Mengejar Cinta Mu

Mengejar Cinta Mu
TIDAK ADA YANG BERUBAH


__ADS_3

“Kamu pulang saja istirahat ya, disini sudah ada Papa dan mama” kini Kristian yang angkat bicara.


“Nggak pa, biar aku saja yang disini. Papa dan Mama saja yang istirahat di rumah. Besok aku sudah harus kerja. Jadi tidak tahu bisa kesini apa nggak” terang Arya apa adanya.


Mendengar penjelasan Arya membuat Kristian mengerti tetapi tetap saja Tiara adalah tanggung jawabnya. Karena status Arya dan Tiara hanya sepasang kekasih, bukan suami dan istri.


Selesai makan, Arya kembali duduk di dekat ranjang Tiara.


Kristian dan Ratih pun pulang sebentar dan akan kembali malam hari. Kristian tidak mengizinkan Arya untuk menginap dan Arya terpaksa menurutinya. Mengingat Kristian memang begitu tegas. 


“Yank, tidur saja di sofa. Nanti kalau aku perlu apa-apa aku bangunin. Aku juga mau tidur” kata Tiara pada Arya. Arya yang memang sangat lelah pun berdiri dari duduknya dan berjalan ke arah sofa. Tak perlu berlama-lama dia sudah tidur terlelap. Dengkuran halus terdengar menandakan Arya sudah berada di alam mimpi.


Tiara menghela nafasnya pelan sambil berucap maaf dalam hati.


“Maaf yank”ucapnya nyaris tak terdengar.


Hari demi hari berlalu Tiara sudah diperbolehkan pulang. Dia hanya perlu  melakukan kontrol rutin ke dokter ortopedi dan minum obat dari dokter secara teratur. Proses penyembuhan pun membutuhkan waktu tiga sampai enam bulan.


Tiara sudah mengajukan resign pada Pak Bramasta, tetapi beliau belum rela melepaskan Tiara karena kinerja Tiara memang tidak bisa diragukan lagi. Tiara diberikan cuti panjang selama proses penyembuhan berlangsung. Dan selama itu Wisnu sang asisten yang akan menggantikan posisinya.


Tiara sedang menikmati libur panjangnya dengan menonton TV di rumahnya bersama Ratih. Entah kapan terakhir kali dia seperti ini dengan ibunya. Sejak bekerja sambil kuliah Tiara sangat jarang bisa berkumpul dengan keluarga. Padahal Ekonomi keluarganya tergolong mampu tetapi dia lebih memilih untuk kuliah sambil bekerja. Tidak ingin membebani Ibunya.


Jauh di lubuk hatinya sebenarnya Tiara sangat kesepian. Ketika berada di rumah dia akan ingat bagaimana Ibunya sering menangis karena Papanya lebih banyak menghabiskan waktu dengan istri pertamanya. Percayalah Tiara dulu begitu cemburu dengan Kakak Tirinya karena merasa Papanya lebih menyayangi Tira dari pada dirinya.


Pernah suatu hari Tiara maupun Tira diharuskan mengajak orang tuanya di acara sekolah. Tapi lagi-lagi Tiara harus menelan pil pahit karena Kristian lebih memilih mendatangi acara Tira. Sejak itu Tiara berjanji akan membuktikan diri bahwa dia mampu dan bisa mandiri. Dia menjadi sosok yang lebih dewasa dari umurnya. Hal ini tidak ada yang tahu termasuk Mamanya karena Tiara pandai menutupi semua dari orang-orang. Dan sekarang dia seperti menemukan jati dirinya semenjak berhubungan dengan Arya. Dia tidak pernah berusaha tegar dan mandiri seperti sebelum-sebelumnya. Dia akan mengapresiasikan apapun perasaannya. Saat sedih , senang dan marah akan dia ungkapkan semua tanpa dia tutupi lagi. Hanya pada Arya dia bisa menunjukkan semuanya.

__ADS_1


“Ma, apa mama tidak pernah marah pada Papa?” tanya Tiara tiba-tiba.


Ratih mengernyitkan kening bingung.


“Marah kenapa?”.


“Marah karena Papa lebih banyak bersama Mama Amara daripada dengan kita” jawab Tiara mengeluarkan isi hatinya selama ini.


Ratih terkejut tentu saja. Selama bertahun-tahun Tiara tidak pernah membicarakan tentang ini. Saat Kristian membatalkan acara mereka pun Tiara akan tetap tersenyum dan berkata tidak apa-apa. Dan sekarang tidak ada angin dan hujan tiba-tiba saja dia berkata seperti itu.


“Kenapa? Kenapa kamu menanyakan ini? Apa selama ini sebenarnya ini yang kamu rasakan?”.


Tiara mengangguk. Cukup sudah selama ini dia berpura-pura tegar. Tapi nyatanya dia tidak sekuat itu. Dia bisa sedih, bisa marah dan bisa juga kecewa. Dia hanya manusia biasa.


Ratih menghela nafas panjang. Jujur dia pun sama tetapi belajar ikhlas.


Ratih menggenggam tangan anaknya.


“Kamu harus belajar dari apa yang terjadi pada Mama bahwa kamu bisa bermimpi, bisa berangan-angan tetapi Tuhan yang menentukan. Dan Ketika apa yang terjadi tidak sesuai dengan apa yang kamu harapkan, percayalah rencana Tuhan jauh lebih indah. Tidak ada yang lebih membahagiakan dari memiliki kamu di hidup Mama. Kamu alasan Mama untuk bertahan sampai sekarang”. Tak Terasa air mata keduanya menetes begitu saja. Mereka berpelukan sambil menangis.


“Terima kasih Ma. Terima kasih karena mama sudah selalu ada untukku. Aku mencintaimu” kata Tiara seraya mengeratkan pelukannya.


“Kalau orang-orang bilang cinta pertama anak perempuan adalah Ayahnya tapi cinta pertamaku adalah Mama. Aku belajar kuat dari mama”.


Ratih mengelus-elus rambut anaknya.

__ADS_1


“Mari kita lupakan masa lalu. Hadapi hari dengan senyuman. Dan percayalah rencana Tuhan itu sangat indah”. ucap Ratih.


Tiara pun mengangguk paham. Bertahun-tahun dia memendam semua yang ada di dalam hatinya seorang sendiri. Dia tidak ingin menambah beban pikiran Ibunya. Ratih sudah terlalu banyak mengalah dan Tiara tidak ingin menambahkan luka lagi untuk Mamanya tersayang. Maka berbagai cara dia lakukan untuk membuat Ibunya bangga padanya.


Lama mereka berpelukan dan mencurahkan isi hati. Banyak yang mereka bicarakan mulai dari kenangan masa lalu hingga kelanjutan hubungan Tiara dengan Arya.


“Ma, apa Arya bisa menerima aku dengan kondisi kaki ku yang seperti ini? Apa dia masih mencintaiku?”.


“Tentu saja, tidak ada yang berubah. Aku akan selalu mencintaimu”.


Bukan Ratih yang menjawab. Melainkan Arya. Ternyata tanpa mereka sadari Arya telah masuk ke dalam rumah dan mendengarkan pembicaraan mereka.


Ratih yang melihat kedatangan Arya pun berpamitan ke belakang memberikan waktu untuk Arya dan Tiara berbicara.


Arya langsung saja mendekati Tiara dan duduk di tempat Ratih duduk tadi.


“Jangan ragukan perasaanku. Aku sangat mencintaimu yank” kata Arya sambil menangkup kedua pipi Tiara.


Tiara yang sudah terlanjur sedih dari tadi pun kembali menangis. Akhir-akhir ini dia merasa tidak percaya diri karena harus berjalan menggunakan tongkat.


Langsung saja Arya membawa Tiara dalam pelukannya. Dia paham apa yang Tiara rasakan.


“Dengar yank, aku sangat mencintaimu. Aku memang tidak pandai berkata-kata , tidak juga romantis. Tidak pernah menghadiahi barang-barang mewah padamu. Tapi aku punya hati yang hanya ada dirimu di dalamnya. Selamanya akan selalu begitu”. kata Arya panjang lebar.


Arya sadar dia jauh dari kata sempurna. Dia tidak seperti David yang setiap hari menyanyikan lagu romantis dan memberikan surprise untuk pacarnya. Tidak juga seperti Wisnu yang pandai merayu dan sering memamerkan kemesraannya dengan pasangan di sosial media. Menurut Arya cinta bukan seperti itu. Arti cinta menurut Arya adalah suka dan duka mereka lewati bersama dengan penuh cinta. Saling melengkapi kekurangan yang ada.

__ADS_1


“Maafkan aku yang kurang peka ini” kata Arya seraya mencium kening Tiara lama dan penuh perasaan.


Bersambung...


__ADS_2