukup terkenal di Surabaya. Setelah cukup mengisi perut, mereka berempat kembali melanjutkan perjalanan menuju kebun binatang.
__ADS_1
Di sana mereka diperlihatkan satwa yang sudah dijaga, bahkan diberikan untuk tidak berkeliaran diluar area. Mereka bahkan menaiki gajah untuk sekedar berkeliling di daerah itu.
" Kamu suka?" Tanya Bagas kepada bunga.
Bunga mengangguk dan tersenyum, karena dia begitu menikmati liburannya kali ini.
" Maaf ya, harus mengajak mu ditempat anak-anak begini." Ujar Bagas.
" Tidak apa-apa kok kak. Justru aku senang banget, soalnya udah lama juga aku tidak bermain ditempat yang seperti ini." Kata bunga sambil tersenyum. Tak terasa liburan kali ini begitu menyenangkan bagi Bunga.
Tania lalu menarik tangan Alisya, saat melihat bunga dan Bagas berjalan berdua didepan mereka.
" Al, ikut aku sebentar ya." Ucap Tania tanpa canggung sama sekali. Bagaimana tidak, dia tidak ingin jika dia dan Alisya akan menggangu proses pdkt Bagas terhadap Bunga.
" Kamu mau ngajak aku kemana?" Tanya Alisya.
" Disitu, ada tempat duduk." Ucap Tania menarik tangan Alisya menuju sebuah tenda untuk beristirahat.
" Ada apa?" Tanya Alisya melihat kebelakang mereka. Dia belum mengerti kenapa Tania tiba-tiba menarik tangannya padahal tidak ada yang mengejar mereka, bahkan disekitar sini tidak ada orang yang mereka kenali kecuali Bunga dan Bagas.
" Tidak perlu jika membahas masalah yang sama." Alisya tidak ingin mendengar lagi hal yang pernah mereka bahas sebelumnya.
" Aku cuma mau bilang makasih." Ucap Tania tersenyum.
" Makasih untuk apa?" Tanya Alisya tidak mengerti sebab dirinya tidak melakukan sesuatu.
" Aku tahu kamu mungkin belum bisa memaafkan perbuatan ku, tapi aku cuma mau bilang makasih. Kamu dan Adrian membuat Dafa yakin akan perasaanku." Ujar Tania.
" Kak, siapa bilang aku tidak memaafkan kakak? Aku sudah memaafkan semua kesalahan kakak di masa lalu." Ujar Alisya tersenyum. " Kak, selamat ya.. akhirnya kak Dafa bisa membuka hatinya untuk kakak. Aku turut bahagia." Lanjutnya.
" Lalu bagaimana denganmu?" Tanya Tania tentang hubungan Alisya dan Adrian.
" Aku sudah memikirkannya." Ucap Alisya.
" Aku berharap tidak ada kata perpisahan yang akan kamu ucapkan." Tania takut jika kejadian kemarin membuat Alisya membuat keputusan dengan menceraikan Adrian.
__ADS_1
" Tidak kok, tenang saja." Ucap Alisya tersenyum.
Tania ikut tersenyum, " Al, makasih udah mau memaafkan ku." Ucap Tania memeluk Alisya. Dan Alisya juga membalas pelukan Tania.
" Eh, kalian berdua ternyata disini." Ujar Bagas melihat Alisya dan Tania yang lagi berpelukan.
Tania dan Alisya melepaskan pelukan mereka sambil tersenyum. " Kamu ini tidak peka banget ya. Udah diberi kesempatan malah datang menemui kami disini." Ujar tania kesal kepada Bagas.
Alisya hanya tertawa, dia akhirnya tahu jika Tania sengaja mengajaknya disini agar Bagas bisa berduaan dengan Bunga.
" Maksud kamu apa? Kalian berdua yang meninggalkan aku sama Bunga berduaan." Ujar Bagas masih kurang paham.
" Maksud kamu itu, yang baru ucapkan." Ucap Alisya tertawa.
" Ah, kalian lanjutkan aku menemui bunga dulu." Ujar Bagas berlalu saat dia mengerti dengan maksud dari Tania dan Alisya.
Alisya dan Tania hanya tertawa melihat kelakuan Bagas. " Aku tidak menyangka jika kak Bagas ternyata orangnya seperti itu." Ujar Alisya.
" Dia mah paling jail diantara kami bertiga. Tapi dia juga paling setia kawan." Ujar Tania membanggakan sahabatnya.
Alisya tertawa pelan, mengingat kembali tingkah Bagas. Tania memandang wajah gadis itu sambil tersenyum. Dia tidak menyangka jika Alisya mempunyai hati yang baik. Selama ini dia bahkan berpikir jika Alisya mungkin tidak akan pernah memaafkan perbuatannya. Ternyata Alisya justru memaafkan semua kesalahannya.
" Al, sekali lagi makasih ya." Ucap Tania.
" Iya kak. Berhenti ucapkan makasih." Ujar Alisya.
Tania mengadahkan tangan dihadapkan Alisya. Alisya bingung dan hanya memperhatikan wajah Tania. " Aku harap kita bukan hany teman tetapi juga bisa menjadi sahabat. Aku ingin memiliki sahabat yang baik hati seperti mu." Ujar Tania.
Alisya tersenyum lalu menyentuh tangan Tania, " Aku juga begitu. Meski dimasa lalu kakak berniat jahat, namun aku juga butuh sahabat yang mau berkata jujur." Ujar Alisya ikut tersenyum.
Mereka berjalan berdua melihat binatang di kebun binatang itu, sesekali mereka tertawa dengan tingkah lucu para binatang. Tania terus memandang Alisya, dia berpikir jika Adrian merupakan pri yang beruntung mendapatkan Alisya. Dan dia juga menyadari jika kenapa sangat mencintai gadis yang berada disampingnya ini. Itu karena Alisya memiliki hati yang baik. Itulah alasan Dafa tidak bisa melupakan gadis itu.
Bagas dan Bunga akhirnya menghampiri mereka berdua, " kalian kemana aja? Aku dan Bagas nyariin kalian." ujar bunga.
" Jangan dicariin, kami tidak bakal hilang kok. Kalian berdua ini seharusnya menikmati, lihat disana kandang sebelah sana. Ada kembaran Bagas yang tengah loncat-loncat." ujar Tania menunjukan monyet yang sedang loncat-loncat diatas.
__ADS_1
Alhasil, mereka bertiga menertawakan Bagas. Bukannya malu, Bagas malah justru tersenyum karena sudah bisa mendamaikan dua gadis itu.