
Selamat Membaca 🥰❤️
Obrolan antara Tiara dan Rayyan harus terputus karena anak-anak mereka sudah waktunya memasuki kelas. Entah kebetulan kini anak mereka pun berada di kelas yang sama dan berteman baik. Padahal ini adalah pertemuan pertama mereka.
Kevin,Kenzo dan Rayyanza terlihat sangat aktif di kelas. Mereka mengikuti semua arahan guru mereka dengan baik.
Diluar kelas Tiara memperhatikan putranya yang sepertinya sudah bisa menyesuaikan suasana kelas. Mungkin besok dia tidak perlu lagi menunggui kedua putranya bersekolah.
Tiara mengambil beberapa gambar putranya saat di kelas dan juga saat bermain di jam istirahat tak lupa dia kemudian mengirimkannya pada Arya.
Arya membuka ponselnya setelah mendengar notifikasi masuk. Dia tersenyum melihat foto-foto putranya. Terlihat Kenzo dan Kevin sangat ceria dan bersemangat. Ada juga foto Kevin naik perosotan bersama temannya. Senyum Arya yang tadinya terkembang langsung surut ketika melihat seseorang yang dia kenali tengah berdiri di sebelah perosotan Kevin. Siapa lagi kalau bukan Rayyan. Arya sampai mengezoom foto tersebut untuk memperjelas penglihatannya.
“Pak Ray?” guman Arya.
Entah kenapa setiap berhubungan dengan Rayyan, Arya belum bisa seratus persen menghilangkan rasa cemburunya. Kenyataan bahwa Rayyan adalah cinta pertama Tiara membuat pikiran Arya menjadi tidak sehat.
Arya kemudian langsung menghubungi istrinya melalui sambungan video call. Dia ingin memastikan apakah Rayyan ada bersama Tiara atau tidak. Tapi untung saja saat ini Tiara sedang duduk seorang diri.
__ADS_1
Selesai mengucapkan salam Arya langsung menanyakan tentang anak mereka.
“Bagaimana anak kita? Apa mereka senang di sekolah baru?” tanya Arya.
Tiara menganggukkan kepala.
“Iya senang yank. Sepertinya besok Aku tidak perlu menemani lagi” jawab Tiara. Mendengar itu rasanya Arya begitu lega. Berarti kesempatan untuk selalu dekat dengan Rayyan bisa sedikit berkurang. Arya lupa kalau Rayyan adalah seorang dosen, mana sempat dia menemani anaknya setiap hari ke sekolah. Efek cemburu membuat Arya berpikiran pendek.
“Baguslah, supaya mereka lebih mandiri” ucap Arya pula.
Saat itu juga terdengar pintu ruangan Arya diketuk. Asistennya menginformasikan kalau akan ada meeting sebentar lagi.
“Yah… Padahal mau Aku ajak jalan-jalan. Ya udah lain kali saja. Semangat kerjanya ya Ayah kembar”. Walau akhir-akhir ini dia kangen kebersamaan bersama suaminya karena semakin hari Arya semakin sibuk, tapi Tiara tidak ingin Arya merasa terbebani.
“Minggu depan ya kita jalan-jalannya?” janji Arya.
“Bener ya?” ucap Tiara kegirangan.
__ADS_1
Arya tersenyum karena istrinya masih seperti dulu. Sangat menggemaskan.
Arya kemudian menganggukkan kepalanya.
“Yeyy…Makasih Ayah” ucap Tiara pula.
“Sama-sama. Aku meeting dulu ya” Arya berpamitan sekali lagi.
Tiara menganggukkan kepala dan melambai pada Arya.
“Huft”. Tiara menghela nafas saat panggilannya telah berakhir.
“Arya sibuk sekali, yah… mau bagaimana lagi? Perusahaan baru saja meluncurkan produk baru jadi memang sudah begitu konsekuensinya” guman Tiara pelan.
Tiara kemudian mempunyai ide untuk mengajak anak-anaknya menemui Ayah mereka ke kantor sekalian makan siang bersama.
“Iya lebih baik aku ajak anak-anak kesana” ucap Tiara pula.
__ADS_1
Tiara mulai membayangkan bagaimana terkejutnya Arya melihat kedatangannya dan anak-anak mereka. Sudah lama Tiara tidak kesana, terakhir 1 tahun yang lalu saat si kembar berusia 3 tahun. Tiara juga rindu dengan tempat kerjanya dulu , dengan suasana kantor dan juga rekan kerja yang sangat menyenangkan.
Bersambung...