
Selamat membaca ❤️
“Hah…” Pak Bramasta menghela nafas panjang. Dia tau kalau ini akan terjadi tapi rasanya belum rela melepas seseorang yang berkompeten seperti Tiara.
Pak Bramasta meletakkan surat pengunduran diri yang diserahkan Tiara di atas meja. Saat ini Tiar sedang menghadap Pak Bramasta di ruangannya. Arya pun juga ada disana.
“Saya tau hal ini lambat laun pasti akan terjadi, tapi saya masih belum ikhlas kalau harus mencari penggantimu” ucap Pak Bramasta mengungkapkan isi hatinya.
“Tapi saya juga tidak bisa menahan kamu. Kamu berhak untuk menentukan pilihanmu sendiri. Saya harap ilmu yang kamu dapatkan disini bisa kamu gunakan ditempat yang baru” ucap Pak Bramasta sambil mengulurkan tangannya.
Pak Bramasta berdiri saat melakukannya. Tiara ikut berdiri dan menerima uluran tangan tersebut.
“Sukses selalu ya Tiara” ucap Pak Bramasta sambil menepuk-nepuk tangan Tiara. Rasanya begitu berat melepaskan team seperti Tiara.
…..
Setelah dari ruangan Pak Bramasta, Tiara kembali ke ruangannya lalu mengumpulkan semua tim divisinya. Tiara menyampaikan bahwa minggu depan dia sudah resmi keluar dari Bramasta Group dan posisinya digantikan oleh Wisnu. Banyak yang menyayangkan keputusan Tiara, mereka pasti akan merindukan sosok yang semangat dan disiplin seperti Tiara.
“Aku akan sangat merindukanmu Tiara, tidak akan ada yang memarahi ku lagi” ucap David sambil menghapus air matanya. Berita keluarnya Tiara dari Bramasta Group tidak pernah dia kira sama sekali. David kira Tiara akan mengabdikan dirinya sampai pensiun disini.
Begitu pula Dion, dia yang selalu menggoda Tiara dengan sebutan cantik pasti akan merasakan kehilangan.
__ADS_1
“Siapa lagi yang akan aku panggil dengan sebutan cantik?” ucap Dion yang juga tidak terasa meneteskan air matanya.
“Kenapa kalian cengeng sekali sih?” ucap Tiara yang juga ikut menangis.
Yoyo mendekat dan memeluk tubuh Tiara dan diikuti yang lainnya.
“Tak apalah Arya lihat dan memarahi kita” ucap Yoyo dan diangguki yang lain. Mereka berlima menangis bersama dengan sesenggukan. Padahal ini bukan berarti pertemuan terakhir mereka, hanya saja mereka akan sangat kehilangan Leader yang begitu bertanggung jawab seperti Tiara.
:
….
Tiara, Yoyo, David, Dion, Wisnu dan Arya kini berada di restoran tak jauh dari tempat mereka bekerja. Hari ini adalah hari terakhir Tiara bekerja di Bramasta Group.
“Udah deh , Dav. Gak usah lebay gitu. Kita masih bisa kumpul-kumpul kok” ucap Tiara sambil menepuk-nepuk pundak David yang duduk tepat di sebelahnya.
“Aku boleh peluk kamu gak?” tanya David ngelunjak.
“Eh enak aja” Arya langsung melayangkan protesnya.
“Tuh kan bener, untung sudah waktu ini kita perpisahan sambil meluk Tiara ya” ucap Yoyo angkat bicara.
__ADS_1
Raut wajah Arya langsung berubah.
“Bener itu kamu dipeluk-peluk?” tanya Arya tidak terima. Tertumbennya dia seperti ini.
“Kamu cemburu?” tanya Tiara sambil mengulum senyum.
“Ya iyalah.. masak kekasih aku dipeluk cowok lain aku gak cemburu”jawab Arya sambil menjitak pelan kepala Tiara dengan gemas.
“Dasar Lebay” ucap Wisnu sambil menepuk pundak Arya cukup keras.
“Tiara itu adik Aku kalau kamu lupa” lanjutnya.
“Iya tapi kan bukan adik kandung juga” protes Arya pula.
Tiara rasanya senang sekali, sudah lama dia menunggu momen Arya cemburu. Arya hanya cemburu dulu sekali saat awal jadian dan setelahnya tidak pernah lagi. Langsung saja Tiara memeluk tubuh Arya dengan eratnya.
“Seneng deh akhirnya kamu bisa cemburu juga” ucap Tiara yang tentu saja membuat yang lainnya mencebikkan bibirnya kecuali Arya tentu saja.
“Pasangan lebay” ucap David melayangkan protesnya.
“Sirik aja” balas Arya sambil membalas pelukan Tiara.
__ADS_1
Bersambung...