
Bagas menuju ke universitas Jakarta, dia ingin bertemu dengan Bunga. Mengenai rencananya bersama dengan Tania, dia ingin meminta bantuan Bunga. Bagas menunggu Bunga di depan kampusnya. Namun, gadis itu belum juga muncul. Bagas masih setia menunggu sambil memainkan ponselnya. Tidak berselang lama, Bunga keluar dari kampusnya. Dia berjalan bersama dengan teman-temannya. Terlihat gadis itu sangat bahagia. Bagas tersenyum, setidaknya sebelum bertemu gadis itu, dia sudah melihat senyuman manis dari gadis itu.
Bagas keluar dari mobil, dia menghampiri gadis itu. " Bunga!" panggilnya.
Bunga melihat ke arah sumber suara yang memanggilnya. Dia melihat Bagas, melambaikan tangan ke arahnya. Teman-temannya yang berjalan bersamanya, mulai bingung. Bagaimana bisa bunga kenal dengan Bagas di pebisnis muda itu.
" Bunga, kok kak Bagas bisa kenal kamu sih!" ujar salah satu teman bunga.
" Dia mantan bos ku, sekaligus kakak kelas ku di SMA jadi kita lumayan dekat. Aku kesana dulu ya." ujar bunga pamit untuk menghampiri Bagas.
Bagas tersenyum melihat gadis yang dia sukai itu menghampirinya. Sudah lama dia tidak bertemu dengan bunga. Semenjak bunga memutuskan untuk resign dari pekerjaannya. Bagas sudah tidak bertemu dengan bunga lagi.
" Ada apa kak?" tanya bunga.
" Ada yang ingin aku bicarakan, bisa kamu masuk ke dalam mobil?" kata Bagas mempersilahkan bunga untuk masuk ke dalam mobilnya.
" Apa? Langsung ngomong aja!" ujar bunga yang tidak mau bertele-tele.
" Masuk saja dulu. Obrolannya akan panjang. Jadi kita ngobrol sambil aku antarkan kamu pulang." ujar Bagas.
Bunga menatap Bagas dengan curiga, gadis itu merasa bahwa tidak ada urusan lagi dia bersama dengan Bagas. Apalagi membicarakan hal penting. Biasanya pembahasan mereka berdua hanya merujuk pada pekerjaan. Karena bunga sudah tidak bekerja, apalagi yang harus dibicarakan. Bagas menyadari ekspresi wajah bunga yang tidak yakin jika Bagas akan membicarakan hal penting padanya.
" Baiklah, aku akan kasih spoiler untukmu. Ini tentang Alisya." ujar Bagas.
" Apa hubungannya dengan kakak?" tanya bunga bingung, karena Bagas hanya mengenal Alisya. Namun, hubungan apa Bagas harus ikut campur dengan masalah Alisya.
" Makanya aku jelaskan, jadi masuklah dulu." ujar Bagas.
Bunga akhirnya masuk ke dalam mobil. Mobil melaju keluar dari area kampus.
" Jadi, apa hubungan kakak dengan masalah Alisya?" tanya bunga lagi.
" Gak mau makan siang dulu." ujar Bagas mengalihkan pembicaraan. Dia ingin berlama-lama dengan gadis itu. Karena ini pertemuan pertama setelah bunga keluar dari cafe. Maka Bagas mencari kesempatan untuk bisa berlama-lama bersama bunga.
__ADS_1
" Kak, aku harus segera ke butik untuk bantu Alisya. Jadi aku gak bisa berlama-lama." ujar bunga.
" Bunga, cuma sebentar. Kita udah lama gak ketemu, kan." pinta Bagas.
Bunga menghela nafasnya dan setuju dengan permintaan Bagas.
Mereka berdua mengunjungi cafe Bagas. Bunga memasuki cafe itu, sudah hampir sebulan lebih dia meninggalkan cafe. Bunga menyapa teman kerjanya dulu.
" Duduklah sebentar." ujar Bagas lalu menuju ke dapur.
Bagas keluar dan membawa minuman serta makanan untuk bunga. "Makanlah." ujar bagas.
Sembari bunga sedang makan, Bagas memulai pembicaraan. " Jadi, aku ingin meminta bantuan mu." ujar Bagas.
" Bantuan apa? lalu hubungannya dengan Alisya apa?" tanya bunga.
" Baik. Aku akan menjelaskan dari awal. Jadi sebenarnya aku, Dafa dan Tania itu sahabat." ujar Bagas.
" Jadi kakak dekat dengan kak Tania?" potong bunga.
"Kenapa dia meminta tolong kepada kakak? Bukannya bagus Adrian sudah memilih dia?" kata bunga dengan nada tidak suka. Sebab berkaitan dengan sahabatnya Alisya yang sakit hati karena perbuatan Tania bersama Adrian.
" Dengerin dulu, belum selesai." ujar Bagas yang kesal karena bunga selalu memotong pembicaraannya.
" Maaf." ucap bunga.
" Soal masalah kemarin itu ada kesalahan aku dan Tania. Itu memang rencana Tania, dan aku membantunya. Tapi kejadian yang didalam foto itu tidaklah benar. Adrian tidak menyentuh Tania sama sekali. Itu hanya jebakan." ujar Bagas dengan tatapan menyesal.
" Apa! Kakak kok tega sih! Kakak tahu,kan jika Alisya sangat mencintai Adrian. Kakak tega berniat jahat seperti itu." ujar bunga marah.
" Bunga, dengerin dulu. Kamu harus tahu posisiku. Tania itu sahabat ku, aku juga gak bisa menolak permintaannya. Makanya aku meminta bantuan mu, Tania sekarang sudah menyesal. Dia ingin menebus kesalahannya. Aku butuh bantuan mu, aku berencana ingin kalian berdua datang ke Surabaya. Nanti kita sama-sama menyelesaikan semuanya disana." kata Bagas.
" Dengan gampang dia bilang menyesal. Dia gak lihat apa yang Alisya rasakan selama ini." ujar bunga yang begitu marah, dia langsung pergi begitu saja. Namun, sebelum pergi dia meletakkan uang sebagai bentuk bayaran atas makan siangnya.
__ADS_1
" Bunga, dengerin dulu. Ide ini bagus untuk membantu hubungan Alisya dan Adrian. Tania akan meminta maaf kepada mereka dan menjelaskan semuanya. Jadi mohon sama kamu untuk membantuku." ujar Bagas memelas.
" Bagaimana? Alasan apa aku harus mengajak Alisya ke Surabaya?" tanya bunga.
" Aku.. aku yang akan bekerja sama dengan kalian. Jadi kamu bilang saja jika ada klien yang ingin bekerjasama. Kita akan ketemu di Bandung nanti. Aku mohon, bantu aku untuk menebus kesalahan." ujar Bagas.
" Aku hanya membantu tetapi tidak untuk kak Tania. Aku gak percaya jika kalian benar-benar merencanakan itu semua." ujar bunga lalu pergi keluar dari cafe.
Alisya sedang sibuk melayani pelanggan yang membeli. Semenjak perpisahan dia dengan Adrian, Alisya lebih fokus bekerja di butik dibandingkan online di media sosial. Tanpa dia sadari, Tania berada diluar butik memperhatikan gadis itu. Ingin sekali Tania masuk dan bertemu dengan gadis itu. Namun, dia mengurungkan niatnya karena Tania yakin jika Alisya akan menghindarinya.
Tania terus memperhatikan Alisya dari kejauhan. Karena rasa bersalah yang sudah memuncak, dia memutuskan untuk masuk menemui Alisya.
" Mari silahkan.." ujar Alisya menunduk sambil menata barang yang berantakan.
" Alisya.." sapa Tania.
Alisya sepertinya mengenali suara itu. Alisya segera mendongakkan kepalanya. Dan tidak disangka orang yang datang bukanlah orang lain. Dia adalah Tania, mantan kekasih Adrian.
" Silakan dilihat." ujar Alisya tetap tegar meski dalam hati dia ingin mencabik-cabik wajah gadis yang dihadapannya ini.
" Aku hanya ingin bicara denganmu." ucap Tania tatapan sendu. Rasa bersalahnya terhadap gadis didepannya ini.
" Aku tidak ada waktu. Jika kakak tidak membeli silakan pergi." ujar Alisya tanpa menatap wajah Tania.
" Al, aku mohon.. Beri aku waktu untuk bicara. Aku ingin meminta maaf dan menjelaskan semuanya." ujar Tania memohon.
" Maaf, Kakak tidak lihat aku sedang sibuk. Aku tidak punya mendengar penjelasan kakak. Lebih baik kakak pergi saja." ujar Alisya mengusir Tania dari butiknya.
Tiba-tiba pelanggan datang, Alisya menghampiri pelanggan itu.
" Silakan." ujarnya ramah.
Tania mengikuti Alisya, " Kak, tidak lihat aku sedang sibuk. Lebih baik kakak pulang." ujar Alisya.
__ADS_1
Dengan wajah sendu Tania memutuskan keluar dari butik. Seharusnya dia sadar Alisya tidak akan mau bertemu dengannya.