
Adrian menuju apartemen Bella sesuai dengan lokasi yang dikirim oleh Bella. Adrian nampak begitu terkejut sebab apartemen Bella satu arah dengan rumahnya. Pantasan saja, Adrian selalu bertemu dengannya saat berangkat ke kantor. Adrian melihat setiap apartemen itu, hingga akhirnya dia menemukan apartemen yang di kirim oleh Bella. Adrian segera memencet bel, menunggu sang pemilik untuk membuka pintu.
" Pak Adrian sudah datang? Kalau begitu mari masuk dulu." Ujar Bella setelah membuka pintu, dia mempersilahkan Adrian untuk masuk sebentar kedalam apartemen.
" Tapi aku.."
" Ayo pak masuk dulu." Ucap Bella memotong pembicaraan Adrian sambil tersenyum.
Adrian terpaksa masuk kedalam apartemen Bella, padahal dirinya hanya ingin mengambil dokumen setelah itu dia akan kembali ke kantor. Karena merasa gmtidaj enak ketika Bella memintanya masuk, Adrian terpaksa menurutinya.
" Mau aku buatkan minum." Tawar Bella sebab ini adalah perdana bosnya datang ke apartemen barunya.
" Gak perlu, kedatangan ku disini cuma ingin mengambil dokumen saja." Adrian menolak tawaran itu sebab dirinya ingin segera ke kantor, tak baik bagi pria yang beristri berlama-lama di apartemen sekretarisnya.
" Alangkah baiknya aku buatkan kopi untuk pak Adrian. Gak baik jika bapak sudah kesini." Bella malah justru memaksa.
Dibuatkan kopi untuk Adrian, lalu meletakkannya di meja. Adrian terus mengahlikan itu pandangan saat Bella mendekatinya, sebab saat ini Bella tengah mengenakan pakaian yang diarasa tak pantas. Dia hanya memakai lingering, semacam baju tidur namun terkesan begitu seksi. Adrian tak mau berpikir negatif jika bella tengah menggodanya, sebab dia memaklumi Bella selalu mengenakan pakaian yang seksi meski berada di kantor sekalipun.
__ADS_1
" Silakan diminum." Ucap Bella dengan tersenyum manis didepan bosnya.
" Makasih. Tunggu diingin dulu." Adrian tak mau gegabah, dia masih ingat kejadian saat dengan Tania. Mungkin isi pikirannya baik tentang Bella, namun trauma akan jebakan yang membuat hubungan rumah tangga hancur masih sangat diingat oleh Adrian. Adrian takut jika ini bisa saja jebakan dari Bella. Karena saat berangkat menuju apartemen tak sengaja dia mendengar pembicaraan Laras dan Yoga, yang membuatnya berpikir jika apa yang dibicarakan Laras bisa saja benar. Dia benar-benar berhati-hati kali ini, tak mau berbuat kesalahan. Karena Alisya sudah memberikan kesempatan kedua, dia tak mau jika kejadian yang mungkin saja terjadi lagi membuat Alisya meninggalkannya. Adrian benar-benar tak bisa membayangkan hidupnya jika Alisya pergi darinya.
" Kenapa Bella lama sekali? Padahal cuma ambil dokumen saja." Pikir Adrian karena sedari tadi Bella belum juga keluar dari kamarnya, padahal dirinya ingin buru-buru ke kantor untuk melanjutkan pekerjaannya.
Tiba-tiba Bella datang dari belakang Adrian, seolah menempel badannya lebih dekat dengan Adrian dengan meletakkan dokumen dimeja. " Maaf, agak lama." Ujar Bella pelan, suara nampak seperti dibuat-buat agar terkesan sexy dimata Adrian.
Adrian mulai merasa gelagat Bella yang aneh kepadanya. Dengan cepat Adrian mengambil dokumen untuk segera pamit ke kantor. Namun, dengan tiba-tiba Bella menahan tangan Adrian, dan tak ingin bosnya itu pergi.
" Pak Adrian, aku merasa badanku pusing. Bisakah bapak menemani ku sebentar."
Bella tak mau tinggal diam, dia segera memeluk Adrian dari belakang. Adrian terdiam kaku, apa benar yang katakan Laras tadi jika Bella sepertinya memiliki perasaan padanya. Dan kecurigaan Alisya selama ini benar jika Bella mencoba mencari perhatian darinya.
" Bell, apa yang kamu lakukan?" Adrian mencoba melepaskan tangan Bella yang memeluk pinggang Adrian dengan kuat. Adrian bisa merasakan dada Bella menyentuh punggungnya.
" Apa pak Adrian tak merasa kasihan padaku? Aku sendirian disini."
__ADS_1
Adrian melepaskan tangan Bella yang memeluk, " Maaf bel, apa yang kamu lakukan sudah diluar batas?"
" Aku rasa tidak, aku melakukannya sesuai hatiku." Bantah Bella karena dia ingin melakukannya. Bella kembali memeluk Adrian, dan tangannya mulai nakal seperti sedang menggoda bosnya itu.
Adrian mulai merasa kesal, Bella mulai bertindak diluar batasan. Adrian mendorong Bella dengan kasar, " Bella, kamu bertindak sudah diluar batasan, aku ini bosmu." Bentak Adrian kepada Bella.
Raut wajah Bella bingung, " Kenapa obatnya tak bereaksi?" Pikir Bella. Karena di dalam kopi yang dia suguhkan untuk Adrian, dia sudah memasukan obat untuk merangsang Adrian. Namun sayangnya Adrian tak meminum kopinya, sehingga segala aksi nakalnya tadi tidak mempan bagi Adrian.
" Ya! Aku sudah bertindak diluar batasan ku! Aku tahu aku hanya sekretaris, tapi tak sadar selama ini aku mencintai mu, Adrian. Aku mencintaimu sebelum kamu menikah dengan istrimu itu." Bella berdiri dihadapan Adrian, dia sudah tak bisa menyimpan perasaannya lagi.
" Aku gak perduli soal itu." Ucap Adrian dan hendak pergi, namun Bella kembali memeluknya.
" Jangan tinggalkan aku, Adrian. Aku mencintaimu. Aku... aku bahkan sudah mencintaimu sejak kamu masih SMA, apakah kamu gak ingat bahwa dulu kamu pernah menolongku, disitulah aku sudah menarub hati padamu, adrian." Ucap Bella dalam tangisan.
Adrian melepaskan tangan Bella dengan kasar, " Aku gak perduli dengan perasaan mu. Dan mulai sekarang kamu aku pecat! Meski kamu karyawan terbaik ku, namun tindakan mu sudah diluar batas, maka aku harus bertindak dengan memecatmu." Ujar Adrian tak mau ambil pusing.
" Adrian! Terserah jika kamu memecatku, tapi aku tak ingin kamu meninggalkan ku. Aku mencintaimu, Adrian. Gara-gara si sialan Alisya menghancurkan semuanya. Padahal aku sudah berusaha keras belajar demi bisa bekerja di perusahaan mu. Bahkan aku terus mencoba untuk mencari perhatianmu. Kenapa kamu menyukai gadis yang bernama Alisya itu! Kenapa! Aku mencoba mengikhlaskan kamu, namun aku gak bisa. Semakin hari aku bertemu, semakin aku mencintaimu, Adrian. Aku mohon jangan tinggalkan, tetaplah bersamaku. Tinggalkan istrimu, aku bisa menjadi istri yang baik untukmu." Ungkap Bella sambil menangis dan memohon agar Adrian tetap bersama.
__ADS_1
" Maaf bel, aku mencintai istriku. Bahkan aku gak berpikir jika diriku tanpa dia. Dan mulai besok jangan pernah datang ke kantor lagi." Ujar Adrian dengan sikap bodoh keluar dari apartemen Bella.
Percuma bagi Bella bertindak selicik apapun, karena Adrian hanya mencintai Alisya. Bahkan Adrian tak akan tergoda meski Bella menggodanya dengan cara apapun. Bella hanya bisa menangisi, lagi-lagi cintanya bertepuk sebelah tangan oleh orang yang sama. Padahal Bella sudah berencana untuk menjebak Adrian, namun sayang jebakan itu tidak termakan oleh Adrian. Bella hanya menangisi dirinya sendiri, hidupnya kembali hancur. Ditambah dia dipecat oleh Adrian karena tindakannya tadi, Bella melakukannya karena dia tidak bisa lagi menahan perasaan cintanya kepada Adrian. Anak SMA yang pernah menolongnya dulu.